Sisir

Sisir adalah sebuah alat yang dibuat dari bahan keras, biasanya berbentuk pipih, bergigi, dan digunakan untuk menata rambut. Sisir berguna untuk menata rambut menjadi rapi seperti meluruskan, membersihkan rambut, dan digunakan untuk serat-serat lainnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sisir adalah alat yang digunakan untuk merapikan atau mengatur rambut, biasanya terbuat dari bahan seperti tanduk, plastik, atau logam, dan memiliki gigi-gigi yang tipis dan rapat.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Sisir adalah salah satu alat yang sudah lama dikenal oleh umat manusia. Benda ini sudah ditemukan dalam bentuknya yang sangat maju di sejumlah pemukiman yang berasal dari sekitar 5000 tahun yang lalu di Persia — kemungkinan pada puncak migrasi besar pertama bangsa Indo-Eropa.
Zaman kuno, sisir yang digunakan ialah tulang dan kayu. Manusia menggunakan tulang dan potongan kayu untuk menyisir rambut. Zaman pertengahan, sisir mencerminkan status sosial. Bangsawan dan keluarga kerajaan memiliki sisir yang memiliki hiasan permata dengan ukiran artistik. Abad ke-19, produksi sisir menjadi efesien. Bahan yang digunakan dalam pembuatan sisir ialah logam dengan desain yang bervariasi tanpa adanya status sosial. Abad 20, sisir berkembang. Sisir dibuta dengan bahan plastik, karet, dan logam dengan desain ergonomis untuk meningkatkan kenyamanan. Era modern, muncul sisir pintar dengan desian kreatif. Sisir ini memiliki fitur. seperti sisir jenis detangling yang lembut.[1]
Sisir tidak hanya mempunyai nilai keindahan, namun benda ini juga kemungkinan telah digunakan untuk menolong pemakainya memerangi parasit. Bahkan, diketahui bahwa tidak ada peradaban tradisional yang tidak menggunakan sisir, termasuk bangsa-bangsa yang anggotanya memiliki rambut yang sulit diatur.[2]
Fungsi lain
[sunting | sunting sumber]Sisir digunakan pula untuk:
- Menjaga agar rambut yang panjang tidak berantakan.
- Penghias rambut.
- Mempertahankan kippa pada tempatnya.
- Memisahkan serat-serat kapas dari biji dan kotoran lainnya.
- Alat musik.
Sisir juga merupakan tempat favorit penyidik kepolisian untuk mencari rambut dan contoh-contoh ketombe yang dapat digunakan untuk memastikan identitas orang yang hidup ataupun mati, serta keadaan kesehatan mereka, profil toksikologisnya, dll.
Menggunakan sisir bersama-sama dapat menjadi sumber infeksi parasit, karena seorang pengguna dapat meninggalkan banyak telur atau bahkan parasit hidup pada sisir, sehingga kutu rambut ataupun jamur dapat mudah berpindah. Walaupun keberadaan parasit ini hanya menyebabkan ketidaknyamanan, mereka juga dapat menjadi bibit penyakit yang mematikan seperti Wabah hitam, yang memakan korban jiwa sekitar sepertiga dari jumlah keseluruhan penduduk Eropa pada abad ke-14. Sekarang sudah muncul sisir spesial seperti "sisir kutu" yang berguna untuk menanggalkan parasit makroskopik.
Sisir modern
[sunting | sunting sumber]Pada masa sekarang sebagian besar sisir terbuat dari bahan plastik, tetapi ada pula terbuat dari kayu atau tanduk. Sisir kayu biasanya dibuat dari boxwood, kayu ceri, atau kayu pinus lainnya. Sisir kayu yang berkualitas baik biasanya dibuat dengan tangan dan digosok halus.
Sebuah buku tentang merawat rambut yang terbit pada 2001, Curly Girl (pengarang: Lorraine Massey, Deborah Chiel; ISBN 0-7611-2300-8), menganjurkan penggunaan sisir kayu yang bergigi jarang ketimbang sikat rambut dan sisir plastik yang bergigi rapat-rapat. Penulis mencatat bahwa sisir kayu tidak menimbulkan statik dan lebih kecil kemungkinannya untuk menyebabkan rambut putus atau kusut.
Sikat rambut, yang lebih besar daripada sisir, biasanya juga digunakan untuk membentuk, menata, dan membersihkan rambut.
Sisir dalam agama
[sunting | sunting sumber]Agama Sikh mewajibkan kaum laki-lakinya untuk selalu membawa sisir, selain sejumlah persyaratan lainnya.
Galeri
[sunting | sunting sumber]-
Sisir untuk orang yang mengalami kerontokan rambut.
-
Sisir dari gading yang diukir, dari abad ke-16 (Koleksi Sauvageot).
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ Mulyadin, Arief. "Menyisir Jejak Waktu: Sejarah Sisir dari Gaya Klasik hingga Desain Modern". Pesawaran Inside. Diakses tanggal 2025-03-05.
- ^ "Sisir". Universitas Sains dan Teknologi Komputer. Diakses tanggal 2025-04-02.