Aerodrome Manual
SINGKATAN
Daftar berikut adalah singkatan penting yang digunakan dalam manual ini, seperti yang pada
umumnya digunakan dalam operasional di bandar udara. Daftar singkatan yang lebih lengkap yang
digunakan dalam pembuatan NOTAM tersedia dalam AIP.
ACFT Aircraft
ACN Aircraft Classification Number
ADA Authority to Drive Airside
TWR Bandar Udara Control Tower
AEC Airport Emergency Committee
AEP Airport Emergency Plan
AGL Above Ground Level
AIC Aeronautical Information Circular
AIP Aeronautical Information Publication
AIRAC Aeronautical Information Regulation And Control
AIS Aeronautical Information Service
AMC Apron Movement Control
AMSL Above Mean Sea Level
AOC Bandar Udara (Aerodrome) Obstacle Chart
AOC Airlines Penyelenggara Bandar Udara Committee
APCH Approach
APU Auxiliary Power Unit
ARP Bandar Udara (Aerodrome) Reference Point
ASC Airport Security Committee
ASDA Accelerate-Stop Distance Available
ASIR Air Safety Incident Report
ASP Airport Security Procedures
ATIS Automatic Terminal Information Service
ATC Air Traffic Control
ATS Air Traffic Services
AVGAS Aviation Gasoline
AVTUR Aviation Turbine Fuel (Jet-A1)
BO Briefing Office
DGCA Directorate General of Air Communications
CofA Certificate Of Airworthiness
CWY Clearway
DME Distance Measuring Equipment
EOC Emergency Operations Committe
ELB Emergency Locator Beacon
Aerodrome Manual
EST Estimated
GA General Aviation
GP Glide Path
GSE Ground Support Equipment
HF High Frequency (3,000 - 30,000 kHz)
HJ Daylight Hours (sunrise to sunset)
HN Night Hours (sunset to sunrise)
H24 Continuous (day and night)
IAL Instrument Approach and Landing Chart
IATA International Air Transport Association
ICAO International Civil Aviation Organization
IFR Instrument Flight Rules
ILS Instrument Landing System
IM Inner Marker
IMC Instrument Meteorological Conditions
LDA Landing Distance Available
LLZ Localizer
LOC Locator
MAG Magnetic
MM Middle Marker
MOWP Method Of Working Plan
MSL Mean Sea Level
NDB Non-Directional Beacon
NIG Nose-In Guidance
NOF International NOTAM Office
NM Nautical Mile
NPA Non Precision Approach
OFZ Obstacle Free Zone
OLS Obstacle Limitation Surface
OM Outer Marker
PANS-OPS Procedures For Air Navigation Services - Aircraft Operations
PAPI Precision Approach Path Indicator
PCN Pavement Classification Number
PERCOW Permit To Commence Work
RESA Runway End Safety Area
RFFS Rescue And Fire Fighting Service
RVR Runway Visual Range
Aerodrome Manual
RWY Runway
SID Standar Instrument Debagianure
SMC Surface Movement Controller
SMS Safety Management System
SOP Standar Operation Procedures
SUP AIP Supplement
SWY Stop Way
TDZ Touchdown Zone
THR Threshold
TOC Terminal Operation Centre
TODA Take-Off Distance Available
TORA Take-Off Run Available
PAPI Precision Approach Path Indicator
TWR Bandar Udara Control Tower
TWY Taxiway
UHF Ultra High Frequency (300 – 3000 MHz)
UTC Coordinated Universal Time
VASIS Visual Approach Slope Indicator System
VFR Visual Flight Rules
VHF Very High Frequency (30 – 300 MHz)
VMC Visual Meteorological Conditions
VOR Very High Frequency Omni-Directional Radio Range
WAC World Aeronautical Chart
WDI Wind Direction Indicator
WID Width
WIP Works In Progress
WO Work Order
WSO Works Safety Officer.
APP II - 1
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 2-a
GAMBAR LOKASI BANDAR UDARA YANG MENUNJUKAN FASILITAS UTAMA TERMASUK PENUNJUK ARAH ANGIN
Penunjuk arah angin berada pada jarak 1.052 m dari threshold runway 28 & jarak ± 46 m dari runway centerline.
Keterangan :
Fasilitas Penunjuk Arah Angin
APP II - 2
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 2-b
GAMBAR BATAS-BATAS DAERAH LINGKUNGAN KERJA
Keterangan :
= Batas – batas Daerah Lingkungan Kerja (DLKr)
APP II - 3
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 2-c
GAMBAR JARAK ANTARA BANDAR UDARA KE KOTA TERDEKAT ATAU DAERAH YANG BERPENDUDUK PADAT
Keterangan: 14.3 arah bandara ke kota, 7,8 km dari bandara ke kota Larantuka
APP IV-1
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 4
RINCIAN KONTAK PERSONEL
4.1. SISTEM PELAPORAN
Nomor
No. Nama Jabatan Keterangan
Telephone
1 Paga Magdalena Kepala Kantor 081293932234
UPBU
2 Eknasus M. Tauho Petugas 082236368400
Pelaporan
3 Muh. Gustrianda PIC AIS Airnav 081239868801
Larantuka
4.2. AKSES KE DALAM DAERAH PERGERAKAN
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Paulus M de Rosari Kanit Avsec 081338917064
4.3. AIRPORT EMERGENCY PLAN
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Frans A. Kalan Pati Kanit PKP-PK 081239087576
4.4. PERTOLONGAN KECELAKAAN PENERBANGAN DAN PEMADAM KEBAKARAN
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Frans A. Kalan Pati Kanit PKP-PK 081239087576
4.5. PEMERIKSAAN DI DAERAH PERGERAKAN DAN OBSTACLE LIMITATION SURFACE
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Eknasus M. Tauho Kanit Bangland 082236368400
4.6. ALAT BANTU VISUAL (VISUAL AIDS) DAN SISTEM KELISTRIKAN
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Wilhelmus Seng Kanit Listrik & AAB 082145026922
APP IV-2
Aerodrome Manual
4.7. PEMELIHARAAN DAERAH PERGERAKAN (MOVEMENT AREA)
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Eknasus M. Tauho Kanit Bangland 082236368400
3 Wilhelmus Seng Kanit Listrik & AAB 082145026922
4.8. PENYELENGGARAAN KESELAMATAN KERJA (WORK SAFETY)
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Eknasus M. Tauho Kanit Bangland 082236368400
4.9. MANAJEMEN OPERASI APRON
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Eknasus M. Tauho Kanit Bangland 082236368400
4.10. MANAJEMEN KESELAMATAN APRON
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Eknasus M. Tauho Kanit Bangland 082236368400
4.11. PENGAWASAN / PENGATURAN KENDARAAN DI SISI UDARA
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Paulus M de Rosari Kanit Avsec 081338917064
3 Eknasus M. Tauho Kanit Bangland 082236368400
4.12. MANAJEMEN BAHAYA HEWAN LIAR (WILDLIFE HAZARD MANAGEMENT)
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Paulus M de Rosari Kanit Avsec 081338917064
3 Eknasus M. Tauho Kanit Bangland 082236368400
4.13. PENGAWASAN TERHADAP OBSTACLE
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Eknasus M. Tauho Kanit Bangland 082236368400
APP IV-3
Aerodrome Manual
4.14. PEMINDAHAN PESAWAT UDARA YANG RUSAK
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Frans A. Kalan Pati Kanit PKP-PK 081239087576
3 Wilhelmus Seng Kanit Listrik & AAB 082145026922
4.15. PENANGANAN BARANG / BAHAN BERBAHAYA
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Paulus M de Rosari Kanit Avsec 081338917064
4.16. OPERASI VISIBILITY RENDAH
NIL
4.17. PERLINDUNGAN TERHADAP LOKASI ALAT BANTU NAVIGASI
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Paga Magdalena Kepala Kantor UPBU 081293932234
2 Paulus M de Rosari Kanit Avsec 081338917064
4.18. PERLINDUNGAN TERHADAP LOKASI ALAT BANTU NAVIGASI
NIL
APP IV-4
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 4-1-1
DAFTAR NAMA PETUGAS PELAPORAN BANDAR UDARA
(AERODROME REPORTING OFFICER / ARO)
No. Nama Jabatan Nomor Telephone Keterangan
1 Eknasus M. Tauho Kanit Bangland 082236368400
2 Rahmatul Adinda Anggota 082288780607
3 Jihan Istiqomah Anggota 082137953211
4 Sekar Indriani Anggota 082284716399
APP IV-5
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 4-1-2
FORMAT PENGAJUAN NOTAM
FORM PERMOHONAN PENERBITAN NOTAM
Form no :
Kepada Pemohon
Nama :
Kepala Unit Pia Wilayah Denpasar
Jabatan :
cc. General Manager
Pusat Informasi Aeronautika
Jenis NOTAM :
NOTAM New NOTAM Replace NOTAM Cancel
Nomor ...... Nomor ......
Lokasi
Waktu Mulai Pelaksanaan
Waktu Selesai Pelaksanaan
Jadwal Spesifik (jika ada)
Deskripsi Informasi Notam
Dokumen Pendukung (jika ada)
Pemohon Kontak Pemohon
Handphone/WA :
Ttd Telepon :
Tanggal : Email :
APP IV-6
Aerodrome Manual
Petunjuk Pengisian
Bagian Form no diisi nomor form (format penomoran ditentukan oleh masing –
masing instansi)
Bagian Pemohon diisi nama pemohon dan instansi pemohon
Bagian Jenis NOTAM dicentang Notam New jika pemintaan Notam baru, atau
dicentang Notam Replace jika permintaan Notam pengganti
dan diisi nomor notam yang akan digantikan, atau dicentang
Notam Cancel jika permintaan Notam pembatalan dan diisi
nomor notam yang akan digantikan
Bagian Lokasi diisi location indicator bandara atau spesifik nama tempat atau
spesifik nama daerah
Bagian Waktu Mulai Pelaksanaan diisi tanggal, bulan, tahun, jam,menit
Bagian Waktu Selesai Pelaksanaan diisi tanggal, bulan, tahun, jam,menit
Bagian Jadwal Spesifik diisi jadwal spesifik jika informasi/kegiatan tidak berlangsung
terus – menerus dari waktu mulai sampai waktu selesai (jika
berlangsung terus menerus maka bagian ini dikosongkan)
Bagian Deskripsi Informasi diisi semua informasi detail yang akan dipublikasikan dalam
notam
Bagian Dokumen Pendukung diisi nama dokumen pendukung untuk informasi yang akan
diterbitkan dalam notam dan dokumen tersebut harus
dilampirkan bersama form ini (jika ada)
Bagian Pemohon diisi tanda tangan pemohon dan stempel instansi
Bagian Tanggal diisi tanggal penyampaian form
Bagian Kontak Pemohon diisi nomor handphone/whatsapp, telepon instansi, email
pemohon
APP IV-7
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 4-1-3
CONTOH SURAT PELAPORAN KEJADIAN / KEJADIAN SERIUS / KECELAKAAN
Nomor : Larantuka, .............. 20...
Klasifikasi :
Lampiran :
Perihal : Laporan Kejadian (incident )
Kejadian Serius (serious incident)
Kecelakaan (accident)
Bandara Gewayantana
Yth. 1. Direktur Bandar Udara
2. Kepala Unit PIA
di
TEMPAT
1. Mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/40/III/2010 tentang
Petunjuk dan Tata Cara Pelaporan Kejadian, Kejadian Serius dan Kecelakaan di Bandar Udara Bagian
139-049 (Advisory Circular Part 139-04, Incident, Serious Incident and Accident Report ) dengan hormat
terlampir disampaikan laporan awal kejadian (incident) / kejadian serius (serious incident) / kecelakaan
(accident) ........(diisi dengan jenis kejadian (incident) / kejadian serius (serious incident) / kecelakaan
(accident) ..... di Bandar Udara Gewayantana
2. Demikian disampaikan atas perhatiannya diucapkan terima kasih
Larantuka, ……..
KEPALA KANTOR UPBU
GEWAYANTANA-LARANTUKA
……..
………………
NIP. ………….
Tembusan :
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Denpasar
APP IV-8
Aerodrome Manual
FORMAT LAPORAN AWAL
LAPORAN AWAL KEJADIAN, KEJADIAN SERIUS, DAN KECELAKAAN
Jenis Peristiwa :
Kecelakaan (accident).
Kejadian serius (serious incident).
Kejadian (incident).
a. DATA UMUM
1. Tanggal kejadian :
2. Nama bandar udara : .
3. Lokasi kejadian :
4. Waktu kejadian : (local time) (UTC)
5. Informasi cuaca :
PESAWAT UDARA
b.
(dapat lebih dari satu data apabila melibatkan pesawat udara lain)
1. Nama perusahaan angkutan :
udara
2. Jenis pesawat udara :
3. Nomor registrasi pesawat udara :
4. Nomor penerbangan :
5. Nama Kapten Penerbang (PIC) :
6. Kerusakan pada pesawat :
7. Jumlah penumpang :
8. Jumlah korban : (jika ada dilengkapi dengan data jumlah korban
meninggal dan/atau terluka)
FASILITAS/PERALATAN DAN KENDARAAN
c.
(dapat lebih dari satu data apabila melibatkan fasilitas/peralatan dan kendaraan lain)
1. Nama pengelola fasilitas/peralatan :
dan kendaraan
2. Jenis fasilitas/peralatan dan :
kendaraan
3. Kerusakan pada fasilitas/peralatan :
dan kendaraan
4. Nama operator :
5. Nomor lisensi : (jika memiliki lisensi)
6. Jumlah korban : (jika ada dilengkapi dengan data jumlah korban
meninggal dan/atau terluka)
LAIN-LAIN
d. (di isi dengan data lain sebagai penyebab kecelakaan, kejadian serius dan kejadian, contoh:
personel/petugas dan/atau penumpang, binatang liar, dll)
1. :
2. :
APP IV-9
Aerodrome Manual
3. :
e. DESKRIPSI
1. Kronologi kejadian
(detail kronologi dapat ditambahkan pada halaman lain)
2. Dampak kejadian terhadap operasional bandar udara
(dampak kejadian dapat ditambahkan pada halaman lain)
………, ..................................
Petugas Pelaporan
( ...............Nama...............)
NIP. ............................................
APP IV-10
Aerodrome Manual
LAPORAN AWAL KEJADIAN, KEJADIAN SERIUS, DAN KECELAKAAN
Jenis Peristiwa :
Kecelakaan, kejadian serius dan kejadian personel/petugas dan/atau penumpang.
Kecelakaan, kejadian serius dan kejadian pesawat udara.
Kecelakaan, kejadian serius dan kejadian fasilitas/peralatan dan kendaraan.
Kecelakaan, kejadian serius dan kejadian pesawat udara, fasilitas/peralatan dan kendaraan.
Kecelakaan, kejadian serius dan kejadian lain-lain.
a. DATA UMUM
1. Tanggal kejadian :
2. Nama bandar udara : .
3. Lokasi kejadian :
4. Waktu kejadian : (local time) (UTC)
5. Informasi cuaca :
b. PERSONEL/PETUGAS DAN/ATAU PENUMPANG
1. Nama korban
a) Personel/petugas
b) Penumpang
2. Jumlah korban
a) Personel/petugas
b) Penumpang
PESAWAT UDARA
c.
(dapat lebih dari satu data apabila melibatkan pesawat udara lain)
1. Nama perusahaan angkutan udara :
2. Jenis pesawat udara :
3. Nomor registrasi pesawat udara :
4. Nomor penerbangan :
5. Nama Kapten Penerbang (PIC) :
6. Kerusakan pada pesawat :
7. Jumlah penumpang :
8. Jumlah korban : (jika ada dilengkapi dengan data jumlah korban
meninggal dan/atau terluka)
FASILITAS/PERALATAN DAN KENDARAAN
d.
(dapat lebih dari satu data apabila melibatkan fasilitas/peralatan dan kendaraan lain)
1. Nama pengelola fasilitas/peralatan :
dan kendaraan
2. Jenis fasilitas/peralatan dan :
kendaraan
APP IV-11
Aerodrome Manual
3. Kerusakan pada fasilitas/peralatan :
dan kendaraan
4. Nama operator :
5. Nomor lisensi : (jika memiliki lisensi)
6. Jumlah korban : (jika ada dilengkapi dengan data jumlah korban
meninggal dan/atau terluka)
LAIN-LAIN
e. (di isi dengan data lain sebagai penyebab kecelakaan, kejadian serius dan kejadian, contoh:
personel/petugas dan/atau penumpang, binatang liar, dll)
1. :
2. :
3. :
f. DESKRIPSI
1. Kronologi kejadian
(detail kronologi dapat ditambahkan pada halaman lain)
2. Dampak kejadian terhadap operasional bandar udara
(dampak kejadian dapat ditambahkan pada halaman lain)
……….., ..................................
Petugas Pelaporan
( ...............Nama...............)
NIP. ............................................
APP IV-12
Aerodrome Manual
LAPORAN AWAL KEJADIAN, KEJADIAN SERIUS, DAN KECELAKAAN
FASILITAS/PERALATAN DAN KENDARAAN DI BANDAR UDARA
Kepada Yth :
Direktur Jenderal Perhubungan Udara.
Direktur Bandar Udara
Aeronautical Information Service (AIS)
a. DATA UMUM
1. Tanggal kejadian :
2. Nama bandar udara : Bandar Udara
3. Lokasi kejadian :
4. Waktu kejadian : (local time) (UTC)
5. Jenis kejadian : (incident/accident)
6. Informasi cuaca :
b. DATA FASILITAS/PERALATAN DAN KENDARAAN
1. Nama pengelola fasilitas/peralatan :
dan kendaraan
2. Jenis fasilitas/peralatan dan :
kendaraan
3. Kerusakan pada fasilitas/peralatan :
dan kendaraan
4. Nama operator :
5. Nomor lisensi : (jika memiliki lisensi)
6. Jumlah korban : (jika ada dilengkapi dengan data jumlah korban
meninggal dan/atau terluka)
c. DESKRIPSI
1. Kronologi kejadian
(detail kronologi dapat ditambahkan pada halaman lain)
2. Dampak kejadian terhadap operasional bandar udara
(dampak kejadian dapat ditambahkan pada halaman lain)
……., ..................................
Petugas Pelaporan
( ...............Nama...............)
NIP. ............................................
APP IV-13
Aerodrome Manual
LAPORAN AWAL KEJADIAN, KEJADIAN SERIUS, DAN KECELAKAAN
PESAWAT UDARA DENGAN FASILITAS/PERALATAN DAN KENDARAAN
DI BANDAR UDARA
Kepada Yth :
Direktur Jenderal Perhubungan Udara.
Direktur Bandar Udara
Aeronautical Information Service (AIS)
a. DATA UMUM
1. Tanggal kejadian :
2. Nama bandar udara :
3. Lokasi kejadian :
4. Waktu kejadian : (local time) (UTC)
5. Jenis kejadian : (incident/accident)
6. Informasi cuaca :
b. DATA PESAWAT UDARA
1. Nama perusahaan angkutan :
udara
2. Jenis pesawat udara :
3. Nomor registrasi pesawat udara :
4. Nomor penerbangan :
5. Nama Kapten Penerbang (PIC) :
6. Kerusakan pada pesawat :
7. Jumlah penumpang :
8. Jumlah korban : (jika ada dilengkapi dengan data jumlah korban
meninggal dan/atau terluka)
c. FASILITAS/PERALATAN DAN KENDARAAN
1. Nama pengelola fasilitas/peralatan :
dan kendaraan
2. Jenis fasilitas/peralatan dan :
kendaraan
3. Kerusakan pada fasilitas/peralatan :
dan kendaraan
4. Nama operator :
5. Nomor lisensi : (jika memiliki lisensi)
6. Jumlah korban : (jika ada dilengkapi dengan data jumlah korban
meninggal dan/atau terluka)
f. DESKRIPSI
1. Kronologi kejadian
APP IV-14
Aerodrome Manual
(detail kronologi dapat ditambahkan pada halaman lain)
2. Dampak kejadian terhadap operasional bandar udara
(dampak kejadian dapat ditambahkan pada halaman lain)
Ruteng , ..................................
Petugas Pelaporan
( ...............Nama...............)
NIP. ............................................
APP IV-15
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 4-4-1
DAFTAR NAMA PERSONEL PKP-PK
BANDAR UDARA GEWAYANTANA - LARANTUKA
NO NAMA PERSONEL KUALIFIKASI KETERANGAN
1 Frans A. Kalan Pati Senior PKP-PK
2 Rusdi Adrisyah.S Junior PKP-PK
3 Sukadin Junior PKP-PK
4 Yohanis Theodorus Junior PKP-PK
5 Juan Aditya Moniung Junior PKP-PK
6 Gregorius Boli Samon Basic PKP-PK
7 Yohanes Wulan Tukan Basic PKP-PK
8 Slamet Casono Petugas PKP-PK
9 Muhammad Naufal Said Petugas PKP-PK
10 Yoseph Duli Hewen Honorer PKP-PK
11 Oskar Ola Kia Honorer PKP-PK
12 Gerardus Ama Tulit Honorer PKP-PK
13 Antonius Regi Wain Honorer PKP-PK
14 Danny Daumundus Tamonob Honorer PKP-PK
15 Muhamad Fajri Ruing Honorer PKP-PK
APP IV-16
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 4-4-2
DATA FASILITAS PKP – PK
BANDAR UDARA GEWAYANTANA - LARANTUKA
NO FASILITAS URAIAN KETERANGAN
1 Kendaraan PKP - PK
a. Foam Tender Tipe IV - Call sign : F2
Merk Mercedes Benz - Kap. tangki air : 4.000 liter
Actros 1848 ( Warrior) - Kap. tangki foam : 480 liter
- Kap. tangki kimia kering : 250 kg
b. Foam Tender Tipe V - Call sign : F1
Merk Hino Ziegler - Kap. tangki air : 2500 liter
1858 ( Kenbri) - Kap. tangki foam : 300 liter
- Kap. tangki kimia kering : 250 kg
c. Nurse Tender - Call sign :
- Kap. tangki air :
- Kap. tangki foam : - liter
- Kap. tangki kimia kering : -
d. Kendaraan Ambulance - Call sign : A2
Merk Mitsubishi L300
e. Kendaraan Ambulance - Call sign : A1
Merk Toyota Inova
f. Radio / Handy Talky 5 buah
g. RIG -
2 Breathing Apparatus Set 4 set Drager
3 Baju Pelindung - Baju tahan api : 4 set
- Baju tahan panas : 4 set
4 Cadangan Pemadam a. Cadangan Pemadam Utama
- Foam Konsetrat : 2460 liter
- Cadangan air : 15000 liter
b. Cadangan Pemadam Pelengkap
- Dry Chemical Powder : 850 kg
- CO2 : -
- Nitrogen : 240 Liter
5 Tandu - Tandu Lipat : 2 buah
- Tandu : 2 buah
6 APAR - DCP 3 kg (Spectek) : 4buah
- DCP 3 Kg (Prime) : 2 buah
- DCP 6 Kg (Protect) : 1 buah
- DCP 25 Kg (Appron) 2 buah
7 Helmet 4 buah
8 Selimut Tahan Api 5 buah
APP IV-17
Aerodrome Manual
9 Exhaust Fan 2 buah
10 Teropong 2 buah
11 Selang Pemadam 16 buah
12 Selang Suction 6 buah
13 Resuciator
14 Nozzle Air 6 buah
15 Nozzle Foam 4 buah
16 Strainer 3 buah
17 Proximity Suit 4 buah
18 Binocular 2 buah
19 Entry Suit 4 buah
20 Kompresor 1 buah
21 Linggis 2 buah
22 Kampak 2 buah
23 Gunting Potong - Manual : 1 buah
- Mesin : 1 buah
24 Toothless Saw 1 buah
APP IV- 18 -
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 4-6-1
FORMAT PENGUJIAN BERKALA DI DARAT (GROUND INSPECTION)
ALAT BANTU PENDARATAN VISUAL
1. PENGAJUAN BERKALA DI DARAT - RUNWAY LIGHT
TANGGAL PELAKSANAAN :
NAMA BANDARA :
NAMA PERALATAN : RUNWAY LIGHT
NOMOR RUNWAY :
MEREK :
TANGGAL KALIBRASI TERAKHIR :
CAPACITY BRIGHTNES REMOTE MANUAL REMARK
NO OBJEK PENGUJI MERK/TYPE
(KW/KVA) 1 2 3 4 5 6 7 SAT. UNSAT. SAT. UNSAT.
1 CCR 1
2 CCR 2
TAHANAN ISOLASI HASIL PENGUJI SAT. UNSAT.
3 CIRCUIT 1
4 CIRCUIT 2
CONTINUITY HASIL PENGUJI SAT. UNSAT.
5 CIRCUIT 1
6 CIRCUIT 2
OBJEK PENGUJI JUMLAH EXISTING HASIL PENGUJIAN SAT. UNSAT.
7 LAMPU TERPASANG
PERSONIL PELAKSANAAN
MENGETAHUI
DIREKTORAT BANDAR UDARA TEKNISI LOKASI LAIN - LAIN
APP IV- 19 -
Aerodrome Manual
2. PENGAJUAN BERKALA DI DARAT - RUNWAY THERSHOLD LIGHT
TANGGAL PELAKSANAAN :
NAMA BANDARA :
NAMA PERALATAN : RUNWAY THRESHOLD LIGHT
NOMOR RUNWAY :
MEREK :
TANGGAL KALIBRASI TERAKHIR :
CAPA BRIGHTNES REMOTE MANUAL REMARK
NO OBJEK PENGUJI MERK/TYPE CITY
(KW/K 1 2 3 4 5 6 7 SAT. UNSAT. SAT. UNSAT.
1 CCR 1
2 CCR 2
TAHANAN ISOLASI HASIL PENGUJI SAT. UNSAT.
3 CIRCUIT 1
4 CIRCUIT 2
CONTINUITY HASIL PENGUJI SAT. UNSAT.
5 CIRCUIT 1
6 CIRCUIT 2
INTENSITAS CAHAYA STANDAR PENGUJIAN
5 Aproach Light > 20.000 Cd MOS
STANDAR
VERTICAL SETTING DISTANCE FORM VERTICAL HASIL PENGAJUAN
HASIL PENGAJUAN
6 ANGEL THERSHOLD MAIN SAT UNSAT
7 Thershold - 315 m 5-5,5º
8 316 - 475 m 5,5 - 6°
9 476 - 640 m 6-7°
PERSONIL PELAKSANAAN
MENGETAHUI
DIREKTORAT BANDAR UDARA TEKNISI LOKASI LAIN - LAIN
APP IV- 20 -
Aerodrome Manual
3. PENGAJUAN BERKALA DI DARAT - RUNWAY THERSHOLD IDENTIFICATION LIGHT
TANGGAL PELAKSANAAN :
NAMA BANDARA :
NAMA PERALATAN : Runway Thershold Identification Light
NOMOR RUNWAY :
MEREK :
TANGGAL KALIBRASI TERAKHIR :
CAPACITY BRIGHTNES REMOTE MANUAL REMARK
NO OBJEK PENGUJI MERK/TYPE
(KW/KVA) 1 2 3 4 5 6 7 SAT. UNSAT. SAT. UNSAT.
1 CCR 1
2 CCR 2
TAHANAN ISOLASI HASIL PENGUJI SAT. UNSAT.
3 CIRCUIT 1
4 CIRCUIT 2
CONTINUITY HASIL PENGUJI SAT. UNSAT.
5 CIRCUIT 1
6 CIRCUIT 2
OBJEK PENGUJI JUMLAH EXISTING HASIL PENGUJIAN SAT. UNSAT.
7 LAMPU TERPASANG
PERSONIL PELAKSANAAN
MENGETAHUI
DIREKTORAT BANDAR UDARA TEKNISI LOKASI LAIN - LAIN
APP IV- 21 -
Aerodrome Manual
4. PENGUJIAN BERKALA DI DARAT - PRECISSION APPROACH PATH INDICATOR (P A P I)
BANDARA :
FORMAT NOMOR
KOTA : PAPI
TANGGAL : LEMBAR 1 DARI 1
NON PRECISSION
RUNWAY LENGTH : .............................m CLASSIFICATION PRECISSION
SUBJECT PRECISSION APPROACH PATH INDICATOR (P A P I)
MERK / TYPE REMARK
No. R/W / GLIDE SLOPE
SETTING LEFT RIGHT
ANGEL DESIGN FLIGHT INSPECTION GROUND INSPECTION SAT. UNSAT. DESIGN FLIGHT INSPECTION GROUND INSPECTION SAT. UNSAT.
A
BOX
B
C
PAPI
D
[Link]/BOX LEFT RIGHT
...................... LAMP BOX LAMP BOX LAMP REMARK
CONDITION SAT UNSAT ON OFF SAT UNSAT ON OFF
A
BOX
B
C
PAPI
D
FLIGHT TEST
DATE : No. R/W : SET : FOUND :
NEXT PERIODIC : No. R/W : SET : FOUND :
KESIMPULAN :
[Link] :
[Link] :
3. SARAN :
PERSONIL PELAKSANA
MENGETAHAUI
DIREKTORAT BANDAR UDARA TEKNISI LOKASI I TEKNISI LOKASI II LAIN - LAIN
APP IV- 22 -
Aerodrome Manual
5. PENGAJUAN BERKALA DI DARAT - WIND DIRECTION INDICATOR
TANGGAL PELAKSANAAN :
NAMA BANDARA :
NAMA PERALATAN : WIND DIRECTION INDICATOR
NOMOR RUNWAY :
MEREK :
TANGGAL KALIBRASI TERAKHIR :
NO OBJEK PENGUJI HASIL PENGAJUAN SAT. UNSAT. REMARK
1 KONDISI WINDSHOCK
2 WARNA SARUNG ANGIN
3 TIANG
4 KONDISI LAMPU
PERSONIL PELAKSANAAN
MENGETAHUI
DIREKTORAT BANDAR UDARA TEKNISI LOKASI LAIN - LAIN
APP IV- 23 -
Aerodrome Manual
6. PENGAJUAN BERKALA DI DARAT - ROTATING BEACON
TANGGAL PELAKSANAAN :
NAMA BANDARA :
NAMA PERALATAN : ROTATING BEACON
LOKASI PERALATAN : GEDUNG TOWER
MEREK :
TANGGAL KALIBRASI TERAKHIR :
HASIL PENGUKURAN PADA PENGUJIAN DI DARAT
NO PARAMETER STANDAR KETERANGAN
SAAT KALIBRASI HASIL PENGUJIAN SAT UNSAT
ROB tua dg flash Freq 12 20 /
20 S/D 30 Flash per
1 JUMLAH ROTASI FLASHING PER MENIT menit masih diizinkan sampai
minute
dilakukan penggantian (MOS)
2 INTENSITAS LAMPU > 2000 cd
PERSONIL PELAKSANA
MENGETAHUI
DIREKTORAT BANDAR UDARA TEKNISI LOKASI LAIN - LAIN
APP IV-24
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 4-6-2
FORMAT LAPORAN HASIL PENGUJIAN DI DARAT (GROUND INSPECTION)
Nomor : ....., .......... 20...
Klasifikasi :
Lampiran :
Perihal : Laporan Hasil Ground Inspection
Alat Bantu Pendaratan Visual
Yth. Direktur Bandar Udara
di
JAKARTA
1. Berdasarkan hasil ground inspection alat bantu pendaratan visual yang dilaksanakan pada hari ………..
tanggal….. bulan…….. tahun …… di Bandar Udara Gewayantana-Larantuka dapat disampaikan hal-
hal sebagai berikut :
No Nama Peralatan Kondisi Peralatan
Operasi Normal Operasi Terputus
1. Runway Light
2. Runway Thershold Identification Light (RTIL)
3. Threshold Light
4. PAPI
5. Wind direction indicator
6. Rotating Beacon
2. Hasil Ground inspection secara lengkap sesuai dengan lampiran surat ini
3. Demikian disampaikan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
…….., …………….
KEPALA KANTOR UPBU
GEWAYANTANA-LARANTUKA
……………….
…………
NIP. …………..
Tembusan :
Direktur Jenderal Perhubungan Udara
LAMPIRA4-12-1
APP IV-25
Aerodrome Manual
APP IV-26
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 4-12-2
LOGBOOK KEBERADAAN HEWAN LIAR DAN BURUNG
DI WILAYAH OPERASI BANDAR UDARA
APP IV-27
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 4-12-3
PELAPORAN INSIDEN DAN KECELAKAAN DI APRON
A. C0NTOH FORMAT LAPORAN AWAL
Jenis Peristiwa :
Kecelakaan ( accident )
Kejadian Serius ( serious incident )
Kejadian ( incident )
a. DATA UMUM :
1. Tanggal Kejadian :
2. Nama Bandar Udara :
: (tempat dimana lokasi incident
3. Lokasi Kejadian dan atau accident terjadi di
bandar udara
4. Waktu Kejadian : (local time) (UTC)
: (weather report e.g wind,
5. Informasi Cuaca
temp, visibility)
b PESAWAT UDARA :
. (dapat lebih dari satu data apabila melibatkan pesawat udara lain)
1. Nama Perusahaan Angkutan Udara :
2. Jenis Pesawat Udara :
3. Nomor Registrasi Pesawat Udara :
4. Nomor Penerbangan :
5. Nama Kapten Penerbang (PIC) :
6. Kerusakan pada pesawat :
7. Jumlah Penumpang :
(jika ada dilengkapi dengan
8. Jumlah Korban : data jumlah korban meninggal
dan/atau terluka)
c. FASILITAS /PERALATAN DAN KENDARAAN
(dapat lebih dari satu data apabila melibatkan fasilitas/peralatan dan
kendaraan lain)
1. Nama pengelola fasilitas/peralataan :
dan kendaraan
2. Jenis fasilitas/peralatan/kendaraan :
3. Kerusakan pada fasilitas / peralatan / :
kendaraan
4. Nama operator :
5. Nomor Lisensi : (jika memiliki lisensi)
(jika ada dilengkapi dengan
6. Jumlah korban : data korban meninggal
dan/atau terluka)
d LAIN-LAIN :
. (diisi dengan data lain sebagai penyebab kecelakaan, kejadian serius dan
kejadian Contoh : personel/petugas dan/atau penumpang, binatang, dll)
APP IV-28
Aerodrome Manual
1. ........ :
2. ........ :
3. ........ :
e. DESKRIPSI :
1. Kronologi Kejadian :
(detail kronologi dapat ditambahkan pada halaman lain)
2. Dampak kejadian terhadap operasional bandar udara :
(detail dampak kejadian dapat ditambahkan pada halaman lain)
Tanggal ....................................
Petugas Pelaporan
(Reporting Officer)
TTD
(.........Nama..........)
NIP
APP IV-29
Aerodrome Manual
B. CONTOH FORMAT LAPORAN AWAL KEJADIAN (INCIDENT), KEJADIAN
SERIUS (SERIOUS INCIDENT) DAN KECELAKAAN (ACCIDENT)
FASILITAS/PERALATAN DAN KENDARAAN DI BANDAR UDARA
Kepada Yth :
Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Direktur Bandar Udara
Aeronautical Information Service (AIS)
a. DATA UMUM :
1. Tanggal Kejadian :
2. Nama Bandar Udara :
: (tempat dimana lokasi incident dan
3. Lokasi Kejadian
atau accident terjadi di bandar udara
4. Waktu Kejadian : (local time) (UTC)
5. Jenis Kejadian : (incident/accident)
: (weather report e.g wind, temp,
6. Informasi Cuaca
visibility)
b
FASILITAS /PERALATAN DAN KENDARAAN :
.
[Link] pengelola fasilitas/peralataan :
dan kendaraan
2. Jenis fasilitas/peralatan/kendaraan :
3. Kerusakan pada fasilitas / peralatan / :
kendaraan
4. Nama operator :
5. Nomor Lisensi : (jika memiliki lisensi)
6. Jumlah korban : (jika ada korban)
c. DESKRIPSI :
1. Kronologi Kejadian :
(detail kronologi dapat ditambahkan pada halaman lain)
2. Dampak kejadian terhadap operasional bandar udara :
(detail dampak kejadian dapat ditambahkan pada halaman lain)
Tanggal ....................................
Petugas Pelaporan
(Reporting Officer)
TTD
(.........Nama..........)
NIP
Lampiran I
APP IV-30
Aerodrome Manual
KOP SURAT
CONTOH SURAT LAPORAN
Nomor : Jakarta,
Kalsifikasi :
Lampiran :
Perihal : Laporan kejadian (incident) Kepada
/ kejadian serius (serious
Incident) / kecelakaan Yth 1. Direktur Jenderal Perhubungan Udara
(accident)* bandar udara ... 2. Direktur Bandar Udara
3. Aeronautical Information Service Unit
Di
JAKARTA
1. Mengacu kepada Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : (diisi dengan nomor
SKEP)....tentang ......, dengan hormat terlampir disampaikan laporan awal kejadian
(incident)/kejadian serius (serious incident)/kecelakaan (accident)*.......... (diisi dengan jenis
kejadian (incident), kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar udara
.....(diisi nama bandar udara).....
2. Demikian disampaikan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Petugas Pelapora Bandar Udara
....(diisi nama bandar udara)......
Tembusan :
Kepala Bandar Udara/Kepala Cabang Bandar (........Nama..........)
Udara NIP
*coret yang tidak perlu
APP IV- 27 -
Aerodrome Manual
LAMPIRAN 4-13-1
GAMBAR OBSTACLE LIMITATION SURFACE (OLS) BANDAR UDARA GEWAYANATANA – LARANTUKA
APP IV- 28 -
Aerodrome Manual
APP V-1
Aerodrome Manual UPBU Gewayantana - Larantuka
LAMPIRAN 5-1-1
DATA LENGKAP (CONTACT DETAIL) PEJABAT / PERSONEL UTAMA
YANG BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP OPERASI BANDAR UDARA
Daftar Kontak Pejabat
No Nama Jabatan HP/WA Telp/Fax
Kepala Kantor UPBU
1. Paga Magdalena Gewayanatana - 081293932234
Larantuka
Kepala Urusan Tata
2. Marsia Prada Nama
Usaha
081339366594
Personel Penanggung Jawab Operasional
No Nama Jabatan HP/WA Telp/Fax
1. Paulus M. de Rosari Kanit Avsec 081338917064
2. Frans A. Kalan Pati Kanit PKP-PK 081239087576
Penyusun Bahan Hukum,
3. Matheus Paji Leton 081252500813
Kehumasan, dan Publikasi
Kanit Bangunan dan
4. Eknasus M. Tauho 082236368400
Landasan
Koordinator Unit Pengelola
5. Pieter Mige Rohi 082147278518
Informasi
Koordinator Unit Tata
6. Lamb Suban Hewen 082141506671
Terminal
Koordinator Unit Apron
7. Eknasus M. Tauho 082236368400
Movement Control
8. Wilhelmus Seng Kanit Alat-alat Besar 082145026922
9. Wilhelmus Seng Kanit Unit Listrik 082145026922
APP V-2
Aerodrome Manual UPBU Gewayantana - Larantuka
LAMPIRAN 5-1-2
DATA LENGKAP (CONTACT DETAIL)
PERSONEL PENGAWAS PEDOMAN PENGOPERASIAN BANDAR UDARA
No Nama Jabatan HP/WA Telp/Fax
1. Rahmatul Adinda Teknisi Penerbangan 082288780607
2 Jihan Istiqomah Teknisi Penerbangan 082137953211
3 Sekar Indriani Teknisi Penerbangan 082284716399
Nomor Distribusi:
DOKUMEN RENCANA PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT BANDAR UDARA
KANTOR UNIT PENYELENGGARA BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA
(GEWAYANTANA AIRPORT EMERGENCY PLAN DOCUMENT)
KABUPATEN FLORES TIMUR
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2022
i
CATATAN AMANDEMEN
Koreksi terhadap isi Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan
Darurat Bandar Udara Gewayantana Larantuka wajib dibuat oleh Bandar
Udara Gewayantana Larantuka bersama-sama dengan Komite
Penanggulangan Keadaan Darurat. Setiap amandemen/perubahan harus
dicatat dan perubahannya pada daftar perubahan pada dokumen ini.
Tanggal Tanggal
Nomor Rincian Dimasukan oleh
Amandemen Persetujuan
1 2 3 4 5
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat Pada 22 November 2022 III Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
ii
DAFTAR HALAMAN EFEKTIF
Setiap lembaran dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat
yang telah diganti segera dilakukan penghapusan dan penghancuran. Harap
dipastikan bahwa dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat
lengkap dan kondisi terakhir (up to date) dengan membandingkan lembaran
dengan daftar ini. Kekurangan harus diberitahukan kepada Sekretaris
Komite Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara Gewayantana
Larantuka.
Halaman Tanggal Penerbitan Halaman Tanggal Penerbitan
1 2 1 2
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat Pada 22 November 2022 III Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
iii
DAFTAR DISTRIBUSI DOKUMEN RENCANA PENANGGULANGAN
KEADAAN DARURAT BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA
(GEWAYANTANA AIRPORT EMERGENCY PLAN DOCUMENT)
Nomor
No Jabatan Keterangan
Distribusi
1 2 3 4
1. Direktur Jenderal Perhubungan Udara A.1
2. Ketua KNKT A.2
3. Direktur Bandar Udara A.3
4. Direktur Navigasi Penerbangan A.4
5. Direktur Keamanan Penerbangan A.5
6. Direktur Angkutan Udara A.6
7. Direktur kelaikeudaraan dan A.7
pengoperasian pesawat udara
8. Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara A.8
Wilayah IV Bali
9. Direktur Utama Perum LPPNPI Kupang A.9
10 Bupati Flores Timur A.11
11 Kepala Kantor UPBU Gewayantana A.10
Larantuka
12 Kasi TOKPD UPBU Gewayantana B.1
Larantuka
13 Kasubag TU UPBU Gewayantana B.2
Larantuka
14 Kepala Unit PKP-PK UPBU Gewayantana B.3
Larantuka
15 Kepala Unit Aviation Security UPBU B.4
Gewayantana Larantuka
16 Dandim flores Timur B.5
17 Kepala Dinas Perhubungan Kab. Flotim B.6
18 Direktur RSUD Kab. Flotim B.7
19 Kepala Stasiun Meteorologi Gewayantana B.8
larantuka
20 PTS PERUM LPPNPI Unit Larantuka B.9
21 Satpol PP. Kab. Flotem B.10
22 Manager [Link] Air larantuka B.11
23 Kepala Kepolisian Resort Kab. Flotim B.13
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat Pada 22 November 2022 III Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
iv
24 Kepala BPBD Kab. Flotim B.14
25 Manager PT Trans Nusa Larantuka B.15
26 Kepala Puskesmas Waimana B.16
28 Manager PT Nam Air larantuka B.18
29 Kepala Polsek Ile Mandiri B.19
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat Pada 22 November 2022 III Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
v
DAFTAR ISI
CATATAN AMANDEMEN ................................................................................................................ i
DAFTAR HALAMAN EFEKTIF .................................................................................................... ii
DAFTAR DISTRIBUSI DOKUMEN RENCANA PENANGGULANGAN KEADAAN
DARURAT BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA
(GEWAYANTANA AIRPORT EMERGENCY PLAN DOCUMENT) ..................................... iii
DAFTAR APPENDIX ....................................................................................................................... ix
DAFTAR SINGKATAN .................................................................................................................... xi
KATA PENGANTAR ....................................................................................................................... xii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................. 1
1.1. Umum ............................................................................................................................... 1
1.2. Tujuan Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat ................... 2
1.3. Ruang Lingkup............................................................................................................... 3
1.4. Standar dan Referensi ................................................................................................. 4
1.5. Definisi .............................................................................................................................. 5
BAB II KEADAAN DARURAT DAN SIAGA ............................................................................. 14
2.1. Keadaan Darurat (Melibatkan Pesawat Udara) ................................................. 14
2.2. Keadaan Darurat Tanpa Melibatkan Pesawat Udara ...................................... 15
2.3. Tingkat Siaga ................................................................................................................ 16
2.4. Format Berita Keadaan Darurat ............................................................................ 17
BAB III PENGATURAN MANAJEMEN .................................................................................... 21
3.1. Komite Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara ............................... 21
3.2. Tugas-Tugas Komite Penanggulangan Keadaan Darurat .................................. 23
3.3. Bagan Organisasi Komite Penanggulangan Keadaan Darurat ........................ 26
3.4. Peninjauan Dokumen .................................................................................................... 29
3.5. Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat ........................................................... 30
3.6. Pengujian Peralatan Penanggulangan Keadaan Darurat................................... 33
BAB IV PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT.......................................................... 35
4.1. Pusat Penanggulangan Keadaan Darurat (EOC) .............................................. 35
4.2. Pusat Komando Lapangan ....................................................................................... 36
4.3. Staging Area .................................................................................................................. 37
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat Pada 22 November 2022 III Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
vi
4.4. Triage Area .................................................................................................................... 37
4.5. Pengangkutan Korban Meninggal.......................................................................... 38
4.6. Pusat Penerimaan Penumpang (Passangers Holding Area) .......................... 38
4.7. Pusat Penampungan Awak Pesawat Udara (Crew Reception Room) ......... 39
4.8. Ruangan Wawancara (conference room) ............................................................. 39
4.9. Greeters & Meeters Room ......................................................................................... 40
4.10. Lokasi Isolated Parking Area ................................................................................... 40
4.11. Pusat Informasi (Information Center) ................................................................... 40
BAB V PERAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM KEADAAN DARURAT ................. 41
5.1. Perintah dan Kendali ................................................................................................. 41
5.2. Daerah-Daerah Pertemuan ...................................................................................... 42
5.3. Jalur Penanggulangan Keadaan Darurat ........................................................... 43
BAB VI IDENTITAS DAN JALUR KOMUNIKASI SAAT TERJADI KEADAAN
DARURAT .......................................................................................................................... 45
6.1. Umum ................................................................................................................................. 45
6.2. Identitas Petugas Komando Lapangan..................................................................... 45
6.3. Pimpinan Pos Komando Lapangan............................................................................ 47
6.4. Alur Komunikasi Pada Saat Kecelakaan Pesawat Udara di Bandar Udara . 48
6.5. Alur Komunikasi Pada Saat Kecelakaan Pesawat Udara di Sekitar
Bandar Udara ................................................................................................................... 49
BAB VII TINDAKAN MASING-MASING ANGGOTA KOMITE SESUAI TIPE ............
KEADAAN DARURAT.................................................................................................................... 50
7.1. Kecelakaan Pesawat Udara di Bandar Udara .................................................... 50
7.2. Kecelakaan Pesawat Udara di Sekitar Bandar Udara ..................................... 59
7.3. Keadaan Darurat Penuh (Pesawat Sedang Terbang) ....................................... 66
7.4. Gangguan Tindakan Melawan Hukum ................................................................ 70
7.5. Ancaman Bom (Melibatkan Pesawat Udara) ...................................................... 71
7.6. Ancaman Bom (Melibatkan Gedung atau Fasilitas di Bandar Udara) ...... 72
7.7. Keadaan Darurat di Daratl ...................................................................................... 73
7.8. Kebakaran Gedung di Bandar Udara ................................................................... 74
7.9. Status Waspada Lokal (local stand by) ................................................................ 77
7.10. Kecelakaan Pesawat Udara di Perairan Sekitar Bandar Udara ................... 79
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat Pada 22 November 2022 III Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
vii
7.11. Keadaan Darurat Medis di Bandar Udara (Medical Emergencies) ............. 85
7.12. Keadaan Darurat Karena Bencana Alam ............................................................ 90
7.13. Keadaan Darurat Terkait Barang Berbahaya (Dangerous Goods) .............. 94
BAB VIII TINDAKAN SETELAH KEADAAN DARURAT .................................................. 102
8.1. Pemindahan Pesawat Udara Yang Rusak ............................................................. 102
8.2. Tanggung Jawab Pemindahan .................................................................................. 103
8.3. Sumber Daya Personel dan Peralatan Pemindah Pesawat Yang Rusak ..... 103
8.4. Standar Operasi Prosedur Pemindahan Pesawat Udara Yang Rusak di
Bandar Udara ................................................................................................................. 104
8.5. Evaluasi ............................................................................................................................ 105
BAB IX PRINSIP FAKTOR-FAKTOR KEMANUSIAAN (HUMAN FACTORS) DALAM
RENCANA PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT BANDAR UDARA .............. 106
9.1. Umum ............................................................................................................................... 106
9.2. Tujuan penerapan faktor-faktor kemanusiaan (human factors) dalam
penanggulangan keadaan darurat bandar udara .............................................. 107
9.3. Penerapan Faktor Kemanusiaan (Human Factors) dalam Rencana
Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara ............................................ 108
APPENDIX ....................................................................................................................................... 111
Appendix 1 ...................................................................................................................................... 112
Appendix2 ........................................................................................................................................ 113
Appendix 3.a ................................................................................................................................... 114
Appendix 3.b ................................................................................................................................... 116
Appendix 3.c ................................................................................................................................... 118
Appendix 3.d ................................................................................................................................... 120
Appendix 3.e ................................................................................................................................... 122
Appendix 3.f .................................................................................................................................... 123
Appendix 3.g ................................................................................................................................... 125
Appendix 3.h................................................................................................................................... 127
Appendix,4 ...................................................................................................................................... 129
Appendix.5 ...................................................................................................................................... 130
Appendix 6 ...................................................................................................................................... 134
Appendix 7 ..................................................................................................................................... 135
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat Pada 22 November 2022 III Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
viii
Appendix 8 ...................................................................................................................................... 136
Appendix 9 ...................................................................................................................................... 137
Appendix 10 .................................................................................................................................... 138
Appendix 11 .................................................................................................................................... 144
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat Pada 22 November 2022 III Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
ix
DAFTAR APPENDIX
Appendix 1 Data Bandar Udara Gewayantana Larantuka
Appendix 2 Surat Kesanggupan Dukungan
Appendix 3 3.a. Grid Map Bandar Udara Gewayantana Larantuka Batas
Pagar Bandar Udara Gewayantana Larantuka
3.b. Denah Gedung dan Fasilitas Penting di Bandar Udara
Gewayantana Larantuka
3.c. Grid Map Sekitar Bandar Udara Gewayantana
Larantuka Sampai Dengan Radius 5 miles (± 8 Km)
Dari Titik Referensi Bandar Udara.
3.d. Informasi Tipe Pesawat Udara Yang Beroperasi di
Bandar Udara Gewayantana Larantuka Batas Daerah
Tanggung Jawab Penuh Unit PKPPK
3.e. Gambaran Lokasi Pusat Informasi Tiap Terminal
3.f. Lokasi Isolated Parking Area dan Daerah Apron
Appendix4 Formulir Registrasi Oleh Operator Pesawat Udara untuk
evakuasi bila Terjadi Keadaan Darurat (Registrar’s Form by
Operator Aircraft For Evacuation When Emergency)
Appendix5 Formulir Saran Untuk Latihan Keadaan Darurat
(Emergency Exercise Critique Form)
Appendix6 Tag Untuk Korban Kecelakaan Pesawat Udara
Appendix7 Lokasi Kecelakaan, Collection Area, Triage, Care Area
Appendix8 Lokasi Triage And Medical Care Area Bila Terjadi
Kecelakaandi Darat
Appendix9 Lokasi Triage and Medical Care Area Bila Terjadi
Kecelakaan di Perairan
Appendix 10 10.1. Data Fasilitas PKP-PK
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat Pada 22 November 2022 III Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
x
10.2. Data Fasilitas Bantuan Medis
10.3. Data Bantuan Lainnya
Appendix 11 Lembaran Catatan Perubahan Dokumen Rencana
Penanggulangan Keadaan Darurat
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat Pada 22 November 2022 III Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
xi
DAFTAR SINGKATAN
AEP : Airport Emergency Plan
AMC : Apron Movement Control
ATS : Air Traffic Service
BMKG : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
CIQ : Custom, Immigration and Quarantine
EOC : Emergency Operation Centre/Pusat
Penanggulangan Keadaan Darurat
ETA : Estimated Time of Arrival
KABANDARA : Kepala Bandar Udara
TNI : Tentara Nasional Indonesia
SAR : Search and Rescue
KNKT : Komite Nasional Keselamatan Transportasi
KEMENHUB : Kementerian Perhubungan
POSKO : Pos Komando
PKP-PK : Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan
Pemadam Kebakaran
POLRI : Kepolisian Republik Indonesia
POLSEK : Polisi Sektor
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat Pada 22 November 2022 III Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
xii
KATA PENGANTAR
Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat merupakan
dokumen yang didalamnya tercantum Koordinasi, Komando dan Komunikasi
yang menjadi acuan dalam setiap penanggulangan keadaan darurat yang
berhubungan dengan pesawat udara ataupun tidak berhubungan dengan
pesawat udara, sehingga korban jiwa dapat diminimalkan. Dokumen ini juga
berisi uraian tugas dan tanggung jawab dari unit/instansi yang masuk dalam
organisasi komite penanggulangan keadaan darurat di Kantor Unit
Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana Larantuka dan wilayah
sekitarnya sampai radius ± 5 miles (± 8 Km) dari titik referensi bandar udara.
Pembuatan Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat
(Airport Emergency Plan Document) merupakan kewajiban bandar udara
sesuai ketentuan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor
KP 479 Tahun 2015 Tentang Petunjuk dan Tata Cara Peraturan Keselamatan
Penerbangan Sipil Bagian 139-10 (Advisory Circular CASR Part 139-10)
Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara.
Dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat ini diajukan
kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Direktur Keamanan
Penerbangan untuk dievaluasi dan disahkan. Setelah memiliki dokumen
rencana penanggulangan keadaan darurat ini, Kantor Unit Penyelenggara
Bandar Udara Gewayantana Larantuka bersama-sama dengan semua
anggota komite berkewajiban memelihara/meninjau, mengevaluasi dan
mempertahankan efektifitasnya serta mencantumkan perubahannya pada
lembar perubahan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat Pada 22 November 2022 III Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
xiii
Saran, pendapat dan kritik guna penyempurnaan dokumen rencana
penanggulangan keadaan darurat dapat di sampaikan secara tertulis kepada
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana Larantuka
dengan alamat Jalan Soekarno Hata,No 77,Kabupaten Flores Timur.
Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjasa dalam
penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Kantor
Unit Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana Larantuka
Larantuka, 22 November 2022
KEPALA KANTOR UNIT PENYELENGGARA
BANDAR UDARA GEWAYANTANA-LARANTUKA
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I (III/d)
NIP. 19641231 198703 2 003
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat Pada 22 November 2022 III Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Umum
Ketentuan peraturan Mentri PM. 95 Tahun 2021 tentang Peratuaran
Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 (Civil Aviation Safety Regulation
Part 139) tentang Bandar Udara (Aerodrome), Peraturan Direktur Jendral
Perhubungan Udara Nomor KP. 479 Tahun 2015 Tentang petunjuk dan Tata
cara Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139-10 (Advisory
Circular CASR Part 139-10) Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar
Udaradan International Civil Aviation Organization (ICAO) Annex 14 Volume I
“Aerodrome” dan Doc.9137-AN/898, Part 7 “Airport Emergency Plan (AEP)”,
bahwa bandar udara wajib menyusun dan memiliki Dokumen Rencana
Penanggulangan Keadaan Darurat (Airport Emegency Plan Doc./AEP Doc).
Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat dimaksud terutama
berkaitan dengan keadaan darurat di bandar udara dan sekitarnya sampai
radius 5 miles (± 8 Km) dari titik referensi bandar udara. Selain itu, ruang
lingkup Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat juga mencakup kejadian
yang tidak berkaitan dengan pesawat udara yang terjadi di bandar udara.
Adapun maksud utama Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat
Bandar Udara adalah untuk meminimalkan korban jiwa maupun harta benda
akibat kejadian atau kecelakaan pesawat udara yang terjadi di dalam bandar
udara dan/atau wilayah sekitarnya di luar Bandar Udara.
Kewajiban lain yang berkaitan dengan Rencana Penanggulangan Keadaan
Darurat Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana Larantuka,
adalah mencakup kegiatan-kegiatan:
a. Persiapan sebelum terjadi keadaan darurat;
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
2
b. Pelaksanaan ketika terjadi keadaan darurat;
c. Setelah selesai penanggulangan keadaan darurat.
Karena demikian luasnya ruang lingkup kegiatan dan sangat spesifiknya
pekerjaan serta besarnya tanggung jawab yang dibebankan kepada Bandar
Udara, maka dibutuhkan peran serta instansi/unit kerja yang profesional, baik
yang berada di dalam maupun dari luar Kantor Unit Penyelenggara Bandar
Udara Gewayantana Larantuka.
Untuk memudahkan semua pihak yang terkait langsung dalam
pelaksanaan penanggulangan keadaan darurat di Bandar Udara, diperlukan
adanya Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Kantor Unit
Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana Larantuka yang berisi petunjuk,
batasan tugas, kewajiban, peran dan prosedur bertindak yang berhubungan
dengan pelaksanaan tugas masing-masing unit/instansi yang sifatnya
profesional. Pelaksanaan kegiatan oleh masing-masing unit/instansi kerja
diharapkan berlangsung secara nyata, benar dan terpadu.
Oleh sebab itu, selain keberadaan Dokumen Rencana Penanggulangan
Keadaan Darurat Bandar Udara dimaksud, juga diperlukan adanya
kesepakatan bersama untuk melakukan persiapan, fasilitasi, penyediaan
personel yang mampu dan berkompeten, serta melakukan latihan-latihan
berkala baik secara bersama maupun parsial guna meningkatkan koordinasi,
komando, komunikasi dan kompetensi personel masing-masing instansi/unit
yang terlibat dalam Komite Penanggulangan Keadaan Darurat Kantor Unit
Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana Larantuka.
1.2. Tujuan Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat
Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Kantor Unit
Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana Larantuka bertujuan untuk:
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
3
a. Digunakan oleh masing-masing instansi/unit yang terkait dalam
organisasi komite penanggulangan keadaan darurat, agar lebih mudah
memahami tugas dan tanggung jawab dalam menghadapi kejadian dan
kecelakaan pesawat udara dan/atau keadaan darurat lainnya yang
mengancam bandar udara sehingga dapat berjalan dengan lancar dan
berhasil.
b. Sebagai sarana koordinasi, komunikasi dan komando antara instansi
yang terlibat dalam penanggulangan keadaan darurat dalam mencapai
waktu sesingkat mungkin untuk pemulihan segala akibat dari keadaan
darurat dibandar udara dan sekitarnya sampai radius5 miles (± 8 Km)
dari titik referensi bandar udara.
1.3. Ruang Lingkup
Dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat ini sebagai acuan
untuk persiapan, saat terjadinya keadaan darurat di Kantor Unit Penyelenggara
Bandar Udara Gewayantana Larantuka dan sekitarnya, serta pemulihan yang
akan di lakukan setelah keadaan darurat terjadi. Untuk keadaan darurat, unit
PKP-PK selama jam operasi secara otomatis akan menanggapi keadaan darurat
yang terjadi baik kondisi siaga sampai pemulihan keadaan darurat sesuai sub
bagian CASR 139 D.
Batas tugas dan tanggung jawab unit PKP-PK dalam lokasi keadaan
darurat adalah sebagai berikut:
a. Untuk kecelakaan pesawat udara di bandar udara, unit PKP-PK
bertanggung jawab sebagai pimpinan pos komando lapangan pada saat
melakukan pemadaman kebakaran dan pertolongan, sedangkan
pemadam kebakaran pemerintah daerah setempat sebagai pendukung
operasional bila diperlukan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
4
b. Untuk pemadaman kebakaran bangunan gedung dan fasilitas di bandar
udara, penyelenggara bandar udara wajib membuat kesepakatan dengan
pemadam kebakaran Pemerintah Daerah Kabupaten Flores timur, tetapi
tetap dibawah komando unit PKP-PK bandar udara. Kecelakaan pesawat
udara di sekitar bandar udara sampai Radius 5 miles (± 8 Km) dari titik
referensi bandar udara.
c. Untuk kecelakaan pesawat udara di sekitar bandar udara, sebagai
pimpinan pusat komando lapangan untuk pemadaman kebakaran adalah
pimpinan pemadam kebakaran Pemerintah Daerah Kabupaten Flores
timur, sesuai letak geografis dan wilayah kewenangan daerah tersebut
dan Unit PKP-PK sebagai pendukung operasional.
1.4. Standar dan Referensi
Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat
Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana Larantuka
(Gewayantana Airport Emergency Plan) ini, dengan mengacu pada peraturan
perundangan nasional dan referensi internasional. Peraturan perundangan
yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1.4.1. Peraturan Nasional
a. Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 Nomor 1, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4956);
b. PeraturanMenteri Perhubungan Nomor PM.90 Tahun 2013 tentang
Pengangkutan Barang Berbahaya Menggunakan Pesawat Udara
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
5
c. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM.128 Tahun 2015 tentang
Pemindahan Pesawat Udara Yang Rusak di Bandar Udara;
d. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM.95 Tahun 2021 tentang
Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 (Civil Aviation
Safety Regulations Part 139) tentang Bandar Udara (Aerodrome);
e. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor:
KP. 14 Tahun 2015 tentang Standar Teknis dan Operasional Peraturan
Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 (Manual of Standard CASR
Part 139) Volume IV Pelayanan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan
Dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK); dan
f. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP. 479
Tahun 2015 tentang Petunjuk Dan Tata Cara Peraturan Keselamatan
Penerbangan Sipil Bagian 139-10 (Advisory Circular CASR Part 139-10),
Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara.
1.4.2. Referensi Internasional
a. ICAO Annex 14 Volume 1 Aerodromes.
b. ICAO Doc.9137 - AN/898 Part 1 Rescue and Fire Fighting.
c. ICAO Doc.9137 - AN/898 Part 5 Removal of Disabled Aircraft.
d. ICAO Doc.9137 - AN/898 Part 7 Airport Emergency Planning.
e. ICAO and Pacific Office Airport Emergency Plan (Generic).
1.5. Definisi
1. Alat Pelindung Diri (APD) adalah peralatan yang harus dikenakan untuk
melindungi petugas dari kemungkinan kecelakaan dan atau tertular
penyakit menular;
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
6
2. Ancaman bom adalah suatu ancaman lisan atau tulisan dari seseorang
yang tidak diketahui atau sebaliknya, yang menyarankan atau
menyatakan, apakah benar atau tidak, bahwa keselamatan dari sebuah
pesawat udara yang dalam penerbangan atau di darat, atau bandar udara
atau fasilitas penerbangan, atau seseorang mungkin dalam bahaya
karena suatu bahan peledak;
3. Personel keamanan penerbangan adalah personel yang mempunyai
lisensi yang diberi tugas dan tanggung jawab di bidang keamanan
penerbangan.
4. Badan Usaha Angkutan Udara adalah badan usaha milik negara, badan
usaha milik daerah, dan badan hukum Indonesia berbentuk perseroan
terbatas atau koperasi yang kegiatan utamanya mengoperasikan pesawat
udara untuk digunakan mengangkut penumpang, kargo, dan/atau pos
dengan memungut pembayaran;
5. Badan Usaha Bandar Udara adalah badan usaha milik negara, badan
usaha milik daerah, atau badan hukum Indonesia berbentuk perseroan
terbatas atau koperasi, yang kegiatan utamanya mengoperasikan bandar
udara untuk pelayanan umum;
6. Barang Berbahaya (Dangerous Goods) adalah barang atau bahan yang
dapat membahayakan kesehatan, keselamatan, harta benda dan
lingkungan;
7. Bencana Alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau
serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa
gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan,
dan tanah longsor.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
7
8. Daerah Pergerakan (Movement Area) adalah bagian bandar udara yang
dipergunakan untuk lepas landas, mendarat dan bergerak (taxi) oleh
pesawat udara, yang terdiri dari daerah manuver dan apron.
9. Grid Map adalah peta yang menggambarkan bandar udara dan daerah
sekitarnya sampai radius 5 Miles (± 8 Km) dari titik referensi bandar
udara untuk penanggulangan keadaan darurat. Grid map Bandar Udara
dibuat berwarna, berskala dan menggambarkan lokasi jalan masuk/jalan
pintas dari dan ke bandar udara, tempat penampungan air, dan gedung
pusat pengendalian keadaan darurat, bangunan di sisi udara, sisi darat,
stasiun pemadam kebakaran (Fire Station), apron, taxiway, landasan pacu
(runway), rendezvous point, staging area, tempat mensuplai air,
batas/pagar bandar udara dan jalan lintas kendaraan PKP-PK yang
terbesar dan terberat ke sekitar bandar udara.
10. Isolasi adalah pemisahan orang sakit, bagasi, container, alat angkut, atau
barang bawaan lainnya yang terkontaminasi dengan maksud untuk
mencegah penularan atau penyebaran penyakit atau kontaminasi.
11. Latihan Tabletop (Tabletop Exercises) adalah jenis latihan simulasi strategi
yang dilakukan di dalam ruangan dengan sarana meja bergambar yang
berisi miniatur bandar udara, model pesawat udara dan mobil pemadam
kebakaran yang digunakan untuk menguji kemampuan personel dalam
mengambil keputusan sehubungan dengan kegiatan pertolongan dan
pemadaman kebakaran yang mungkin dilakukan sebelum mencoba
latihan di lapangan.
12. Latihan Modular Exercises adalah jenis latihan yang dilakukan bandar
udara bersama dengan anggota komite lainnya dengan tema latihan yang
telah ditentukan terlebih dahulu.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
8
13. Latihan Keterampilan Khusus (Partial Exercises) adalah suatu bentuk
latihan/uji coba dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat
yang hanya melibatkan anggota komite yang berada di bandar udara, dan
dilaksanakan dalam rangka menguji seluruh fasilitas, prosedur dan
kompetensi personil terkait untuk menghadapi keadaan darurat/siaga
yang sebenarnya.
14. Latihan Skala Penuh (Full-Scale Exercises) adalah suatu bentuk
latihan/uji coba dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat
yang melibatkan semua anggota komite, dan dilaksanakan dalam rangka
menguji seluruh fasilitas, prosedur dan kompetensi personil terkait untuk
menghadapi keadaan darurat/siaga yang sebenarnya.
15. Medical Emergencies adalah penyebaran penyakit menular di bandar
udara secara mendadak baik yang diketahui sebelumnya ataupun tidak
diketahui.
16. Notice To Airmen (NOTAM) adalah Pemberitahuan yang disebarluaskan
melalui peralatan komunikasi yang berisi informasi mengenai penetapan,
kondisi atau perubahan disetiap fasilitas aeronautika, pelayanan,
prosedur atau kondisi berbahaya, berjangka waktu pendek dan bersifat
penting untuk diketahui oleh personil operasi penerbangan.
17. Otoritas Bandar Udara adalah lembaga pemerintah yang diangkat oleh
Menteri dan memiliki kewenangan untuk menjalankan dan melakukan
pengawasan terhadap dipenuhinya ketentuan peraturan perundang-
undangan untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan pelayanan
penerbangan;
18. Penumpang adalah orang yang menggunakan jasa angkutan udara dan
namanya tercantum dalam tiket yang dibuktikan dengan dokumen
identitas diri yang sah dan memiliki pas masuk pesawat (boarding pass).
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
9
19. Peralatan Pemindah Pesawat Udara (Salvage) adalah peralatan untuk
pemindahan pesawat udara yang rusak.
20. Pertolongan Kecelakaan Penerbangan Dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK)
adalah unit bagian dari penanggulangan keadaan darurat.
21. Personel PKP-PK adalah personel yang bertanggung jawab
mengoperasikan dan melakukan pemeliharaan/perawatan kendaraan
PKP-PK dan melakukan penanggulangan keadaan darurat di bandar
udara dan sekitarnya.
22. Komandan Avsec adalah pejabat tertinggi di unit Avsec yang bertugas
pada saat terjadi keadaan darurat sesuai wilayah kewenangannya.
23. Kepala Unit PKP-PK adalah pejabat tertinggi di unit PKP-PK yang bertugas
pada saat terjadi keadaan darurat.
24. Police Line adalah garis pemisah berupa pita berwarna kuning yang
menandai batas area tertentu yang berada dalam pengawasan petugas
kepolisian.
25. Pos Komando Bergerak (Mobile Command Post) adalah kendaraan yang
dipergunakan sebagai pos bergerak dan difungsikan untuk tempat
berkumpulnya seluruh perwakilan dari instansi/unit dalam rangka
evaluasi mempercepat proses penanggulangan keadaan darurat di
lapangan.
26. Rendezvous Point adalah suatu tempat bertemunya para bantuan
termasuk kendaraan, untuk kepentingan penanggulangan keadaan
darurat di bandar udara, pada titik pertemuan tersebut, para bantuan
akan menerima pengarahan untuk menuju staging area.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
10
27. Sabotase adalah suatu tindakan pengerusakan atau penghilangan
terhadap harta benda, yang dapat mengancam atau menyebabkan
terjadinya tindakan melawan hukum pada penerbangan dan fasilitasnya.
28. Security Line adalah garis pemisah berupa pita berwarna kuning yang
menandai batas area tertentu yang berada dalam pengawasan petugas
security.
29. SisiUdara (Airside) adalah Bagian dari bandar udara yang digunakan
untuk pergerakan pesawat udara, kendaraan/peralatan bantu
pelayanan darat pesawat udara yang dilengkapi dengan marka atau
rambu-rambu.
30. Tim Medis adalah tim yang terdiri dari perawat dan dokter atau petugas
yang dididik menangani korban.
31. Tindakan Melawan Hukum (Acts of Unlawful Interference) adalah
tindakan-tindakan atau percobaan yang membahayakan keselamatan
penerbangan dan angkutan udara, berupa:
a. menguasai pesawat udara secara melawan hukum;
b. melakukan pengrusakan/penghancuran pesawat udara di darat (in
service);
c. menyandera orang di dalam pesawat udara atau di bandar udara;
d. masuk kedalam pesawat udara, bandar udara atau tempat-tempat
aeronautika secara paksa;
e. membawa senjata, peralatan berbahaya atau bahan-bahan yang dapat
digunakan untuk tindakan melawan hukum secara tidak sah;
f. menggunakan pesawat udara di darat (in service) untuk tindakan yang
menyebabkan mati, cederanya seseorang, rusaknya harta benda atau
lingkungan sekitar; dan
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
11
g. memberikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan
pesawat udara dalam penerbangan maupun di darat, penumpang,
awak pesawat udara, personel darat atau masyarakat umum pada
bandar udara atau tempat-tempat fasilitas penerbangan lainnya.
32. Alarm Kecelakaan (Crash Alarm/Crash Bell) adalah bell / tanda yang
digunakan sebagai alat untuk memberitahukan adanya kejadian /
keadaan darurat di bandar udara.
33. Care Area adalah lokasi yang digunakan sebagai tempat memberikan
pertolongan pertama bagi korban kecelakaan.
34. Collection Area adalah lokasi yang digunakan sebagai tempat untuk
mengumpulkan pertama kali korban kecelakaan.
35. Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat (Airport Emergency
Plan Document) adalah dokumen yang berisi koordinasi, komando dan
komunikasi antara unit/instansi untuk penanggulangan keadaan
darurat yang terjadi di bandar udara dan sekitarnya sampai radius 5
Miles (± 8 Km) dari titik referensi bandar udara.
36. Full Emergency adalah ketika diketahui bahwa suatu pesawat udara yang
mendekati bandar udara atau dicurigai dalam kesulitan sehingga
terdapat kemungkinan terjadinya kecelakaan;
37. Greeters and Meeters Room adalah suatu tempat / ruangan tertentu di
dalam kawasan suatu bandar udara tertentu yang nyaman dan jauh dari
lokasi kejadian kecelakaan / kebakaran pesawat udara, yang
diperuntukkan sebagai tempat berkumpulnya keluarga para korban.
38. Kebakaran Gedung / Fasilitas (Structural Fires) adalah kebakaran selain
pesawat udara seperti kebakaran gedung atau fasilitas penunjang operasi
penerbangan lainnya yang terjadi di dalam kawasan bandar udara.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
12
39. Kecelakaan (accident) adalah peristiwa pengoperasian pesawat udara yang
mengakibatkan kerusakan berat pada peralatan atau fasilitas yang
digunakan dan/atau korban jiwa atau luka serius.
40. Kecelakaan Pesawat Udara di Bandar Udara adalah kecelakaan pesawat
udara yang terjadi di dalam daerah lingkungan kerja bandar udara.
41. Kecelakaan Pesawat Udara di Sekitar Bandar Udara adalah kecelakaan
pesawat udara di luar daerah lingkungan kerja bandar udara sampai
radius 5 Miles (± 8 Km) dari titik referensi bandar udara.
42. On Scene Commander adalah petugas senior yang ditunjuk oleh ketua
komite sebagai pimpinan pos komando lapangan dalam pelaksanaan
operasi penanggulangan keadaan darurat di bandar udara dan sekitarnya
disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
43. Pusat Penanggulangan Keadaan Darurat (Emergency Operation Centre)
adalah tempat tertentu di bandar udara yang digunakan sebagai pusat
operasional koordinasi dalam penanggulangan keadaan darurat bandar
udara.
44. Runway adalah suatu daerah persegi empat yang ditetapkan pada Bandar
udara yang dipersiapkan untuk kegiatan pendaratan (landing) dan lepas
landas (take off) pesawat udara.
45. Local Standby adalah dimana pesawat udara yang mendekati bandar
udara (approaching) mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan
kesulitan dalam pendaratan karena cuaca buruk atau hal-hal khusus
yang memerlukan kesiagaan.
46. Staging Area adalah tempat yang letaknya strategis untuk lokasi
berkumpulnya para bantuan (kendaraan / peralatan dan personel), yang
telah siap digunakan dalam penanggulangan keadaan darurat di bandar
udara.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
13
47. Triage Area adalah suatu daerah yang digunakan sebagai lokasi
dilakukannya pemisahan korban keadaan darurat sesuai dengan sifat
dan tingkat cidera yang dialami untuk menentukan prioritas perawatan
dan pengangkutan yang diperlukan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
14
BAB II
KEADAAN DARURAT DAN SIAGA
Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Kantor Unit
Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana Larantuka diberlakukan untuk
keadaan-keadaan darurat sebagai berikut :
2.1. Keadaan Darurat (Melibatkan Pesawat Udara)
2.1.1. Kecelakaan Pesawat Udara di Bandar Udara Apabila kecelakaan
pesawat udara telah terjadi di bandar udara.
2.1.2. Kecelakaan Pesawat Udara di Sekitar Bandar Udara Apabila telah
terjadi kecelakaan pesawat udara di sekitar bandar udara sampai
radius 5 miles (± 8 Km) dari titik referensi bandar udara.
2.1.3. Keadaan Darurat Penuh Yang Berhubungan Dengan Pesawat Udara
Sedang Terbang apabila sebuah pesawat udara yang sedang mendekati
bandar udara telah menginformasikan kepada ground bahwa telah
terjadi keadaan darurat dan/atau diketahui mengalami masalah atau
gangguan yang akan menyebabkan atau diprediksi akan menyebabkan
kecelakaan.
2.1.4. Gangguan Tindakan Melawan Hukum Terhadap Pesawat Udara.
Apabila telah diketahui atau dicurigai bahwa sebuah pesawat udara
menjadi subjek ancaman sabotase dan pembajakan, atau aksi lain yang
dapat menpengaruhi terhadap operasional pesawat udara.
2.1.5. Ancaman Bom Terhadap Pesawat Udara Apabila telah diketahui atau
didapatkan informasi bahwa sebuah bom telah diletakkan atau
dicurigai diletakkan di pesawat udara.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
15
2.1.6. Keadaan Darurat Terhadap Pesawat Udara di Darat.
Apabila kejadian yang terjadi melibatkan pesawat udara yang sedang
berada di darat yang mana akan membahayakan keselamatan pesawat
udara tersebut.
2.1.7. Siaga di Tempat (Lokal standby)
Apabila sebuah pesawat udara yang sedang menuju bandar udara
mengalami atau dicurigai mengalami gangguan, namun gangguan
tersebut tidak menyebabkan kecelakaan pesawat udara. Namun
fasilitas PKP-PK wajib bersiap-siap di fire station masing-masing atau
di dekat daerah pergerakan untuk mengantisipasi apabila kejadian
mengarah ke keadaan darurat penuh.
2.1.8. Siaga Cuaca
Ketiga cuaca yang terjadi dapat mempengaruhi keselamatan pesawat
udara pada saat landing dan take-off dan juga keselamatan orang-
orang, bangunan, fasilitas di bandar udara
2.2. Keadaan Darurat Tanpa Melibatkan Pesawat Udara
2.1.9. Ancaman Bom Yang Melibatkan Gedung di Bandar UdaraApabila telah
di ketahui atau didapatkan informasi bahwa sebuah bom telah
diletakkan pada bangunan di bandar udara.
2.2.1. Kebakaran Gedung dan fasilitas di Bandar Udara
Apabila kebakaran terjadi di gedung, fasilitas, peralatan dan kendaraan
bandar udara yang tidak melibatkan pesawat udara secara langsung.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
16
2.2.2. Keadaan darurat akibat bencana alam
Apabila terjadi keadaan darurat di Bandar Udara diakibatkan oleh
bencana alam seperti gempa, gunung meletus, dan lain sebagainya.
2.2.3. Keadaan darurat akibat insiden barang berbahaya (dangerous goods)
Apabila terjadi patahan, kebocoran terhadap barang berbahaya atau
yang dicurigai sebagai barang berbahaya, atau terjadinya kerusakan
atau dicurigai terjadinya kerusakan pada kemasan (container) dari
barang berbahaya.
2.2.4. Keadaan darurat medis
Apabila terjadi keadaan darurat di Bandar udara akibat penyebaran
penyakit menular di Bandar udara secara mendadak baik yang
diketahui sebelumnya atau pun tidak diketahui.
2.3. Tingkat Siaga
2.3.1. Siaga Lokal (Local Standby) adalah aktifitas unit PKP-PK, baik personel
maupun kendaran siap siaga pada tempat dimana unit berada,
penyebabnya adalah :
a. Butir 2.1.7;
b. Butir 2.1.8;
2.3.2. Siaga daruratpenuh (full emergency) adalah aktifitas unit PKP-PK
dalam kondisi siap siaga pada tempat/lokasi yang telah ditentukan
sesuai ketentuan pada kondisi keadaan darurat. Tingkat siaga ini
dilakukan bila terjadi:
a. Butir 2.1.3;
b. Butir 2.1.4;
c. Butir 2.1.5;
d. Butir 2.1.6;dan
e. Butir 2.2.1.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
17
2.3.3. Kecelakaan pesawat udara (aircraft accident) adalah aktifitas unit PKP-
PK langsung menuju ke tempat terjadinya Kecelakaan pesawat udara
(aircraft accident) di bandar udara serta melakukan pemadaman dan
pertolongan. Tingkat siaga ini dilakukan bila terjadi:
a. Butir 2.1.1;dan
b. Butir 2.1.2.
2.3.4. Kebakaran gedung dan fasilitas di Bandar udara (building and
structural fires) adalah aktifitas unit PKP-PK langsung kebakaran
gedung serta melakukan pemadaman dan pertolongan. Tingkat siaga
ini dilakukan bila terjadi butir 2.2.2.
2.3.5. Keadaan darurat lainnya (emergency not involving aircraft or building
fire) adalah aktifitas unit PKP-PK langsung menuju ke tempat
terjadinya kejadian daruratdan melakukan tindakan yang diperlukan.
Tingkat siaga ini dilakukan bila terjadi:
a. Butir 2.2.3;
b. Butir 2.2.4;dan
c. Butir 2.2.5.
2.4. Format Berita Keadaan Darurat
Dari tingkat siaga yang telah dijelaskan pada butir 2.3. maka
dibuatkan format berita keadaan darurat sesuai tingkatan siaga, sebagai
berikut :
2.4.1. Untuk Format Berita Siaga Lokal (Local Standby)
Pada format berita siaga lokal (local standby)ini, unit PKP-PK langsung
melakukan prosedur untuk siaga lokal (local standby) sesuai
ketentuan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
18
Format Siaga Lokal (Local Standby) terkait pesawat udara adalah
a. Nama Bandar Udara : Bandar Udara Gewayantana
Larantuka
b. Tipe pesawat : …………
c. Jumlah penumpang & crew : ………… orang
d. Lokasi : Final/Base leg/Down Wind
e. Perkiraan waktu kedatangan : ………… UTC
f. Landasan yang digunakan : R/W …………
g. Bahan bakar yang masih
tersisa : …………galon atau liter (bila
pesawat udara masih terbang)
h. Kejadian : …………(jenis gangguan)
i. Operator pesawat udara : ………… (yang mengalami
kejadian)
j. Kondisi : Siaga lokal (Local Standby)
2.4.2. Untuk Format Berita Siaga Darurat Penuh (Full Emergency)
Pada format berita siaga darurat penuh (full emergency)ini, unit PKP-
PK langsung melakukan prosedur untuk siaga darurat penuh (full
emergency) sesuai ketentuan.
Format Berita Siaga Darurat Penuh (Full Emergency) terkait pesawat
udara adalah:
a. Nama Bandar Udara : Bandar Udara Gewayantana
Larantuka.
b. Tipe pesawat : …………
c. Jumlah penumpang & crew : ………… orang
d. Lokasi keadaan darurat : Final/Base leg/Down wind
e. Perkiraan waktu kedatangan : …………UTC
f. Landasan yang digunakan : R/W …………
g. Bahan bakar yang masih
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
19
tersisa : ………… gallon atau liter (bila
pesawat udara masih terbang)
h. Kejadian : ………… (jenis gangguan)
i. Nama Airline : ………… (yang mengalami
keadaan darurat)
j. Lokasi, kapasitas bahan dan
barang berbahaya di pesawat
udara : …………(kalau ada)
k. Kondisi : Siaga Darurat Penuh (Full
Emergency)
2.4.3. Untuk Format Berita Kecelakaan Pesawat Udara (Aircraft Accident)
Pada format beritasiaga kecelakaan pesawat udara (aircraft accident)
ini, Unit PKP-PK langsung ke lokasi kebakaran dan melakukan
pemadaman serta penyelamatan.
Format Berita Kecelakaan Pesawat Udara (Aircraft Accident) adalah:
a. Nama Bandar Udara : Bandar Udara Gewayantana
Larantuka
b. Tipe pesawat : …………..
c. Jumlah penumpang & crew : ………….. orang
d. Lokasi kecelakaan : Final/Base leg/Down wind
e. Waktu kejadian : …………..UTC
f. Landasan yang digunakan : R/W …………..
g. Bahan bakar yang masih
tersisa : ………….. galon (bila pesawat
udara masih terbang)
h. Kejadian : Aircraft Crash (3x), lokasi
sesuai grid map
i. Nama Airline : ………….. (yang mengalami
kecelakaan)
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
20
j. Lokasi, kapasitas bahan dan
barang berbahaya di pesawat
udara :…………..(kalau ada)
k. Kondisi : Siaga Kecelakaan Pesawat
(Aircraft Accident)
2.4.4. Untuk Format Berita Kebakaran Gedung dan Fasilitas Di Bandar
Udara (Building and Structural Fires) dan Keadaan Darurat Lainnya
(Emergency Not Involving Aircraft Or Building Fire) Untuk format berita
kebakaran gedung dan fasilitas di bandar udara (building and
structural fires) dan keadaan darurat lainnya (emergency not involving
aircraft or building fire), unit PKP-PK langsung ke lokasi kejadian
keadaan darurat dan melakukan tindakan yang diperlukan, sebagai
berikut:
a. Nama Bandar Udara : Bandar Udara Gewayantana
Larantuka
b. Lokasi : …………..
c. Kejadian : Kebakaran …………..(3x) lokasi
sesuai grid map
d. Kondisi : Kebakaran gedung/fasilitas
Bandar Udara
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
21
BAB III PENGATURAN MANAJEMEN
3.1. Komite Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara
Komite penanggulangan keadaan darurat bersama-sama penyelenggara
Bandar Udara selalu melakukan usaha untuk mempertahankan,
mengembangkan, dan melanjutkan keberadaan dokumen penanggulangan
keadaan darurat melalui:
a. pertemuan yang dilakukan selambat-lambatnya satu kali dalam satu
tahun;
b. latihan yang dilakukan secara terencana;
c. evaluasi setelah terjadinya keadaan darurat di Bandar Udara dan
sekitarnya; atau
d. penyesuaian terhadap perubahan peran dan tanggung jawab masing-
masing anggota komite yang terlibat dalam penanggulangan keadaan
darurat.
3.1.1. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana
Larantuka (selaku Ketua Komite) wajib melaporkan perihal terjadinya
keadaan darurat kepada :
a. Direktur Jenderal Perhubungan Udara
b. Ketua KNKT
c. Direktur Bandar Udara
d. Direktur Navigasi Penerbangan
e. Direktur Keamanan Penerbangan
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
22
f. Direktur Angkutan Udara
g. Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara
h. Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali
i. Dirut Perum LPPNPI Kupang
j. Bupati Flotim
3.1.2. Sedangkan susunan komite adalah sebagai berikut:
a. Unit/instansi yang berada di Bandar udara yaitu :
1. Stasiun Meteorologi Gewayantana Larantuka
2. KPNP LPPNPI Unit Larantuka
3. Aviation Security Bandar Udara Gewayantana Larantuka
4. PKP-PK Bandar Udara Gewayantana Larantuka
5. PT WingsAir Larantuka
6. PT Trans Nusa Larantuka
7. PT TND Cabang Larantuka
8. Pos Polisi Bandara
b. Instansi yang berada di sekitar Bandar udara sampai radius 5 miles (±
8 Km) dari titik referensi bandar udara yaitu:
1. Polres [Link]
2. Polsek Ile Mandiri;
3. Kodim 1642 Flotim
4. Dishub Kab. Flotim
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
23
5. Rumah Sakit Umum H. Fernandes Larantuka
6. Puskesmas Waima
7. BPBD Kab. Flotim
8. DPU Kab. Flotim
9. Dinas Kesehatan Kab. Flotim
10. Satuan Polisi Pamong Praja Kab. Flotim
11. Kecamatan Ile Mandiri
12. Desa Tiwatobi
3.2. Tugas-Tugas Komite Penanggulangan Keadaan Darurat
3.2.1. Pembina Sebagai Pembina komite penanggulanagn keadaan darurat
Bandar udara Gewayantana Larantuka adalah kepala kantor otoritas
Bandar udarawilayahIV Bali
Tanggung jawab dari Pembina adalah sebagai berikut :
1. Melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan
penanggulangan keadaan darurat yang terjadi di Bandar udara
Gewayantana Larantuka dan sekitarnya.
2. Menilai keadaan darurat secara terus menerus bersama-sama ketua
komite dan anggota komite lainnya.
3. Memberikan pertimbangan masukan kepada Ketua komite dalam
penanggulangan keadaan darurat.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
24
3.2.2. Ketua
Yang menjadi ketua komite penanggulangan keadaan darurat adalah
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana
Larantuka.
Tanggung jawab :
a. Mengaktifkan EOC (bila diperlukan).
b. Menilai keadaan darurat secara terus menerus bersama-sama anggota
komite lain setelah mendapatkan laporan dari pimpinan pusat
komando lapangan.
c. Menugaskan anggota komite lain ke pusat komando lapangan (bila
diperlukan).
d. Menindak lanjuti kebutuhan di lapangan sesuai permintaan pimpinan
pusat komando lapangan.
e. Memberikan pengarahan atau brefing awal dan memulai perencanaan
berdasarkan analisa fakta dari laporan
f. Bertindak sebagai pimpinan/komando sesuai dengan kewenangannya.
g. Mengkoordinir kegiatan di pusat kendali krisis.
h. Menentukan pemberlakuan dan pencabutan keadaan darurat setelah
kondisi keadaan darurat sudah selesai dan hasil laporan dari pimpinan
pusat keadaan darurat.
i. Memberikan keterangan pers.
j. Melaporkan keadaan darurat dan hasil kegiatan yang telah dilakukan
kepada Pejabat sebagaimana disebutkan pada 3.1.1.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
25
3.2.3. Wakil Ketua
Membantu ketua komite dalam tugas-tugasnya dan berperan sebagai
pimpinan komite bila ketua komite berhalangan.
3.2.4. Sekretaris
Melaksanakan tugas-tugas administrasi di EOC.
3.2.5. Anggota
a. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai bidangnya;
b. Melaporkan kepada ketua komite, bila ada permintaan kebutuhan
sumber daya di lapangan dari pimpinan pusat komando lapangan;
c. Selalu berkoordinasi dengan pimpinan pusat komando lapangan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
26
3.3. Bagan Organisasi Komite Penanggulangan Keadaan Darurat
KEPALA KANTOR OTORITAS BANDAR UDARA
WIL. IV BALI
KEPALA KANTOR UPBU KELAS III BUPATI FLORES TIMUR
GEWAYANTANA-LARANTUKA
DANDIM KAB. FLORES TIMUR
KAPOLRES KAB. FLORES TIMUR
KASUBAG TATA USAHA UPBU KELAS III SUB. KOORDINATOR TEKNIK OPERASI,
GEWAYANTANA-LARANTUKA KEAMANAN DAN PELAYANAN DARURAT
KEPALA KANTOR STASIUN BMKG KEPALA UNIT PKP-PK UPBU KELAS III
GEWAYANTANA-LARANTUKA GEWAYANTANA-LARANTUKA
PTS LPPNPI UNIT LARANTUKA KEPALA UNIT AVSEC UPBU KELAS III
GEWAYANTANA-LARANTUKA
MANAGER PT WINGS AIR LARANTUKA KEPALA DINAS PERHUBUNGAN KAB. FLORES
TIMUR
KEPALA DINAS KESEHATAN KAB. FLORES DIREKTUR RSUD H. FERNANDES KAB. FLORES
TIMUR TIMUR
KEPALA KANTOR BPBD KAB. FLORES TIMUR KEPALA KANTOR DPU KAB. FLORES TIMUR
CAMAT ILE MANDIRI KEPALA SATPOL PP LARANTUKA
KEPALA PUSKESMAS WAIMANA KEPALA DESA TIWATOBI
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
27
KETERANGAN BAGAN ORGANISASI KOMITE
Jabatan Jabatan dalam
Instansi Nama Pejabat HP/Telp: Alamat Instansi
Dalam Komite Instansi
Jl juanda NO.1
Kantor Otban Wilayah IV
Pembina Kepala Kantor Putu Eka Chayadhi 081293932234 tuban Deanpasar
Bali
Bali
JLSoekarno –Hata
Ketua Kepala Kantor UPBU Gewayantana Paga Magdalena 082188287248
No .77
Sekretaris
JLSoekarno –Hata
Merangkap Kasubag Tata Usaha UPBU Gewayantana Marsia Prada Nama 081339366594
No .77
Anggota
Kanit Frans Antonius K JLSoekarno –Hata
Anggota 1 UPBU Gewayantana 08123908756
pati No .77
PKP-PK
JLSoekarno –Hata
Anggota 2 Kanit Aviation Security UPBU Gewayantana Paulus M Derosari 082339572353
No .77
Antonius H. Gege
Anggota 3 Bupati Bupati Kab. Flotim 082137944491 -
Hadjon. ST
Letkol Infantri
0Anggota 4 Komandan Kodim Kodim 1642 Kab. Flotim (0383) 21016 Jl. Udayana No.1
Tunggul Jati,SH
AKBP. Deni [Link]
0Anggota 5 Kepala Polres Polres [Link] 081319901997
Abrahams No.76 Larantuka
Jl. Sudirman,
Anggota 6 Direktur RSUD H. Fernandes dr. Sanny (0383) 21287
Larantuka
JL. Soekarno –
0Anggota 7 PLH. Kepala Stasiun BMKG Gewayantana Arif Sanjaya,[Link] 081380506498
Hata No .77
Perum LPPNPI unit Mochamad JL. Soekarno –
0Anggota 8 Kepala Kantor 081239868801
Larantuka Gustrianada Hata No .77
Alfonsus Hada Jln. Sarabiti
0Anggota 9 Kepala Kantor BPBD Kab. Flotim (0383) 22276
Betan,SP Larantuka
Jln. Imam Bonjol
Anggota 10 Kepala Kantor DPU Kab. Flotim Jhon Fernandes ST. (0383) 21130
No. 33
Dinas perhubungan Kab. Laurensius Yitno Jln. Jend.
0Anggota 11 Kepala Dinas (0383) 21039
Flotim Wada,S.E,[Link] Sudirman
Robertus
UPTD Puskesmas
0Anggota 12 Kepala Puskesmas Fransiskus 085253132434 [Link] Buang
waimana
Tukan,[Link]
PT. Wings Air Abadi JLSoekarno –Hata
Anggota 13 Manager PT. Wings Air Lily Kusmiati 08118233191
Larantuka No .77
Xaverianus Nabo Jln. Trans Oka -
0Anggota 14 Camat Kantor Camat Ile Mandiri 085231473370
lian,SS watowiti
Dinas Kesehatan Kab. dr. Agustinus Ogie
Anggota 15 Kepala Dinas 085253006161 [Link] Yani
Flotim. Silimalar
SAT POL PP Agustinus Ola
0Anggota 16 KASAT POL PP 082359581091 [Link] Yani
Sabon,[Link],[Link]
Kab. Flotim
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
28
Yosep Duli
0Anggota 17 Kepala Desa Kantor Desa Tiwatobi 081239320150 [Link] Hatta
Lamablawa
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
29
3.4. Peninjauan Dokumen
Dalam dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat, dijelaskan
bagaimana melakukan peninjauan rencana kegiatan sebelum, saat terjadi dan
pemulihan setelah terjadi keadaan darurat.
3.4.1. Pengujian dan Peninjauan (review)
Proses Peninjauan Dan Pengujian terhadap dokumen rencana
penanggulangan keadaan darurat merupakan amanah CASR139 yang
pelaksanaannya dilakukan oleh semua anggota komite dan
penyelenggara bandar udara melalui proses koordinasi, sesi tanya
jawab guna mengidentifikasi bagian-bagian dokumen rencana
penanggulangan keadaan darurat yang perlu diperbaiki dan
direkomendasikan untuk dilakukan perubahan.
Dalam Rangka Memastikan Bahwa dokumen rencana penanggulangan
keadaan darurat sesuai kondisi terakhir (up to date), maka dilakukan
peninjauan dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat
Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana Larantuka:
a. Setelah keadaan darurat yang tercantum dalam dokumen ini (kecuali
untuk stand by lokal)
b. pelaksanaan latihan skala penuh
c. Saat peran dan tanggung jawab setiap pihak yang akan terlibat badan
atau organisasi berubah secara signifikan dan
d. Dalam pertemuan tahunan ada hal-hal administratif yang mungkin
belum tertampung dalam tinjauan yang telah dilakukan sebelumnya.
Rekaman pelaksanaan peninjauan wajib disimpan selama jangka
waktu 3(tiga) tahun sesuai dengan Peraturan DirekturJenderal
Perhubungan Udara Nomor: KP. 90 Tahun 2015 Tentang petunjuk dan
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
30
tata cara Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 – 10
(Advisory Circular CASR part 139-10), Rencana Penanggulangan
Keadaan Darurat Bandar Udara.
3.5. Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat
3.5.1. Tujuan
[Link]. Untuk menguji efektifitas dari dokumen rencana penanggulangan
keadaan darurat.
[Link]. Untuk menguji (testing) dan memastikan bahwa dokumen rencana
penanggulangan keadaan darurat dipahami oleh semua anggota
komite sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Penyelenggara bandar udara bersama angota semua komite wajib
melakukan:
(1) Latihan tabletop dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam
enam bulan untuk meningkatkan komando, koordinasi, komunikasi
dan kesiapan fasilitas penanggulangan keadaan darurat yang
melibatkan sebagian atau seluruh anggota komite penanggulangan
keadaan darurat.
(2) Latihan keadaan darurat sebagaimana dilaksanakan untuk
meningkatkan komando, koordinasi, komunikasi dan kesiapan
fasilitas yang melibatkan semua anggota komite dengan ketentuan
sebagai berikut :
a. melaksanakan latihan penanggulangan keadaan darurat skala penuh
(full scale exercise) dengan jarak (interval) 2(dua) tahun dan
diantaranya dilaksanakan latihan skala khusus (partial exercise) untuk
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
31
memastikan setiap kekurangan yang dijumpai dalam latihan skala
penuh telah diperbaiki atau
b. melaksanakan latihan penanggulangan keadaan darurat skala penuh
(full scale exercise) dengan jarak (interval) 3(tiga) tahun dan diantaranya
melaksanakan serangkaian latihan modular (modular exercise).
(3) Latihan modular (modular exercise) sebagaimana dimaksud pada
angka (3) huruf b sebagai berikut:
a. Modul 1 – Menyampaikan berita darurat (raising the alarm);
b. Modul 2 – Rendezvous Point (RVP);
c. Modul 3 – Pelayanan Medis (medical services);
d. Modul 4 – Komando Operasi (operational command);
e. Modul 5 – Komando Taktis (tactical command);
f. Modul 6 – Komando Strategis (strategic command);
g. Modul 7 – Pusat-pusat penerimaan bandara (airport reception
centres);
h. Modul 8 – Pengaturan pasca bencana (post disaster management);
i. Modul 9 – Pemulihan usaha (business recovery) dan
j. Modul 10 – Latihan penanggulangan keadaan darurat skala penuh
(live full scale exercise).
3.5.2. Perencanaan Latihan
[Link]. Perencanaan latihan dilakukan antara penyelenggara bandar
udara bersama-sama dengan semua anggota komite mulai dari
persiapan sampai dengan pelaksanaan latihan dan evaluasi
latihan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
32
[Link]. Dalam skenario latihan skala penuh (full scale excercise), jumlah
penumpang yang berperan penimbul situasi (bulsit) harus sesuai
dengan jumlah tempat duduk (seat) pada pesawat udara terbesar
yang beroperasi di bandar udara.
3.5.3. Penyuluhan (briefing)
Sebelum pelaksanaan latihan, ketua komite wajib melakukan
penyuluhan perihal skenario yang akan dilakukan dan penjelasan
peran dan tanggung jawab dari Anggota komite dan/atau lembaga
bantuan lain (kalau ada).
3.5.4. De-Briefing
Setelah pelaksanaan latihan skala penuh (full scale exercises), latihan
keterampilan khusus (partial exercises) dilakukan de-briefing. Pada
sesi ini setiap pengamat akan memberikan saran secara lisan atau
tertulis secara konstruktif dimana dokumen rencana penanggulangan
keadaan darurat dapat diperbaiki dan/atau direkomendasikan untuk
dilakukan amandemen /perubahan (kalau dibutuhkan).
3.5.5. Peninjauan Kembali Dokumen
Dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat akan ditinjau
dan/atau diubah berdasarkan rekomendasi dari anggota komite
berdasarkan pengamatan pada hasil latihan dan perubahan-
perubahan aturan yang berlaku secara nasional atau oleh karena
alasan lain.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
33
3.6. Pengujian Peralatan Penanggulangan Keadaan Darurat
Untuk mengetahui kondisi peralatan komunikasi dan kendaraan PKP-PK
dilakukan test secara terencana, sebelum dan sesudah terjadi keadaan darurat
serta hasil test tersebut akan dicatat dan menjadi arsip di bandar udara.
3.6.1. Pengetesan Alarm Kecelakaan (crash alarm) di Ruang Pemandu Lalu
Lintas Penerbangan.
Untuk mengetahui kesiapan kondisi alarm kecelakaan maka
penyelenggara bandar udara melakukan pengetesan setiap hari 1 kali
pukul 00.00UTC (08.00LT) dengan cara mengaktifkan alarm
kecelakaan dari ruang pemandu lalu lintas penerbangan, dan
sebelumnya telah di informasikan kepada unit PKP-PK.
3.6.2. Pengetesan Peralatan Komunikasi Antara EOC Dengan Semua Anggota
Komite.
Untuk mengetahui kondisi peralatan komunikasi antara EOC dengan
semua anggota komite dilakukan test peralatan komunikasi, yang
pelaksanaannya satu kali dalam 3(tiga) bulan pada minggu pertama
hari senin pada jam, 01.00 UTC (09.00 UTC) oleh petugas yang ada di
pusat penanggulangan keadaan darurat.
3.6.3. Pengujian (testing) Fasilitas PKP-PK.
Untuk mengetahui kondisi kendaraan PKP-PK bandar udara maka
dilakukan pengetesan internal terhadap performance :
a. Kendaraan Foam Tender (F IV dan F V) : setiap hari pukul 06.00 sampai
pukul 06.30 WITA (22.00 – 22.30 UTC).
b. Kendaraan Ambulance : setiap hari pukul 06.00 sampai pukul 06.30
WITA (22.00 – 22.30 UTC).
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
34
c. Peralatan pendukung operasional : setiap hari pukul 06.00 sampai
pukul 06.30 WITA (22.00 – 22.30 UTC).
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
35
BAB IV PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT
4.1. Pusat Penanggulangan Keadaan Darurat (EOC)
4.1.1. Fungsi
Sebagai pusat manajerial dalam penanggulangan keadaan darurat di
bandar udara dan sekitarnya sampai 5 miles (± 8 Km) dari titik
referensi bandar udara, sehingga sasaran yang diharapkan dapat
tercapai.
4.1.2. Aktivasi
EOC di Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana
Larantuka, diaktifkan untuk keadaan darurat di bandar udara baik
yang berhubungan dengan pesawat udara atau bangunan di bandar
udara, kecelakaan pesawat udara di bandar udara dan sekitarnya,
peristiwa pembajakan pesawat udara di bandar udara, ancaman bom
pada pesawat udara di bandar udara, ancaman bom di gedung di
bandar udara dan untuk keadaan lain yang dipandang perlu oleh
Ketua komite penanggulangan darurat.
EOC juga menjadi pusat koordinasi, komando dan komunikasi
penanggulangan keadaan darurat di sekitar Kantor Unit
Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana Larantuka.
4.1.3. Lokasi
Lokasi gedung EOC terletak di Ruangan PKP-PK Lantai Dua (2)
Unit Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana Larantuka.
4.1.4. Perwakilan unit/Instansi pada EOC sesuai dengan paragraf 3.2.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
36
4.2. Pusat Komando Lapangan
4.2.1. Fungsi
Sebagai pusat koordinasi, komando dan komunikasi penanggulangan
keadaan darurat di dekat lokasi kecelakaan terjadi.
4.2.2. Aktivasi dan Lokasi
Pos Komando Lapangan diaktifkan apabila terjadi keadaan darurat
dan/atau saat dilakukan latihan skala penuh maka pimpinan Pos
Komando Lapangan ditentukan oleh kepala bandar udara untuk
menjadi on-scene commander di lokasi kecelakaan terjadi. Pos
Komando Lapangan menjadi pusat koordinasi, komando dan
komunikasi penanggulangan keadaan darurat di lokasi kecelakaan
terjadi.
Semua instansi yang akan terlibat dalam merespon keadaan darurat
harus melapor ke pusat komando lapangan untuk mendapatkan
petunjuk ketika tiba di lokasi kecelakaan terjadi.
Pada kejadian ancaman bom, pembajakan pesawat udara, sabotase,
maka kepala unit PKP-PK berkoordinasi dengan koman dan aviation
security dan/atau Kepala Bandar Udara untuk menentukan titik
lokasi pos komando lapangan. Lokasi pos komando dapat
dipindahkan berdasarkan arahan sesuai hasil koordinasi, bila
keadaan bertambah parah
Pada kejadian kecelakaan pesawat udara lokasi Pos Komando
Lapangan penempatannya sekurang-kurangnya pada jarak 100 m
dari tempat kejadian dan searah arah angin. Untuk mempermudah
pengenalan Pos Komando Lapangan dibuatkan tanda yang menyolok
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
37
yaitu mengibarkan bendera berwarna orange, memasang balon atau
memasang lampu berputar dengan warna merah.
Penentuan pimpinan pusat komando lapangan di dasarkan prioritas
penanggulangan sesuai dengan kondisi keadaan darurat.
4.3. Staging Area
Untuk mempercepat pelaksanaan penanggulangan keadaan darurat
maka dilakukan penentuan lokasi paling dekat dengan kejadian sehingga pihak-
pihak terkait yang akan terlibat dalam merespons dapat langsung diarahkan
dari pusat penanggulangan keadaan darurat ke staging area.
EOC
ON SCENE
STAGING
COMMANDER
AREA
MOBILE
COMMAND POST
INCIDENT/ACCIDENT
SITE
4.4. Triage Area
4.4.1. Fungsi
Tempat/lokasi bagi petugas medis untuk pemilahan dan
mengklasifikasikan korban kecelakaan sehingga dari lokasi tersebut
akan diberikan label/tanda pasien yang penanganannya disesuaikan
skala prioritas kondisi korban.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
38
4.4.2. Lokasi
Lokasi dari triage area adalah berdekatan dengan Pos Komando
Lapangan yang jaraknya 100 meter dari tempat keadaan darurat,
sehingga di lokasi tersebut perlu disiapkan peralatan untuk
mempercepat pengangkutan pasien sesuai prioritas penanganan.
Pada triage area perlu disiapkan petugas medis dan peralatan dari:
a. Dinas kesehatan Kab. Flotim
b. Rumah Sakit Umum Daerah H. Fernandes Larantuka
c. Puskesmas waimana.
4.5. Pengangkutan Korban Meninggal
Sebelum dilakukan pemindahan korban yang meninggal dari lokasi
keadaan darurat, maka Tim Disaster Victim Identification (DVI) melakukan
tindakan Fase Olah TKP dan Fase Post Mortem sesuai Standard Prosedur DVI
yang mengacu kepada interpol DVI Guideline. Pemindahan korban menjadi
tanggung jawab operator pesawat udara berkoordinasi dengan Ketua Komite
Penanggulangan Keadaan Darurat.
4.6. Pusat Penerimaan Penumpang (Passangers Holding Area)
Korban yang merupakan penumpang dari pesawat udara yang mengalami
kecelakaan / insiden (tidak termasuk meninggal) ditempatkan di lokasi tertentu
untuk dilakukan pendataan dan pengobatan pertama sebelum diserahkan
kepada keluarga dan sanak keluarga korban. Lokasi pusat penerimaan
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
39
penumpang ditempatkan di dalam terminal kedatangan namun bila lokasi
tersebut penuh dengan penumpang maka Kepala Bandar Udara Gewayantana
Larantuka dapat memindahkan ke lokasi lain dengan syarat tidak ada akses
langsung ke daerah sisi udara.
Pendataan terhadap penumpang korban menjadi tanggung jawab Badan
Usaha Angkutan Udara yang mengalami keadaan darurat berkoordinasi dengan
Ketua Komite Penanggulangan Keadaan Darurat. Sebagai penanggung jawab
terhadap seluruh kegiatan di pusat penampungan korban adalah operator
pesawat udara berkoordinasi dengan Kepala Bandar Udara Gewayantana
Larantuka
4.7. Pusat Penampungan Awak Pesawat Udara (Crew Reception Room)
Perlu dicatat bahwa awak pesawat udara yang mengalami keadaan
darurat harus dipisahkan dari para penumpang ke daerah yang terpisah dengan
pusat penampungan korban lainnya. Pembentukan pusat penerimaan awak
menjadi tanggung jawab Kepala Kantor bandar udara sambil berkoordinasi
dengan operator pesawat udara. Lokasi penampungan awak pesawat udara
terletak di ruangan KTU.
4.8. Ruangan Wawancara (conference room)
Fungsi/Lokasi
Lokasi ruangan wawancara terletak di ruang kepala Unit Penyelengara Bandara
Udara Gewayantana Larantuka atau sesuai dengan arahan dari Kepala Kantor
bandar udara.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
40
4.9. Greeters & Meeters Room
Lokasi greeters and meters merupakan lokasi yang disediakan sebagai
tempat pertemuan Antara keluarga atau kerabat dengan korban kecelakaan.
Fasilitas greeters and meters difasilitasi oleh Badan Usaha Angkutan Udara yang
mengalami kecelakaan atau kejadian serta dilengkapi oleh personel
pengamanan yang memadai. Lokasi ruangan greeters and meters terletak
di halaman parkir terminal kedatangan Kantor Unit Penyelengara Bandar Udara
Gewayantana Larantuka.
4.10. Lokasi Isolated Parking Area
Pesawat udara yang menjadi sasaran tindakan melawan hukum, maka
lokasi pesawat udara tersebut langsung ketempat parkir khusus (isolated
parking area). Lokasi isolated parking area terletak di ujung Runway 28.
4.11. Pusat Informasi (Information Center)
Korban atau kerabat kecelakaan pesawat udara pada dasarnya
memerlukan informasi terkait dengan kondisi atau perkembangan penanganan
keadaan darurat. Pusat informasi berfungsi untuk memberikan informasi
terkait perkembangann (update) penanganan keadaan darurat tersebut. Pusat
informasi di fasilitasi oleh operator pesawat udara yang mengalami keadaan
darurat serta di lengkapi oleh personel pengamanan yang memadai. Lokasi
pusat informasi terletak di depan selasar terminal keberangkatan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
41
BAB V
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM KEADAAN DARURAT
5.1. Perintah dan Kendali
5.1.1. Kecelakaan Pesawat Udara di Bandar Udara
Komando dan penanggung jawab terhadap seluruh operasional
keadaan darurat di Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara
Gewayantana Larantuka berada di tangan Komite
Penanggulangan Keadaan Darurat. Ketua Komite
Penanggulangan Keadaan Darurat mengendalikan secara
manajerial terhadap seluruh penanggulangan keadaan darurat
melalui EOC sebagaimana tertulis dalam Rencana
Penanggulangan Keadaan Darurat ini.
Pimpinan pada Pos Komando Lapangan adalah Sub Koordinator
Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat UPBU
Gewayantana Larantuka. Pos Komando Lapangan terdapat unsur-
unsur pimpinan antara lain komandan pemadam kebakaran
(Kanit PKP-PK) atau Komandan satuan pengamanan (Komandan
AVSEC dan Komandan kepolisian), koordinator kesehatan,
koordinator transportasi dan kepala forensik bila terjadi keadaan
darurat di bandar udara.
5.1.2. Kecelakaan Pesawat Udara di Sekitar Bandar Udara.
Perwakilan pemerintah daerah Kab. Flores Timur, dan Kapolres
Flores Timur akan menjadi pemegang tanggung jawab dan kendali
atas semua aktifitas penanggulangan kecelakaan pesawat udara
yang terjadi di sekitar bandar udara sampai radius 5 miles (± 8
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat 22 November III Gewayantana-Larantuka
Pada 2022
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
42
Km) dari titik referensi bandar udara.
5.1.3. Gangguan Keamanan
Kanit Avsec Bandara Gewayantana Larantuka sambil
berkoordinasi dengan Kapolres Flores Timur bertanggung jawab
atas keamanan di bandar udara sewaktu terjadi keadaan darurat
seperti adanya pelanggaran melawan hukum dan ancaman bom
di Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana
Larantuka.
5.2. Daerah-Daerah Pertemuan
Untuk mempercepat pemahaman terhadap pihak-pihak yang akan
terlibat untuk penanggulangan keadaan darurat, maka berikut di
informasikan lokasi titik pertemuan
5.2.1. Titik Pertemuan (rendezvous point) untuk keadaan darurat di
bandar udara yaitu di depan pos masuk jalan bandara
(perbatasan antara daerah publik dengan daerah sisi udara)
sekitar 10 m dari akses masuk ke Bandar Udara Gewayantana
Larantuka.
Personel dan sumber daya pendukung lain yang berasal dari luar
Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana
Larantuka ke (staging area)/ daerah pertemuan kedua apabila
di minta oleh On-scene commander.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat 22 November III Gewayantana-Larantuka
Pada 2022
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
43
5.2.2. Titik Pertemuan (rendezvous point) untuk kecelakaan pesawat
udara di sekitar bandar udara, yaitu titik yang berada di luar
Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana
Larantuka (di sesuaikan dengan kondisi lokasi kecelakaan
pesawat udara di sekitar bandar udara).
5.2.3. Titik Berkumpul (staging area) untuk keadaan darurat di bandar
udara, yaitu terletak di belakang bangunan PKP-PK. Sedangkan
kejadian di sekitar bandar udara disesuaikan dengan kondisi di
lapangan.
5.3. Jalur Penanggulangan Keadaan Darurat
5.3.1. Keadaan Darurat di Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara
Gewayantana Larantuka
a. Untuk keadaan darurat di bandar udara, kendaraan-kendaraan
yang akan di gunakan masuk melalui jalur pintu timur di mana
personil keamanan Bandar udara (AVSEC) akan membantu
memberikan petunjuk selanjutnya ke titik pertemuan (rendezvous
point) kedua apabila situasi makin membutuhkan.
b. Semua personel dan kendaraan tetap berada di sekitar bandar
udara sampai secara khusus di panggil oleh on-scene commander
ke titik pertemuan (rendezvous point).
c. Semua personel dan kendaraan yang di panggil dari titik
pertemuan (rendezvous point) akan di arahkan menuju staging
area di halaman parkir PKP-PK dan menunggu instruksi
selanjutnya
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat 22 November III Gewayantana-Larantuka
Pada 2022
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
44
d. Untuk pesawat udara yang mengalami kecelakaan di sekitar
bandar udara, arahan akan di berikan kepada personel dan
kendaraan yang sedang berada di titik pertemuan (rendezvous
point).
5.3.2. Keadaan Darurat di Sekitar Bandar Udara Gewayantana
Larantuka
Untuk kecelakaan pesawat udara di sekitar Bandar Udara,
penentuan lokasi Rendezvous Point di tentukan oleh BPBD Kab.
Flotim, berdasarkan informasi awal yang di peroleh dari Unit PKP-
PK Bandar Udara Gewayantana Larantuka dan petugas Polres
Flores Timur di bantu oleh petugas Avsec Bandar Udara
Gewayantana Larantuka langsung mengarahkan petugas dan
kendaraan ke staging area.
5.3.3. Penggunaan Grid Map
Pada Appendix 3 di berikan grid map yang memberikan peta
situasi Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana
Larantuka dan sekitarnya sampai radius 5 miles (± 8 Km) dari titik
referensi bandar udara.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas
Dibuat 22 November III Gewayantana-Larantuka
Pada 2022
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2
003
45
BAB VI IDENTITAS DAN JALUR KOMUNIKASI SAAT TERJADI KEADAAN
DARURAT
6.1. Umum
Sebagaimana telah di paparkan pada Bab I bahwa penanggulangan
keadaan darurat tidak dapat di laksanakan oleh Kantor Unit Penyelenggara
Bandar Udara Gewayantana Larantuka secara sendiri, untuk itu sangat
diperlukan keterlibatan/bantuan dari berbagai unit/instansi yang mungkin
terkait langsung atau tidak langsung dalam penanggulangan keadaan darurat
di bandar udara dan sekitarnya.
6.2. Identitas Petugas Komando Lapangan
Untuk memudahkan identifikasi/perbedaan masing-masing
unit/instansi yang terkait langsung di lapangan, terutama para komandan/
kepala/koordinator dari unit/instansi harus memakai topi berwarna dan rompi
dengan tulisan yang memantulkan cahaya baik dari depan maupun dari
belakang.
6.1.1. Warna topi sebagai berikut:
a. Merah
Untuk Komandan Pemadam Kebakaran (Kanit PKP-PK atau Kepala
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan)
b. Biru
Untuk Komandan satuan Pengamanan (Kanit Avsec UPBU atau
Kapolres);
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
46
c. Putih (tulisan merah)
Untuk Koordinator Kesehatan (Koordinator KKP)
d. Orange
Untuk Ketua Komite (Kepala Kantor UPBU Atau pejabat yang mewakili
e. Hijau kekuningan
Untuk Koordinator Transportasi;
f. Coklat tua
Untuk Kepala Forensik.
g. Hitam (tulisan kuning)
Untuk KNKT
6.1.2. Tulisan pada rompi sebagai berikut :
a. Komandan Pemadam Kebakaran (KASAT PKP-PK)
b. Komandan Satuan Pengamanan (KASAT KEAMANAN);
c. Koordinator Kesehatan (KASAT YANKES);
d. Kepala Bandar Udara (KABANDARA);
e. Koordinator Transportasi (KASAT TRANSPORTASI);
f. Kepala Forensik (KASAT FORENSIK);
g. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
47
6.3. Pimpinan Pos Komando Lapangan
Pimpinan Pos Komando Lapangan dapat diambil dari salah satu
komandan dibawah ini sesuai kondisi keadaan darurat:
Pimpinan Pos komando dapat diambil dari salah satu komandan dibawah
ini sesuai kondisi keadaan darurat:
a. Kepala UPBU Gewayantana Larantuka atau pejabat yang mewakili,
Kanit PKP-PK UPBU Gewayantana Larantuka, Kanit Avsec UPBU
Gewayantana Larantuka, Kapolres Flores Timur bila terjadi keadaan
darurat di bandar udara;
b. Kepala BPBD, perwakilan Pemerintah Daerah Flores Timur, Kepala
Pos SAR Flores Timur, dan Kapolres Flores Timur bila terjadi di
sekitar bandar udar,Sampai Radius 5 miles (± 8 Km) Dari Titik
Revrensi Bandara Udara.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
48
6.4. Alur Komunikasi Pada Saat Kecelakaan Pesawat Udara di Bandar
Udara
NOTIFIKASI
PERUM LPPNPI UNIT LARANTUKA
081239868801
PKP-PK UPBU GEWAYANTANA EOC/MCP
082199669290
AVIATION SECURITY KABANDARA GEWAYANTANA KASI. TOKPD UPBU
082339572353 082188287248 08123908756
KODIM 1624 FLOTIM BUPATI FLOTIM DIRJEN HUBUD KASUBAG TU UPBU
(0383) 21016 082137944491 081339366594
POLRES FLOTIM BMKG GEWAYANTANA KNKT SATPOL PP FLOTIM
081319901997 081380506498 082359581091
DISHUB FLOTIM DITKAMPEN RSUD FLOTIM
(0383) 21039 (0383) 21287
DPU FLOTIM KEPALA OTBAN IV
NOTIFIKASI NOTIFIKASI
DINKES FLOTIM
(0383) 21130 BALI 085253006161
081293932234
BPBD FLOTIM DIRUT PERUM LPPNPI PUSKESMAS
(0383) 22276 WAIMANA
085253132434
DIREKTUR NAVIGASI PT. WINGS AIR ABADI
08118233191
CAMAT ILE MANDIRI
085231473370
KEPALA DESA
TIWATOBI
081239320150
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
49
6.5. Alur Komunikasi Pada Saat Kecelakaan Pesawat Udara di Sekitar
Bandar Udara
NOTIFIKASI
KODIM 1624 PERUM LPPNPI UNIT BPBD FLOTIM
FLOTIM/POLRES FLOTIM LARANTUKA (0383) 22276
Dan MASYARAKAT 081239868801 081239868801
PKP-PK UPBU EOC/MCP
GEWAYANTANA
082199669290
AVIATION SECURITY KABANDARA GEWAYANTANA KASI. TOKPD UPBU
082339572353 082188287248 08123908756
KODIM 1624 FLOTIM BUPATI FLOTIM DIRJEN HUBUD KASUBAG TU UPBU
(0383) 21016 082137944491 081339366594
POLRES FLOTIM BMKG GEWAYANTANA KNKT SATPOL PP FLOTIM
081319901997 081380506498 082359581091
BPBD FLOTIM DISHUB FLOTIM DITKAMPEN RSUD FLOTIM
(0383) 22276 (0383) 21039 (0383) 21287
DPU FLOTIM KEPALA OTBAN IV DINKES FLOTIM
(0383) 21130 BALI 085253006161
081293932234
DIRUT PERUM LPPNPI PUSKESMAS
WAIMANA
085253132434
DIREKTUR NAVIGASI PT. WINGS AIR ABADI
08118233191
CAMAT ILE MANDIRI
085231473370
KEPALA DESA
TIWATOBI
081239320150
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
50
BAB VII
TINDAKAN MASING-MASING ANGGOTA KOMITE SESUAI TIPE KEADAAN
DARURAT
Untuk mewujudkan tugas dan tanggung jawab dari setiap unit kerja,
maka perlu disusun prosedur yang menyangkut tindakan dari setiap unit kerja
secara lebih rinci sehingga tidak menimbulkan duplikasi, keraguan, dalam
pelaksanaan pekerjaan dilapangan. Prosedur tindakan dimaksud antara lain
sebagai berikut:
7.1. Kecelakaan Pesawat Udara di Bandar Udara
[Link] LPPNPI Unit LARANTUKA
a. Personel Pemandu Lalu Lintas Penerbangan
1. Mengaktifkan alarm kecelakaan
2. Menginformasikan keadaan darurat kepada unit PKP-PK dan
Aviation Security sesuai dengan format berita sebagaimana
disebutkan pada 2.4.3.
3. Menginformasikan kecelakaan kepada Pimpinan Petugas Pemandu
Lalu Lintas Penerbangan.
4. Mengatur semua pergerakan di daerah pergerakan pesawat
udarasesuai dengan kondisi.
5. Mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu sesuai dengan
kewenangannya.
b. Pimpinan PTS PERUM LPPNPI Unit Larantuka
1. Menginformasikan kecelakaan kepada Kepala Bandar Udara.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
51
2. Menginformasikan kepada EOC.
3. Memantau keadaan darurat dan berkoordinasi dengan Kantor
Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali dan Kepala Bandar Udara.
4. Berkoordinasi dengan kepala Bandar Udara untuk menutup
landasan pacu bila dibutuhkan.
5. Mengajukan penerbitan NOTAM melalui instansi yang berwenang
setelah mendapatkan persetujuan Kepala Bandar Udara.
[Link]-PK
a. Kepala Unit PKP-PK
1. Menginstruksikan personel PKP-PK ke lokasi keadaan darurat.
2. Menuju lokasi untuk memimpin operasi.
3. Memonitor melalui radio dan meneruskan informasi baru kepada
pihak yang memerlukan.
4. Menentukan lokasi pos komando (bila prioritas pertama pemadaman
api).
5. Segera bergabung dengan EOC bilamana diperlukan.
6. Meminta bantuan pemadam kebakaran kota Larantuka
7. Memerintahkan personel PKP-PK untuk kembali ke fire station bila
operasi pemadaman dan pertolongan selesai dilakukan untuk
mempersiapkan kendaraan dan peralatan PKP-PK untuk siap
beroperasi kembali.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
52
8. Menginformasikan kepada pemandu lalu lintas penerbangan bahwa
fasilitas PKP-PK telah kembali ke fire station dan siap beroperasi
kembali.
9. Membuat laporan kepada Kepala Bandar Udara hal-hal/tindakan
yang dilakukan oleh unit PKP-PK saat mulai
mendapatkan/mengetahui adanya keadaan darurat penuh sampai
dikatakan aman.
b. Personel PKP-PK
1. Menuju langsung ke lokasi kecelakaan pesawat udara.
2. Melakukan pemadaman api dan penyelamatan/ evakuasi korban
dari dalam pesawat udara setelah kondisi kebakaran
memungkinkan, dengan mengutamakan korban yang hidup.
3. Menentukan lokasi collection area untuk pengumpulan korban.
4. Meneruskan penyelamatan dan memberi bantuan bagi petugas
medis.
5. Melaporkan kepada on scene commander, bila pemadaman api
sudah selesai.
6. Kembali ke fire station atau satellite fire station bila lokasi
kecelakaan sudah aman dari kebakaran.
7. Mempersiapkan kendaraan dan peralatan PKP-PK untuk siap
beroperasi kembali.
[Link] Security
a. Komandan Aviation Security
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
53
1. Memerintahkan anggotanya menuju ke lokasi keadaan darurat
untuk pengamanan.
2. Menginstruksikan anggotanya untuk melakukan pemasangan
security line setelah ada persetujuan dari unit PKP-PK.
3. Memimpin pengawasan agar masyarakat tidak mendekati tempat
kecelakaan.
4. Menginstruksikan anggotanya untuk mengatur jalur lalu lintas,
pengawasan, dan pemeriksaan bagi pihak yang akan terlibat untuk
menuju rendezvous point, staging area, sampai dengan lokasi
kecelakaan.
5. Melaporkan perkembangan kondisi dilapangan secara berkala
kepada EOC.
6. Mengambil alih posisi on-scene commander dari komando PKP-PK
apabila api telah berhasil dipadamkan dan usaha
pertolongan/evakuasi korban dari pesawat udara yang mengalami
kecelakaan telah selesai dilakukan.
7. Meminta bantuan kepada untuk membantu pengamanan bila
diperlukan.
b. Personel Aviation Security di Lokasi Kecelakaan Pesawat Udara
1. Mengamankan jalan sepanjang jalur yang akan dilalui kendaraan
PKP-PK dan kendaraan lainnya.
2. Memasang security line di lokasi keadaan darurat.
3. Menjaga agar masyarakat tidak memasuki bandar udara.
4. Menjaga dan mengamankan barang-barang yang ada disekeliling
kecelakaan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
54
c. Personel Aviation Security di Rendezvous point
1. Mencegah agar orang-orang yang tidak berkepentingan memasuki
daerah bandar udara.
2. Mengarahkan tenaga bantuan yang datang ke rendezvous
pointmenuju staging area yang telah ditentukan.
3. Menjaga rendezvous point hingga penanggulangan keadaan darurat
selesai.
d. Personel Aviation Security di Staging area
1. Mencegah agar orang-orang yang tidak berkepentingan memasuki
lokasi keadaan darurat.
2. Mengarahkan tenaga bantuan yang datang agar menunggu sampai
dengan ada panggilan untuk menuju kelokasi keadaan darurat.
3. Menjaga staging area hingga ada pemberitahuan selesai.
4. Menjaga keamanan lokasi keadaan darurat sampai tim KNKT sampai
ke lokasi.
e. Personel Aviation Security di Pos Komando
1. Mencatat semua berita/informasi yang masuk.
2. Berkoordinasi dengan pimpinan Aviation Security yang bertugas di
lapangan.
f. Personel Aviation Security di Triage Area
1. Mengatur jalur lalu lintas yang dilalui ambulance ke daerah triage
area untuk memindahkan korban.
2. Mengadakan komunikasi dan koordinasi dengan pos komando
Aviation Security.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
55
g. Personel Aviation Security di Pos Jaga
1. Tetap di pos masing-masing.
2. Berkoordinasi dengan komandan keamanan bandar udara.
[Link] Bandar Udara Gewayantana Larantuka
a. Mengaktifkan EOC dan menyatakan selesai keadaan darurat.
b. Melaporkan kepada pejabat sebagaimana dimaksud pada paragraf
3.1.1.
c. Menginstruksikan kepada jajaran dibawahnya untuk melakukan upaya
penanggulangan keadaan darurat.
d. Menginformasikan kepada unit/instansi sesuai dengan jalur
komunikasi.
e. Segera menuju lokasi keadaan darurat.
f. Meminta bantuan peralatan yang dibutuhkan dari unit/instansi lain.
g. Mengajukan penerbitan NOTAM ke unit/instansi yang berwenang
setelah mendapat informasi dari Pimpinan Pemandu Lalu Lintas
Penerbangan bila dibutuhkan.
h. Menentukan segera kondisi runway atau taxiway (clear atau terbatas)
dan memberikan instruksi kepada pemandu lalu lintas penerbangan
untuk membuka daerah tersebut (bila sudah aman).
i. Mengambil alih posisi pimpinan pusat komando lapangan, bila
pelaksanaan penanggulangan keadaan darurat telah selesai.
j. Memberikan konferensi pers.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
56
[Link] Seksi TOKPD UPBU Gewayantana Larantuka
a. Segera menuju ke pos komando lapangan dan mengambil alih
pimpinan pos komando lapangan
b. Berkordinasi dengan pimpinan unit / instansi pada pos komando.
c. Berkomunikasi dan berkordinasi dengan emergency operation center
(EOC).
d. Melaksanakan tugas untuk membantu tugas-tugas kepala UPBU
sesuai dengan pendelegasian kewenangan yang diberikan.
e. Melaporkan perkembangan situasi secara berkala kepada kepala
UPBU.
[Link] 1642, Polres Kab. Flotim Dan polsek ile mandiri.
a. Berkoordinasi dengan Ketua Komite Penanggulangan Keadaan Darurat.
b. Bergabung di EOC.
c. Berkoordinasi dengan pimpinan petugas Aviation Security untuk
mengatur jalur lalu lintas menuju rendezvous point, daerah kargo,
staging area, pusat komando lapangan dan daerah lain yang
diperlukan.
d. Melakukan pengamanan barang bukti.
e. Mengamankan tempat penyimpanan jenazah sementara, setelah
berkoordinasi dengan kepala bandar udara.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
57
[Link] Usaha Angkutan Udara (PT. Wings air Dan [Link] Nusa)
a. Berkoordinasi dengan pimpinan Badan Usaha Angkutan Udara/
Perusahaan Angkutan Udara Asing.
b. Menugaskan pejabat di bawahnya segera menuju pos komando.
c. Melakukan komunikasi dengan Kepala Bandar Udara/Pimpinan
Operasi Bandar Udara untuk menuju pos komando.
d. Menyediakan dukungan fasilitas, peralatan, dan logistik yang
dibutuhkan selama penanggulangan keadaan darurat.
e. Menugaskan wakilnya ke EOC.
f. Setelah mendapat arahan dari pimpinan pos komando untuk
mengangkut penumpang yang tidak cidera dan tidak memerlukan
perawatan medis lebih lanjut ke pusat penampungan penumpang
(passengers holding area).
g. Bertanggung jawab terhadap pemindahan pesawatnya yang mengalami
kerusakan.
h. Bertanggung jawab atas biaya yang timbul dalam penanggulangan
keadaan darurat.
i. Menyiapkan daftar penumpang (passenger’s manifest).
j. Menyiapkan fasilitas dan personel di greeters and meeters.
[Link], Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Flotim, Puskesmas
Waimana dan Satpol PP.
a. Menuju ke lokasi staging area dengan ambulance.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
58
b. Dinkes kab Flotim bertindak sebagai koordinator dalam kegiatan
medis.
c. Selalu berkoordinasi dengan pimpinan pos komando.
d. Menentukan lokasi triage area.
e. Melakukan pemilahan dan tindakan medis pada korban sesuai
prioritas.
f. Melakukan pendataan dan identifikasi terhadap korban.
g. Mendampingi korban yang cedera parah, sewaktu dibawa ke rumah
sakit.
h. Koordinator medis selalu melakukan koordinasi dengan rumah sakit
lain melalui EOC untuk bantuan tambahan medis (kalau dibutuhkan).
[Link], Dinas Perhubungan dan BPBD Kab. Flotim
a. Segera menuju lokasi kecelakaan pesawat udara dengan personel dan
fasilitas pertolongan dan penyelamatan;
b. Berkoordinasi dengan EOC;
c. Melakukan tugas sesuai dengan kewenangannya.
7.1.10. Tim KNKT
a. Berkoordinasi dengan EOC.
b. Menuju ke lokasi kecelakaan pesawat udara.
c. Melakukan tugas sesuai dengan kewenangannya.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
59
7.2. Kecelakaan Pesawat Udara di Sekitar Bandar Udara
[Link] LPPNPI Unit Larantuka
a. Personel Pemandu Lalu Lintas Penerbangan
1. Mengaktifkan alarm kecelakaan (crash alarm) bila lebih dahulu
mengetahui.
2. Meneruskan informasi kecelakaan kepada unit PKP-PK dengan
format informasi sebagaimana di sebutkan pada butir 2.4.3.
3. Menginformasikan kecelakaan kepada Pimpinan Pemandu Lalu
Lintas Penerbangan
4. Memberitahukan kepada posko keamanan bandar udara.
5. Mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu sesuai dengan
kewenangannya.
b. Pimpinan Pemandu Lalu Lintas Penerbangan
1. Menginformasikan kecelakaan kepada Kepala Bandar Udara.
2. Menginformasikan kepada EOC.
3. Koordinasi dengan komandan Aviation Security.
4. Memantau keadaan darurat sambil berkoordinasi dengan Ketua
komite.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
60
[Link]-PK
a. Kepala Unit PKP-PK
1. Berkonsultasi dengan Kepala Bandar Udara Gewayantana Larantuka
mengenai rencana petugas PKP-PK menuju ke lokasi kecelakaan
pesawat udara.
2. Setelah mendapat izin dari Kepala Bandar Udara Gewayantana
Larantuka memimpin personel PKP-PK untuk menuju lokasi
kecelakaan pesawat udara.
3. Menginformasikan kepada Pimpinan Pemandu Lalu Lintas
Penerbangan (disesuaikan dengan penyebutan nama jabatan di
Bandar Udara masing-masing) bahwa kendaraan dan personel PKP-
PK menuju lokasi kecelakaan pesawat udara.
4. Segera bergabung dengan EOC bilamana diperlukan.
5. Meminta bantuan tambahan (bila diperlukan), dengan
memperhitungkan kemampuan pelayanan PKP-PK di bandar udara.
6. Menginformasikan kepada petugas pemandu lalu lintas penerbangan
bila operasi pemadaman dan pertolongan telah selesai dilakukan dan
peralatan PKP-PK siap beroperasi kembali.
7. Membuat laporan kepada Kepala Bandar Gewayantana Larantuka
hal-hal/tindakan yang dilakukan oleh unit PKP-PK saat mulai
mendapatkan/mengetahui adanya keadaan darurat penuh sampai
dinyatakan aman.
b. Personel PKP-PK
1. Menuju lokasi, setelah ada instruksi dari Kepala Unit PKP-PK.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
61
2. Berkoordinasi dengan pimpinan pemadam kebakaran kota baru dan
melaksanakan pemadaman api dan penyelamatan korban.
3. Membantu petugas medis.
4. Menginformasikan kepada Kepala Unit PKP-PK, bila pemadaman api
sudah selesai.
5. Kembali ke Fire Station bila proses pemadaman dan penyelamatan
telah selesai dilaksanakan, serta mempersiapkan peralatan dan
kendaraan PKP-PK untuk siap beroperasi kembali.
[Link] Security
a. Komandan Aviation Security
1. Berkoordinasi dengan Polsek/Polres Kab. Flotim
2. Memerintahkan anggotanya menuju ke lokasi kecelakaan pesawat
udara.
3. Membantu Polsek/Polres Kab. Flotim melakukan pengawasan
terhadap masyarakat agar tidak mendekati tempat kecelakaan
pesawat udara.
4. Membantu Polsek/Polres Kab. Flotim dalam mengatur jalur lalu
lintas bagi semua pihak yang akan terlibat untuk menuju lokasi
kecelakaan pesawat udara.
5. Melaporkan kondisi di lapangan secara berkala kepada EOC.
b. PersonelAviation Securitydi Lokasi Kecelakaan
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
62
1. Membantu Polsek/Polres Kab Flotim dalam mengamankan jalan
sepanjang jalur yang akan dilalui kendaraan PKP-PK dan kendaraan
lainnya.
2. Membantu Polsek/Polres Kab. Flotim untuk pemasangan police line
di sekeliling lokasi kecelakaan pesawat udara.
3. Menjaga agar masyarakat tidak melewati police line.
4. Menjaga dan mengamankan barang-barang yang ada disekeliling
kecelakaan pesawat udara.
c. Petugas Aviation Security di Staging area
1. Mencegah agar orang-orang yang tidak berkepentingan memasuki
daerah kecelakaan pesawat udara.
2. Mengarahkan tenaga bantuan yang datang untuk menuju ke lokasi
kecelakaan pesawat udara.
3. Menjaga staging area hingga penanggulangan kecelakaan pesawat
udara selesai.
d. Personel Aviation Security di Pos Jaga Bandar Udara
1. Mengarahkan masyarakat yang berkepentingan untuk mencari
informasi terkait dengan kecelakaan pesawat udara.
2. Berkoordinasi dengan Aviation Security yang bertugas di lokasi
kecelakaan pesawat udara.
e. Personel Aviation Security di Collection Area
1. Mengatur jalur lalu lintas yang dilalui ambulance ke collection area.
2. Berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pos jaga Aviation Security.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
63
[Link] Bandar Udara Gewayantana Larantuka
a. Mengaktifkan EOC dan menyatakan selesai keadaan darurat.
b. Melaporkan keadaan darurat kepada pejabat sebagaimana dimaksud
pada paragraf 3.1.1.
c. Menginstruksikan kepada jajaran dibawahnya untuk melakukan upaya
penanggulangan keadaan darurat.
d. Menginformasikan kepada unit/instansi sesuai dengan jalur
komunikasi.
e. Segera menuju lokasi keadaan darurat.
f. Meminta bantuan peralatan yang dibutuhkan dari unit/instansi lain.
g. Mengusulkan penerbitan NOTAM ke unit/instansi yang berwenang
setelah mendapat informasi dari Pimpinan Pemandu Lalu Lintas
Penerbangan bila dibutuhkan.
h. Memberikan konferensi pers.
[Link] 1642, Polres Kab. Flotim dan Polsek Ile Mandiri .
a. Berkoordinasi dengan Ketua Komite Penanggulangan Keadaan Darurat.
b. Bergabung di EOC.
c. Bertanggung jawab atas pengamanan lokasi kecelakaan pesawat
udara.
d. Bertanggung jawab atas pengamanan jalur lalu lintas menuju staging
area, pos komando, dan daerah lain yang diperlukan.
e. Melakukan pengamanan barang bukti.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
64
f. Mengamankan tempat penyimpanan mayat sementara.
[Link] Usaha Angkutan Udara (PT. Wings Air.)
a. Berkoordinasi dengan pimpinan Badan Usaha Angkutan Udara /
pimpinan perwakilan Perusahaan Angkutan Udara Asing.
b. Menugaskan pejabat di bawahnya segera menuju pos komando.
c. Melakukan komunikasi dengan Kepala Bandar Udara Gewayantana
Larantuka untuk menuju pos komando.
d. Menyediakan dukungan fasilitas, peralatan, dan logistik yang
dibutuhkan selama penanggulangan keadaan darurat.
e. Menugaskan wakilnya ke EOC.
f. Setelah mendapat arahan dari Pimpinan Aviation Security bandar
udara Gewayantan Larantuka untuk mengangkut penumpang yang
tidak cidera dan tidak memerlukan perawatan medis lebih lanjut ke
bandar udara.
g. Bertanggung jawab terhadap pemindahan pesawatnya yang mengalami
kerusakan.
h. Bertanggung jawab atas biaya yang timbul dalam penanggulangan
keadaan darurat.
i. Menyiapkan daftar penumpang (passenger’s manifest).
j. Menyiapkan fasilitas dan personel di greeters and meeters.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
65
7.2.7. Dinkes, Rumah Sakit Umum Daerah kab. Flotim, Puskesmas
Waimana dan Satpol PP.
a. Menuju ke lokasi kecelakaan pesawat udara dengan ambulance.
b. Bertindak sebagai koordinator dalam kegiatan medis.
c. Selalu berkoordinasi dengan pimpinan pos komando.
d. Menentukan lokasi triage area.
e. Melakukan pemilahan dan tindakan medis pada korban sesuai
prioritas.
f. Melakukan pendataan dan identifikasi terhadap korban.
g. Mendampingi korban yang cedera parah, sewaktu dibawa ke rumah
sakit.
h. Koordinator medis selalu melakukan koordinasi dengan rumah sakit
lain melalui EOC untuk bantuan tambahan medis (kalau dibutuhkan).
[Link], Dinas Perhubungan Dan Bpbd Kab. Flotim.
a. Menuju lokasi kecelakaan pesawat udara.
b. Memimpin pos komando untuk melakukan pemadaman dan
pertolongan
[Link] KNKT
a. Berkoordinasi dengan EOC.
b. Menuju ke lokasi kecelakaan pesawat udara.
c. Melakukan tugas sesuai dengan kewenangannya.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
66
7.3. Keadaan Darurat Penuh (Pesawat Sedang Terbang)
Keadaan darurat penuh timbul pada pesawat udara yang melakukan
pendekatan ke Bandar Udara dan dalam kondisi keadaan darurat atau
diketahui mengalami masalah atau gangguan dan diperkirakan terjadinya
kecelakaan.
Status keadaan darurat penuh dapat berubah menjadi kecelakaan
pesawat udara, maka sangat penting untuk diinformasikan perkembangan
mengenai perubahan status keadaan darurat dimaksud.
[Link] LPPNPI Unit Larantuka.
a. Personel Pemandu Lalu Lintas Penerbangan
1. Menginformasikan adanya keadaan darurat ke unit PKP-PK dan unit
Aviation Security.
2. Menyampaikan data-data keadaan darurat dengan menggunakan
format berita sebagaimana disebutkan pada butir 2.4.2.
3. Menyampaikan informasi kepada pimpinan unit pemandu lalu lintas
penerbangan.
4. Menyampaikan informasi kepada pilot pesawat udara yang sedang
menuju Bandar Udara Gewayantana Larantuka
5. Mengatur lalu lintas penerbangan pesawat udara lain sesuai
prosedur.
b. Pimpinan PERUM LPPNPI Unit Larantuka.
1. Menyampaikan informasi keadaan darurat kepada Kepala bandar
udara, sebagaimana disebutkan pada butir 2.4.2.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
67
2. Menginformasikan keadaan darurat kepada semua Badan Usaha
Angkutan Udara/Perusahaan Angkutan Udara Asing yang
beroperasi di bandar udara.
3. Menyampaikan informasi keadaan darurat penuh kepada pemandu
lalu lintas penerbangan Bandar Udara lain yang terdekat.
[Link]-PK
a. Kepala Unit PKP-PK
1. Menginstruksikan kepada personel PKP-PK untuk mengambil posisi
siaga full emergency.
2. Memimpin pelaksanaan siaga full emergency.
3. Menyatakan kondisi sudah aman, bila pesawat udara sudah
mendarat dengan aman.
4. Melaporkan kepada Kepala Bandar Udara Gewayantana Larantuka
bahwa pesawat udara mendarat dengan aman.
5. Membuat laporan kepada Kepala Bandar Udara Gewayantana
larantuka hal-hal/tindakan yang dilakukan oleh unit PKP-PK saat
mulai mendapatkan/mengetahui adanya keadaan darurat penuh
sampai dinyatakan aman.
b. Personel PKP-PK
1. Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.
2. Menuju lokasi untuk siaga penuh.
3. Berkoordinasi dengan Personel Pemandu Lalu Lintas Penerbangan
untuk mengikuti perkembangan yang terjadi.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
68
[Link] Security
a. Komandan Aviation Security
1. Memerintahkan anggotanya menuju ke rendezvous point.
2. Mengatur jalur lalu lintas dan penempatan kendaraan/peralatan
bagi semua pihak yang akan terlibat untuk menuju rendezvous
point.
3. Mengamankan jalan sepanjang jalur yang akan dilalui kendaraan
PKP-PK.
4. Menjaga rendezvous point hingga ada pemberitahuan bahwa pesawat
udara mendarat dengan aman.
5. Memberitahu ke petugas Polsek/Polres Kab. Flotim
6. Berkoordinasi dengan pimpinan Aviation Security yang bertugas.
b. Personel Aviation Security di Pos
1. Mencatat semua berita/informasi yang masuk.
2. Tetap di pos masing-masing.
3. Berkoordinasi dengan komandan Aviation Security Bandar Udara.
[Link] Bandar Udara
a. Memantau perkembangan kondisi siaga penuh.
b. Berkoordinasi dengan petugas Polsek/Polres Kab. Flotim
c. Melaporkan perkembangan keadaan darurat kepada pejabat
sebagaimana disebutkan pada paragraf 3.1.1.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
69
d. Mengkordinasikan semua unit di Bandar Udara untuk siaga pada
keadaan darurat penuh.
e. Memastikan kesiapan personel, fasilitas, dan peralatan
penanggulangan keadaan darurat.
[Link] 1642, Polres Kab. Flotim dan Polsek Ile Mandiri
a. Mengikuti perkembangan kondisi siaga penuh.
b. Berkoordinasi dengan Kepala Bandar Udara Gewayantan Larantuka
[Link] Usaha Angkutan Udara (PT. Wings Air.)
a. Mengikuti perkembangan kondisi siaga penuh.
b. Berkoordinasi dengan Pimpinan Pemandu Lalu Lintas Penerbangan.
c. Menghubungi pimpinan badan usaha angkutan udara/pimpinan
perwakilan perusahaan angkutan udara asing.
d. Menyiapkan dan memastikan kesiapan personel, fasilitas, dan
peralatan penanggulangan keadaan darurat.
[Link], Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Flotim, Puskesmas
Waimana dan Satpol PP.
a. Mengirimkan petugas medis beserta ambulanceke rendezvous point.
b. Mempersiapkan bila keadaan darurat penuh berubah menjadi
kecelakaan pesawat udara.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
70
7.4. Gangguan Tindakan Melawan Hukum
Peringatan awal atau informasi keadaan darurat karena tindakan
melawan hukum di dapatkan dari peersonel pemandu lalu lintas penerbangan
melalui pilot pesawat udara atau informasi lainnya.
Keadaan darurat berkenaan dengan gangguan tindakan melawan hukum
yang dialami sebuah pesawat udara termasuk dalam kategori kriminal.
Penanganan keadaan darurat akibat gangguan tindakan melawan hukum
disesuaikan dengan dokumen Airport Security Programme (ASP) dan Airport
Contigency Plan (ACP) Bandar Udara Gewayantana Larantuka. Sedangkan
tindakan PKP-PK adalah sebagai berikut:
[Link] Unit PKP-PK
a. Segera mengkoordinir semua personel PKP-PK tentang tindakan yang
akan dilakukan.
b. Bila pesawat udara masih mengudara, menginstruksikan kepada
seluruh personel PKP-PK untuk siaga sesuai ketentuan standar operasi
prosedur dan menunggu perintah selanjutnya.
c. Meneruskan informasi keadaan darurat kepada Kepala Unit PKP-PK.
d. Berkoordinasi dengan Komandan Aviation Security untuk bergerak
menuju lokasi yang ditentukan.
[Link] PKP-PK
a. Segera mengkoordinasikan semua personel PKP-PK tentang tindakan
yang akan dilakukan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
71
b. Melaksanakan prosedur full emergency bila pesawat udara masih
mengudara.
c. Siaga sesuai ketentuan standar operasi prosedur dan menunggu
perintah selanjutnya.
d. Berkoordinasi dengan Komandan Aviation Security untuk bergerak
menuju lokasi yang ditentukan.
7.5. Ancaman Bom (Melibatkan Pesawat Udara)
Penanganan keadaan darurat akibat ancaman bom (melibatkan pesawat
udara) disesuaikan dengan Airport Security Program (ASP) dan Airport
Contigency Plan (ACP) Bandar Udara Gewayantana Larantuka tindakan PKP-PK
adalah sebagai berikut:
[Link] Unit PKP-PK.
a. Menginstruksikan kepada personel PKP-PK untuk mengambil posisi
full emergency.
b. Bila pesawat udara udara sedang di darat, maka segera berkoordinasi
dengan Komandan Aviation Security dan menuju ke staging area serta
untuk menentukan posisi kendaraan PKP-PK dilokasi dengan tidak
menyalakan sirine dan lampu-lampu.
c. Memimpin pelaksanaan penanganan kecelakaan pesawat udara,
didarat ataupun pada saat pendaratan (apabila pesawat diudara).
d. Menginstruksikan kepada personel PKP-PK untuk kembali ke fire
station bila kondisi telah dinyatakan aman.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
72
e. Membuat laporan kepada Kepala Bandar Udara Gewayantana
Larantuka tentang hal-hal / tindakan yang dilakukan oleh unit PKP-
PK.
[Link] PKP-PK
a. Melaksanakan tingkatan siaga full emergency.
b. Melakukan pengawalan sesuai perintah Kepala Unit PKP-PK, dengan
jarak aman (minimal 100 meter) bila pesawat udara sedang bergerak.
c. Melaksanakan siaga sesuai perintah Kepala Unit PKP-PK, dengan jarak
aman (minimal 100 meter) apabila pesawat udara tidak bergerak /
parkir.
d. Jika situasi telah aman kembali ke Fire Station.
7.6. Ancaman Bom (Melibatkan Gedung atau Fasilitas di Bandar Udara)
Bila bom telah meledak di dalam gedung atau fasilitas di bandar udara,
tindakan dan pemberitahuan terhadap keadaan darurat ini dilakukan sesuai
dengan prosedur untuk kebakaran gedung. Penanganan keadaan darurat
akibat ancaman bom (melibatkan gedung atau fasilitas di Bandar Udara)
disesuaikan dengan Airport Security Program (ASP) dan Airport Contigency Plan
(ACP) Bandar Udara Gewayantana Larantuka Tindakan PKP-PK adalah sebagai
berikut:
[Link] Unit PKP-PK.
a. Menyiagakan petugas dan peralatan PKP-PK.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
73
b. Berkoordinasi dengan Komandan AVSEC menuju ke staging area serta
untuk menentukan posisi kendaraan PKP-PK dilokasi.
c. Menginstruksikan kepada petugas PKP-PK untuk kembali ke Fire
Station bila kondisi telah dinyatakan aman.
d. Membuat laporan kepada Kepala Bandar Udara tentang hal-hal/
tindakan yang dilakukan oleh unit PKP-PK.
[Link] PKP-PK
a. Melaksanakan instruksi dari Kepala Unit PKP-PK.
b. Siaga di lokasi dengan jarak aman (minimal 100 meter).
c. Melakukan pemadaman bila terjadi kebakaran.
d. Kembali ke Fire Station bila kondisi telah dinyatakan aman.
7.7. Keadaan Darurat di Darat
Yang dimaksud keadaan darurat di darat adalah segala kejadian yang
melibatkan pesawat udara yang berada di darat dan kejadian tersebut dapat
membahayakan pesawat udara, penumpang, crew, ataupun staf di darat.
Contoh keadaan darurat di darat:
Kebakaran mesin pesawat dimana kerusakan terbatas hanya pada
mesin.
Kerusakan ringan pada mesin, baling-baling, sayap.
Kebocoran atau lubang pada dinding pesawat udara.
Kemacetan karena gangguan pada roda atau rem yang overheat.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
74
Tumpahan bahan bakar di sekeliling pesawat udara.
Adanya barang dan bahan berbahaya di dalam pesawat udara atau
usaha membawa barang tersebut ke dalam pesawat udara.
Tindakan penanggulangan dilakukan oleh Petugas PKP-PK berkoordinasi
dengan unit/instansi terkait.
7.8. Kebakaran Gedung di Bandar Udara
Pemberitahuan awal keadaan darurat ini dapat berasal dari berbagai
sumber, salah satunya melalui jalur telepon darurat kebakaran Bandar Udara
yang ada di unit PKP-PK dan juga komunikasi lainnya.
[Link] LPPNPI Unit Larantuka
a. Membunyikan alarm kecelakaan (crash alarm).
b. Menyampaikan kepada personel PKP-PK, personel Aviation Security,
Kepala Bandar Udara dengan format sebagaimana disebutkan pada
paragraf 2.4.4.
c. Bila kebakaran di daerah air side bandar udara, maka segera mengatur
pergerakan pesawat udara yang berada dekat kejadian.
[Link]-PK
a. Kepala Unit PKP-PK
1. Mengirimkan petugas dan kendaraan PKP-PK ke lokasi kebakaran
untuk melakukan pemadaman api.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
75
2. Mempelajari situasi dan memutuskan kebutuhan tambahan yang
diperlukan.
3. Meminta kepada petugas Aviation Security supaya gedung atau
disekitar gedung yang terbakar untuk dievakuasi.
[Link] Security
a. Komandan Aviation Security
1. Memerintahkan anggota Aviation Security menuju ke lokasi
kebakaran.
2. Memimpin pengawasan pengguna jasa Bandar Udara agar tidak
mendekati lokasi kebakaran.
3. Mengatur jalur yang akan dilalui oleh pihak yang terlibat
menuju/mendekat lokasi kebakaran.
4. Melaporkan kondisi dilapangan secara berkala kepada ketua EOC.
5. Mengambil alih posisi on-scene commander dari komando PKP-PK
apabila api telah berhasil dipadamkan dan usaha
pertolongan/evakuasi korban telah selesai.
b. Personel Aviation Security di Lokasi Kebakaran
1. Mengamankan jalur yang akan dilalui oleh petugas dan kendaraan
PKP-PK bila kebakaran di publik area.
2. Memasang security line, setelah pemadaman dilakukan.
3. Menjaga supaya masyarakat tidak mendekat lokasi kebakaran.
4. Menjaga dan mengamankan barang-barang yang ada disekeliling
kebakaran setelah pemadaman dilakukan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
76
c. Personel Aviation Security di Pos Komando
1. Mencatat semua berita/informasi yang masuk.
2. Memberitahu ke petugas Polsek/Polres Kab. Flotim
3. Berkoordinasi dengan pimpinan Aviation Security yang bertugas.
[Link] Bandar Udara
a. Mengaktifkan EOC bilamana diperlukan.
b. Melaporkan kejadian kebakaran kepada pejabat sebagaimana
disebutkan pada paragraf 3.1.1.
c. Bila terminal penumpang yang terbakar, maka menginstruksikan
supaya pengguna jasa di evakuasi.
d. Segera menuju lokasi keadaan darurat.
e. Meminta bantuan peralatan yang dibutuhkan dari unit/instansi lain.
f. Mengusulkan penerbitan NOTAM ke unit/instansi yang berwenang
setelah mendapat informasi dari Pimpinan Pemandu Lalu Lintas
Penerbangan bila dibutuhkan.
g. Memberikan konferensi pers.
[Link] 1642, Polres Kab. Flotim Dan Polsek Ile mandiri
a. Mengirimkan petugas POLRI ke lokasi kejadian.
b. Mengatur jalur lalu lintas bagi pihak yang akan terlibat untuk menuju
lokasi kebakaran.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
77
c. Mengamankan lokasi kebakaran, setelah selesai pemadaman, untuk
penyelidikan.
[Link] Usaha Angkutan Udara ([Link] Air, Dan PT. Trans Nusa )
a. Memberi bantuan dalam mengevakuasi penumpang dari gedung
terminal (bila gedung terminal yang terbakar).
b. Mengevakuasi personel Badan Usaha Angkutan Udara / Perusahaan
Angkutan Udara Asing di bandar udara.
c. Menginstruksikan kepada semua Pilot pesawat udara (yang dekat
dengan lokasi kebakaran) untuk menjauh dengan bantuan petugas
Apron Movement Control (AMC).
d. Melakukan evakuasi terhadap penumpang yang ada di dalam pesawat
udara (bila pada saat ada penumpang di dalam pesawat udara di darat).
7.9. Status Waspada Lokal (local stand by)
Apabila sebuah pesawat udara yang sedang mengudara, mendapat
gangguan tapi gangguan tersebut secara normal tidak menimbulkan kesulitan
pendaratan.
[Link] LPPNPI Unit Larantuka
a. Menginformasikan kepada personel PKP-PK dan Aviation Security
dengan format sebagaimana disebutkan pada paragraf 2.4.1.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
78
b. Menginstruksikan kepada Pilot pesawat udara yang sedang menuju
Bandar Udara dan sedang di pergerakan pesawat udara di Bandar
Udara supaya menunggu instruksi selanjunya.
c. Meningkatan status keadaan darurat menjadi keadaan darurat penuh
(bila keadaan menandakan akan adanya ke mungkinan terjadinya
kecelakaan pesawat udara).
d. Menyampaikan informasi kepada Kepala Bandar Udara.
[Link]-PK
a. Kepala Unit PKP-PK
Menginstruksikan kepada petugas PKP-PK untuk siaga lokal (local
standby).
[Link] Security
a. Komandan Aviation Security menginstruksikan personel Aviation
Security untuk melakukan prosedur untuk siaga lokal.
b. Personel Aviation Security yang sedang bertugas pos jaga supaya
menunggu instruksi.
[Link] Bandar Udara
a. Menginformasikan kepada Badan Usaha Angkutan Udara/ Perusahaan
Angkutan Udara Asing yang bersangkutan;
b. Memonitor perkembangan keadaan darurat melalui pemandu lalu
lintas penerbangan dan personel PKP-PK serta personel Aviation
Security.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
79
[Link] Usaha Angkutan Udara ([Link] Air,Dan PT. Trans Nusa)
c. Mempersiapkan peralatan ground handling sesuai kebutuhan.
d. Menyiapkan tempat pengamanan barang dan kargo.
e. Menunggu informasi lebih lanjut.
7.10. Kecelakaan Pesawat Udara di Perairan Sekitar Bandar Udara
7.10.1. PERUM LPPNPI Unit Larantuka
a. Petugas di Ruang Pemandu Lalu Lintas Penerbangan
1. Mengaktifkan alarm kecelakaan (crash alarm).
2. Meneruskan informasi kecelakaan kepada unit PKP-PK dengan
format informasi sebagaimana di sebutkan pada paragraf 2.4.3.
3. Memberitahukan telah terjadi kecelakaan pesawat udara kepada
Pimpinan Pemandu Lalu Lintas Penerbangan (disesuaikan dengan
penyebutan nama jabatan di Bandar Udara masing-masing) .
4. Memberitahukan kepada Kepala Bandar Udara.
5. Memberitahukan kepada Pos SAR dan Polres/Polsek Kab. Flotm
b. Pimpinan Pemandu Lalu Lintas Penerbangan
1. Menginformasikan kecelakaan kepada Kepala bandar udara.
2. Menginformasikan kepada EOC.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
80
7.10.2. PKP-PK
a. Kepala Unit PKP-PK
1. Berkonsultasi dengan Kepala Bandar Udara Gewayantana Larantuka
mengenai rencana personel PKP-PK ke lokasi kecelakaan pesawat
udara.
2. Menginstruksikan kepada personel PKP-PK agar mempersiapkan
peralatan yang dibutuhkan.
3. Bergabung dengan EOC.
4. Memimpin personel PKP-PK beserta peralatan dan kendaraan
menuju lokasi kecelakaan pesawat udara setelah mendapatkan izin
dari Kepala Bandar Udara.
5. Berkoordinasi dengan SAR dan Polsek/Polres kota baru.
6. Menginformasikan kepada pemandu lalu lintas penerbangan jumlah
personel PKP-PK dan fasilitas PKP-PK yang meninggalkan Bandar
Udara menuju lokasi kecelakaan pesawat udara.
7. Meminta bantuan tambahan bila diperlukan dengan
mempertimbangkan kategori pelayanan PKP-PK Bandar Udara.
8. Menginstruksikan kepada personel PKP-PK untuk kembali ke
Bandar Udara beserta dengan peralatan dan kendaraan PKP-PK
setelah operasi penyelamatan selesai dilakukan.
9. Menginstruksikan kepada personel PKP-PK untuk mempersiapkan
kembali peralatan dan kendaraan PKP-PK untuk siap kembali
beroperasi.
10. Menginformasikan kepada pemandu lalu lintas penerbangan bahwa
fasilitas PKP-PK telah kembali ke fire station.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
81
11. Membuat laporan kepada Kepala Bandar Udara.
b. Personel PKP-PK
1. Segera mempersiapkan kendaraan dan fasilitas PKP-PK yang
dibutuhkan untuk melakukan penanganan kecelakaan pesawat
udara di perairan.
2. Menuju lokasi, setelah ada instruksi dari Kepala Unit PKP-PK.
3. Melakukan operasi penyelamatan korban.
4. Kembali ke Bandar Udara beserta dengan peralatan dan kendaraan
PKP-PK setelah operasi penyelamatan selesai dilakukan.
5. Mempersiapkan kembali peralatan dan kendaraan PKP-PK untuk
siap kembali beroperasi.
6. Melaporkan kepada Kepala Unit PKP-PK bahwa personel PKP-PK
telah kembali bersama dengan kendaraan dan fasilitas PKP-PK serta
siap beroperasi kembali.
7. Menginformasikan operasi penyelamatan korban telah selesai
kepada Kepala Unit PKP-PK.
7.10.3. Aviation Security
a. Komandan Aviation Security
1. Memerintahkan anggotanya menuju ke lokasi kecelakaan pesawat
udara.
2. Memimpin pengawasan agar masyarakat tidak mendekati tempat
kecelakaan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
82
3. Mengatur jalur lalu lintas bagi semua pihak yang akan terlibat untuk
menuju lokasi kecelakaan pesawat udara.
4. Melaporkan kondisi dilapangan secara berkala kepada EOC.
b. Personel Aviation Security di Lokasi Kecelakaan
1. Mengamankan jalan sepanjang jalur yang akan dilalui kendaraan
PKP-PK dan kendaraan lainnya.
2. Menjaga dan mengamankan barang-barang yang sudah dievakuasi.
c. Personel Aviation Security di Collection Area
1. Mengatur jalur lalu lintas yang dilalui ambulance ke triage area
untuk memindahkan korban.
2. Mengadakan koordinasi dan komunikasi pos komando Aviation
Security.
d. Personel Aviation Security di Pos Jaga
1. Tetap di pos masing-masing.
2. Berkoordinasi dengan Komandan Aviation Security.
7.10.4. Kepala Bandar Udara Gewayantana Larantuka
a. Mengaktifkan EOC dan menyatakan keadaan darurat selesai.
b. Jika diperlukan membentuk posko di sekitar lokasi kecelakaan pesawat
udara.
c. Melaporkan keadaan darurat kepada pejabat sebagaimana dimaksud
pada paragraf 3.1.1.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
83
d. Mendelegasikan on scene commander kepada kantor Pos SAR kota baru
atau Polsek/Polres Kab. Flotim
e. Menginstruksikan pada jajaran dibawahnya untuk melakukan upaya
penanggulangan darurat dibawah komando koordinasi Pos SAR Kab.
Flotim
f. Segera menuju lokasi keadaan darurat.
g. Meminta bantuan peralatan yang dibutuhkan dari unit/instansi lain.
h. Mengusulkan penerbitan NOTAM ke unit/instansi yang berwenang
setelah mendapat informasi dari Pimpinan Pemandu Lalu Lintas
Penerbangan bila dibutuhkan.
i. Memberikan konferensi pers.
7.10.5. Kodim 1462, Polres Kab. Flotim dan Polsek Ile Mandiri
a. Berkoordinasi dengan ketua komite.
b. Bergabung dengan EOC.
c. Melakukan prosedur sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
7.10.6. Badan Usaha Angkutan Udara ([Link] Air.)
a. Berkoordinasi dengan pimpinan badan usaha angkutan udara /
perusahaan angkutan udara asing yang bersangkutan.
b. Menugaskan pejabat di bawahnya segera menuju pos komando.
c. Melakukan hubungan komunikasi dengan Kepala Bandar Udara
Gewayantana Larantuka untuk menuju pos komando lapangan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
84
d. Menyediakan dukungan fasilitas, peralatan, dan logistik yang
dibutuhkan selama penanggulangan keadaan darurat.
e. Menugaskan wakilnya ke EOC.
f. Setelah mendapat arahan dari pimpinan pos komando untuk
mengangkut penumpang yang tidak cidera dan tidak memerlukan
perawatan medis lebih lanjut ke pusat penampungan penumpang
(passengers holding area).
g. Bertanggung jawab terhadap pemindahan pesawatnya yang mengalami
kerusakan.
h. Bertanggung jawab atas biaya yang timbul dalam penanggulangan
keadaan darurat.
i. Menyiapkan daftar penumpang (passenger’s manifest).
j. Menyiapkan fasilitas dan personel di greeters and meeters.
7.10.7. Dinkes, Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Flotim Puskesmas
Waimana, dan Satpol PP.
a. Menuju ke lokasi kecelakaan pesawat udara dengan ambulance.
b. Koordinator Dinkes Kab. flotim bertindak sebagai koordinator dalam
kegiatan medis.
c. Selalu berkoordinasi dengan pimpinan pos komando.
d. Menentukan lokasi triage area.
e. Melakukan pemilahan dan tindakan medis pada korban sesuai
prioritas.
f. Melakukan pendataan dan identifikasi terhadap korban.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
85
g. Mendampingi korban yang cedera parah, sewaktu dibawa ke rumah
sakit.
h. Koordinator medis selalu melakukan koordinasi dengan rumah sakit
lain melalui EOC untuk bantuan tambahan medis (kalau dibutuhkan).
7.10.8. DPU, Dinas Perhubungan Dan BPBD Kab. Flotim.
a. Menuju lokasi kecelakaan pesawat udara.
b. Memimpin pos komando untuk melakukan pertolongan.
7.10.9. Tim KNKT
a. Berkoordinasi dengan EOC.
b. Menuju ke lokasi kecelakaan pesawat udara.
c. Melakukan tugas sesuai dengan kewenangannya.
7.11. Keadaan Darurat Medis di Bandar Udara (Medical Emergencies)
7.11.1. Dinkes Kab. Flotim.
a. Selaku On Scene Commander pada saat penanggulangan Medical
Emergencies.
b. Melakukan tindakan diwilayah perimeter yang dimulai dari area pintu
masuk bandara (sesuai dengan Protokol Dinkes).
c. Melakukan tindakan di area publik terminal bandar udara sampai
pintu masuk penumpang keruang check in (sesuai dengan Protokol
Dinkes).
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
86
d. Melakukan tindakan kekarantinaan pada pesawat udara dan semua
penumpangnya(sesuai dengan Protokol Dinkes).
7.11.2. Kepala Bandar Udara
a. Mengaktifkan EOC.
b. Melaporkan kepada pejabat sebagaimana disebutkan pada butir 3.1.1.
c. Mengikuti perkembangan situasi secara terus-menerus.
d. Berkoordinasi dengan semua anggota komite dan unit / instansi lain
yang diperlukan.
e. Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan penanggulangan
terjadinya Medical Emergencies.
f. Mendukung peranan dan tugas Pos Komando Lapangan.
g. Memantau dan mengantisipasi pelaksanaan dan perkembangan lebih
lanjut penanggulangan Medical Emergency.
h. Menjamin bahwa operasi pasca terjadinya Medical Emergencies dapat
dilaksanakan secepatnya sehingga bandar udara segera dapat
dioperasikan kembali;
i. Menjamin bahwa segala kebutuhan yang berhubungan dengan
keberhasilan pelaksanaan penanggulangan Medical Emergencies dapat
dipenuhi.
j. Memutuskan pelaksanaan penanggulangan Medical Emergencies dapat
dinyatakan berakhir.
k. Memberikan konferensi press.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
87
7.11.3. PKP-PK
a. Kepala Unit PKP-PK
1. Menyampaikan kondisi darurat medis kepada personel PKP-PK.
2. Memerintahkan seluruh personel PKP-PK untuk melaksanakan
prosedur local stand by.
3. Memerintahkan personel PKP-PK untuk menuju lokasi dengan
kendaraan ambulance untuk membantu bila diperlukan.
4. Terus memantau perkembangan penanganan kondisi darurat medis.
5. Memerintahkan personel PKP-PK untuk kembali ke fire station atau
satellite fire station bila penanganan keadaan darurat medis selesai
dilaksanakan.
6. Melakukan pencatatan (record) terhadap data personel PKP-PK yang
melakukan pertolongan dan kejadian darurat medis yang direspon.
7. Membuat laporan kepada Kepala Bandar Udara tentang tindakan-
tindakan yang dilakukan oleh unit PKP-PK sampai dengan kondisi
darurat selesai.
b. Personel PKP-PK
1. Segera menjalankan prosedur siaga local (local standby) setelah
mendapatkan informasi keadaan darurat medis.
2. Segera menuju lokasi dengan kendaraan ambulance dan alat
pelindung diri yang cukup untuk membantu bila diperlukan.
3. Berkoordinasi dengan on scene commander sebelum melakukan
pertolongan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
88
4. Kembali ke fire station atau satellite fire station bila penanganan
keadaan darurat medis selesai dilaksanakan.
7.11.4. Aviation Security
a. Komandan Aviation Security
1. Memerintahkan personel Aviation Security untuk meningkatkan
pengawasan dan pengamanan di Bandar Udara terutama di daerah
keamanan terbatas.
2. Memerintahkan personel Aviation Security untuk melakukan
pengamanan di lokasi penanganan keadaan darurat medis.
3. Berkoordinasi dengan petugas TNI / POLRI di lapangan.
4. Berkoodinasi dengan on scene commander untuk memantau
perkembangan penanganan keadaan darurat medis (medical
emergencies).
5. Menyampaikan laporan kepada Kepala Bandar Udara, hal-hal yang
dilakukan unit Aviation Security sejak diterimanya pemberitahuan
kondisi darurat medis sampai dengan kondisi dinyatakan aman.
b. Personel Aviation Security
1. Meningkatkan pengawasan dan pengamanan di Bandar Udara
terutama di daerah keamanan terbatas.
2. Melakukan pengamanan di lokasi penanganan keadaan darurat
medis.
3. Bekerjasama dengan petugas TNI / POLRI untuk pengamanan lokasi
penanggulangan keadaan darurat medis.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
89
4. Melaporkan kondisi di lapangan secara berkala kepada komandan
Aviation Security.
7.11.5. Badan Usaha Angkutan Udara ([Link] Air.)
a. Berkoordinasi dengan pimpinan Badan Usaha Angkutan
Udara/Perusahaan Angkutan Udara Asing.
b. Mengirim perwakilan dengan membawa daftar penumpang dan awak
pesawat udara serta bergabung dengan petugas Kantor Kesehatan
Pelabuhan wilayah kerja Larantuka dilokasi yang telah ditetapkan.
c. Mengamankan bagasi dan kargo yang baru diturunkan atau akan
dinaikkan ke pesawat udara.
7.11.6. Dinkes, Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Flotim, Puskesmas
Waimana dan Satpol PP.
a. Rumah Sakit yang dihubungi oleh pihak Dinas kesehatan Kab. Flotim
segera menyiapkan bantuan ambulance dan tenaga medis bilamana
diperlukan.
b. Ambulance dan tenaga medis dari rumah sakit bersiaga, untuk
menunggu instruksi lebih lanjut penanggung jawab keamanan.
7.11.7. Kodim 1642 , Polres Kab. Flotim dan Polsek Ile Mandiri
a. Melakukan pengamanan lokasi kejadian dan mengantisipasi terhadap
potensi terhadap gangguan kamtibmas.
b. Mengatur jalur lalu lintas bagi pihak yang akan terlibat untuk menuju
lokasi.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
90
c. Melakukan pengamanan TKP, penyelidikan dan / atau penyidikan
sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
7.12. Keadaan Darurat Karena Bencana Alam
7.12.1. PERUM LPPNPI Unit Larantuka
a. Personel Pemandu Lalu Lintas Penerbangan
1. Saat terjadi bencana alam
a) Jangan panik.
b) Broadcast kepada pesawat udara bahwa sedang terjadi bencana
alam.
c) Menyelesaikan pengaturan traffic (jika memungkinkan).
d) Segera mencari tempat berlindung ke daerah yang aman.
2. Pasca bencana alam
a) Setelah bencana alam mereda, personel pemandu lalu lintas
penerbangan menunggu informasi dari pimpinan pemandu lalu
lintas penerbangan.
b) Dalam hal terjadi bencana alam lanjutan yang diikuti peringatan
dari BMKG, maka lakukan butir (a) diatas diikuti langkah
penyelamatan diri.
7.12.2. PTS PERUM LPPNPI Unit Larantuka
a. Saat terjadi bencana alam :
1. Segera menginformasikan kepada Kepala Bandar Udara.
2. Mengusulkan untuk mengajukan penerbitan NOTAM sesuai prosedur
yang berlaku.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
91
b. Pasca bencana alam :
1. Setelah bencana alam mereda, meminta unit terkait untuk
pemeriksaan kondisi landasan, tower dan peralatan pendukung
penerbangan lainnya.
2. Melakukan pengecekan terhadap seluruh fasilitas/peralatan
pemandu lalu lintas penerbangan yang digunakan diruang kerja.
3. Menyampaikan informasi mengenai kondisi terkini pasca kejadian ke
Kepala Bandar Udara.
4. Memastikan pesawat udara yang beroperasi aman bergerak di
runway, taxiway dan apron.
5. Menginventarisir ketersediaan / kesiapan peralatan dan personil
pemandu lalu lintas penerbangan.
6. Melaporkan kesiapan peralatan dan personel kepada Kepala Bandar
Udara.
7. Mengusulkan untuk melakukan pembatalan NOTAM sesuai
prosedur yang berlaku.
8. Membantu operasi pemulihan sesuai prosedur yang berlaku.
7.12.3. Kepala Bandar Udara
a. Mengaktifkan EOC.
b. Melaporkan kepada pejabat sebagaimana disebutkan pada butir 3.1.1.
c. Memantau proses pelayanan calon penumpang di terminal
keberangkatan.
d. Menyatakan penanggulangan bencana alam selesai.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
92
e. Memberikan keterangan press.
7.12.4. Unit PKP-PK
a. Berkoordinasi dengan On Scene Commander untuk melakukan
evakuasi korban dan P3K.
b. Melakukan pengawasan terhadap ancaman bahaya kebakaran.
c. Mengecek tumpahan minyak / BBM dan material berbahaya lainnya.
d. Mengecek fasilitas / peralatan milik PKP-PK seperti:
1. Memeriksa kendaraan, bangunan dan peralatan lainnya.
2. Memeriksa keadaan air, gas, listrik dan
3. Menguji coba fungsi alat komunikasi.
e. Menginventarisir ketersediaan / kesiapan peralatan dan personel PKP-
PK.
f. Melaporkan kesiapan peralatan dan personil kepada Kepala Bandar
Udara / Pimpinan Operasi Bandar Udara;
g. Membantu operasi pemulihan sesuai prosedur yang berlaku.
7.12.5. Unit Aviation Security
a. Melakukan pengamanan di wilayah bandar udara.
b. Melakukan koordinasi dengan petugas kepolisian / TNI dan unit
pengamanan terkait.
c. Menginventarisir asset milik pengamanan seperti: kendaraan,
bangunan dan peralatan lainnya.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
93
d. Melakukan patroli dan melaporkan bila ada potensi ancaman dan
tindakan melawan hokum.
e. Membantu operasi pemulihan sesuai prosedur yang berlaku.
7.12.6. Stasiun Meteorologi Gewayantana Larantuka
a. Bergabung ke EOC.
b. Menginformasikan secara terus menerus kondisi dan perubahan cuaca
serta kemungkinan timbulnya bencana lain.
c. Membantu operasi pemulihan sesuai prosedur yang berlaku.
7.12.7. Dinkes, Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Flotim, Puskesmas
Waimana dan Satpol PP.
a. Bergabung ke EOC.
b. Dinkes Kab. flotim bertindak sebagai koordinator medis
c. Menyiapkan tim medis dan ambulance.
d. Berkoordinasi dengan on-scene commander.
e. Membantu operasi pemulihan sesuai prosedur yang berlaku.
7.12.8. Dpu, Dinas Perhubungan dan BPBD Kab. Flotim
a. Bergabung ke EOC.
b. Bertindak sebagai On Scene Commander.
c. Menuju lokasi kecelakaan dengan peralatan SAR.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
94
d. Melakukan pemulihan sesuai prosedur yang berlaku dan kewenangan
dalam penanganan bencana alam di Bandar Udara Gewayantana
larantuka
e. Berkoordinasi dengan ketua EOC.
f. Melaksakan pertolongan / evakuasi.
g. Mengaktifkan rencana SAR.
7.12.9. Kodim 1642, Polres Kab. Flotim dan Polsek Ile mandiri
a. Bergabung ke EOC.
b. Berkoordinasi dengan unit Aviation Security untuk mengamankan jalur
lalu lintas kendaraan dari dan menuju Bandara.
c. Membantu evakuasi.
d. Menempatkan personel sesuai dengan titik penempatan yang sudah
ditentukan.
e. Membantu operasi pemulihan sesuai prosedur yang berlaku dan
kewenangan dalam penanganan bencana alam di Bandar Udara
Gewayantana Larantuka
7.13. Keadaan Darurat Terkait Barang Berbahaya (Dangerous Goods)
Bila terjadi insiden di Bandar Udara yang disebabkan barang-barang
berbahaya maka tindakan yang dilakukan adalah :
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
95
7.13.1. PERUM LPPNPI Unit Larantuka
a. Menginformasikan kepada :
1. Badan Usaha Angkutan Udara / Perusahaan Angkutan Udara Asing
yang bersangkutan.
2. Kepala Bandar Udara.
3. Pimpinan Operasi Bandar Udara.
4. Unit PKP-PK dan
5. Unit Aviation Security.
b. Isi Informasi mengenai :
1. Operator Badan Usaha Angkutan Udara / Perusahaan Angkutan
Udara Asing.
2. Tipe pesawat udara.
3. Jumlah penumpang dan crew pesawat udara (jika tidak diketahui,
dianggap penuh).
4. Perkiraan waktu pendaratan (ETA).
5. Barang-barang berbahaya, termasuk jenis, jumlah, dan lokasi
penempatan (bila diketahui) dan
6. Runway yang digunakan.
c. Mengatur penempatan pesawat udara di isolated parking area.
d. Mengatur pergerakan pesawat udara lainnya yang menuju dan
meninggalkan bandar udara.
e. Mengusulkan untuk melakukan pengajuan penerbitan NOTAM
kepada instansi yang berwenang apabila diperlukan.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
96
7.13.2. Kepala Bandar Udara
a. Menyatakan keadaan darurat.
b. Melaporkan keadaan darurat kepada pejabat sebagaimana tertera
pada paragraf 3.1.1.
c. Mengaktifkan Emergency Operation Centre (EOC).
d. Menginstruksikan kepada personel dibawah kewenangannya untuk
siaga melakukan penanggulangan keadaan darurat.
e. Memantau kondisi keadaan darurat dengan berkoordinasi dengan
pemandu lalu lintas penerbangan dan badan usaha angkutan udara /
perusahaan udara asing yang bersangkutan.
f. Segera menuju lokasi keadaan darurat.
g. Meminta bantuan peralatan yang dibutuhkan dari unit/instansi lain.
h. Mengusulkan penerbitan NOTAM ke unit/instansi yang berwenang
setelah mendapat informasi dari Pimpinan Pemandu Lalu Lintas
Penerbangan bila dibutuhkan.
i. Memberikan konferensi pers.
7.13.3. Aviation Security
a. Memasang security line disekitar pesawat udara.
b. Selalu berkoordinasi dengan pimpinan pos komando lapangan.
c. Mengamankan isolated parking area.
d. Mengatur alur lalu lintas kendaraan bantuan yang menuju dan
meninggalkan lokasi keadaan darurat.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
97
e. Berkoordinasi dengan TNI/POLRI terkait pengamanan lokasi keadaan
darurat.
7.13.4. Kodim 1642, Polres kab. Flotim dan Polsek Ile Mandiri
a. Segera menuju ke lokasi keadaan darurat setelah mendapatkan
informasi.
b. Berkoordinasi dengan Komandan Aviation Security untuk:
1. Mengamankan isolated area.
2. Mengatur alur lalu lintas kendaraan bantuan yang menuju dan
meninggalkan lokasi keadaan darurat;
3. Melakukan pengamanan lokasi penanggulangan keadaan darurat.
7.13.5. PKP-PK
a. Melakukan penilaian awal dan mengkoordinasikan penanganan
insiden dengan berkoordinasi dengan Pemandu Lalu Lintas
Penerbangan dan Badan Usaha Angkutan Udara/Perusahaan
Angkutan Udara Asing untuk mengetahui loksasi penyimpanan
barang berbahaya serta jenis barang berbahaya.
b. Bila terjadi kebakaran melibatkan barang berbahaya maka perlu
untuk dipertimbangkan:
1. Tahapan dari api (initiation/develop/fully growth/decay).
2. jenis yang terbakar (pesawat udara/bangunan atau gedung) dan
hazard:
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
98
a) resiko yang mungkin dihadapi terhadap barang/harta benda dan
orang (exposure risks) dan
b) kebutuhan untuk evakuasi.
3. alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan dan yang tersedia.
4. kebutuhan untuk melakukan pemadam kebakaran (necessity to fire
fighting). dan
5. pencegahan/pembendungan meluasnya api (containment of fire).
c. Lakukan pemadaman dengan ketentuan sebagai berikut:
1. menjaga jarak aman dan dengan metode melakukan pemadaman
secara defensive. dan
2. posisi pemadaman berada di atas angin (upwind) dan uphill.
d. Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang diperlukan dan lakukan
penyelamatan bila memungkinkan.
e. Berkoordinasi dengan unit Aviation Security dan pimpinan pos
komando lapangan untuk mengkoordinasikan keamanan di lokasi
kejadian dan mengarahkan penumpang atau setiap sekelompok orang
atau perorangan di lokasi tertentu yang aman.
f. Mengisolasi setiap kelompok orang atau perorangan yang diduga telah
terkontaminasi.
g. Catat setiap perkembangan yang terjadi melalui watch room.
h. Catat setiap nama personel PKP-PK yang melakukan penanganan
insiden dalam laporan.
i. Jika dicurigai bahwa terdapat seseorang ataupun sekelompok orang
dalam lokasi tersebut telah terkontaminasi, maka
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
99
1. Isolasi dan setiap personel PKP-PK dilarang bersentuhan untuk
mencegah kontaminasi silang (cross contamination). dan
2. mereka harus melalui proses dekontaminasi dengan berkoordinasi
terlebih dahulu dengan koordinator medis/petugas medis yang
hadir.
j. Usahakan agar air dari aktivitas dekontaminasi tidak mengalir ke
saluran air (usahakan untuk menahan limpahan air dengan
membentuk bendungan disekeliling lokasi dekontaminasi).
k. Personil yang melakukan pertolongan pemindahan darurat kepada
korban harus menggunakan tandu.
l. Lakukan penjagaan terhadap area dan barang berbahaya terhadap
semua sumber nyala (sources of ignition).
m. Informasikan dengan lengkap setiap informasi yang dimiliki kepada
unit/instansi lain yang datang untuk membantu.
n. Seluruh Alat Pelindung Diri dan Breathing Apparatus Set serta
peralatan yang digunakan dikumpulkan dan disusun untuk
pemeriksaan dari kontaminasi barang berbahaya.
o. Seluruh personil yang terlibat harus diperiksa kesehatan oleh tim
medis.
7.13.6. Badan Usaha Angkutan Udara ([Link] Air.)
a. Berkoordinasi dengan Pimpinan Badan Usaha Angkutan Udara /
Perusahaan Angkutan Udara Asing yang bersangkutan
b. Menugaskan pejabat di bawahnya segera menuju pos komando.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
100
c. Melakukan hubungan komunikasi dengan Kepala Bandar Udara
Gewayantana Larantuka untuk menuju pos komando lapangan.
d. Menyediakan dukungan fasilitas, peralatan, dan logistik yang
dibutuhkan selama penanggulangan keadaan darurat.
e. Menugaskan wakilnya ke EOC.
f. Bertanggung jawab dalam penanganan barang berbahaya,
pembersihan lokasi, dan melakukan pembuangan terhadap barang
berbahaya.
g. Melakukan pencatatan terhadap penumpang pesawat udara yang
terkontaminasi oleh barang berbahaya;
h. Setelah mendapat arahan dari pimpinan pos komando untuk
mengangkut penumpang yang tidak cidera dan tidak memerlukan
perawatan medis lebih lanjut ke holding area.
i. Menyediakan peralatan dan personel pemindahan pesawat udara yang
rusak.
j. Bertanggung jawab atas biaya yang timbul dalam penanggulangan
keadaan darurat.
k. Menyiapkan daftar penumpang (passenger’s manifest).
l. Menyiapkan fasilitas dan personel di greeters and meeters.
7.13.7. Dinkes, Rumasakit Umum Daerah Kab. Flotim, Puskesmas
Waimana dan Satpol PP.
a. Menuju ke lokasi kecelakaan pesawat udara dengan ambulance.
b. Bertindak sebagai koordinator dalam kegiatan medis.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
101
c. Selalu berkoordinasi dengan pimpinan pos komando.
d. Menentukan lokasi triage area, decontamination area, dan care area.
e. Melakukan dekontaminasi dari barang berbahaya kepada
perseorangan/kelompok yang tercemar barang berbahaya
f. Melakukan pemilahan dan tindakan medis pada korban sesuai
prioritas.
g. Melakukan pendataan dan identifikasi terhadap korban.
h. Mendampingi korban yang cedera parah, sewaktu dibawa ke rumah
sakit.
i. Koordinator medis selalu melakukan koordinasi dengan rumah sakit
lain melalui EOC untuk bantuan tambahan medis (kalau
dibutuhkan).
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
102
BAB VIII
TINDAKAN SETELAH KEADAAN DARURAT
8.1. Pemindahan Pesawat Udara Yang Rusak
Pemindahan pesawat yang mengganggu ketertiban, kelancaran, dan
kelangsungan pengoperasian bandar udara, maka pesawat udara yang rusak
didaerah pergerakan dan sekitarnya sehingga keberadaannya mengganggu
operasi penerbangan segera dipindahkan.
Prosedur pemindahannya dapat dilakukan setelah persetujuan dari
KNKT. Jika pesawat udara dan bagiannya harus dipindahkan terlebih dahulu
sebelum dilakukan penyidikan maka hal yang harus dilaksanakan sebelum
dilakukan pemindahan :
8.1.1. Dilakukan pemotretan secara detail sesuai dengan prosedur penelitian
8.1.2. Lokasi dan posisi semua komponen di atas tanah diberi tanda.
8.1.3. Diagram kecelakaan, termasuk goresan-goresan pada landasan/tanah
dibuat gambar sketsanya.
8.1.4. Cockpit instruments serta lampu indikasi dan posisi saklar tidak boleh
diubah.
Diparaf Oleh :
Revisi ke 00 Kepala Kantor UPBU
Gewayantana Larantuka
Dibuat Pada : 14 Juni 2022 PAGA MAGDALENA
Penata Tk.1 III/d
NIP: 19641231 198703 2 003
103
8.2. Tanggung Jawab Pemindahan
8.2.1. Pemindahan pesawat udara yang rusak adalah menjadi tanggung
jawab Badan usaha angkutan udara sebagai pemilik pesawat udara
yang mengalami kecelakaan yang bertanggung jawab:
a. Memindahkan pesawat udara yang utuh/rongsokan dengan
mendatangkan peralatan pemindah pesawat yang rusak (peralatan
salvage) serta petugas yang berkompeten (bila dimiliki).
b. Memindahkan pesawat udara yang utuh/rongsokan termasuk biaya
dengan sistem penyewaan peralatan salvage dan personel dari
instansi yang memiliki peralatan salvage.
8.2.2. Untuk kelangsungan operasional bandar udara maka pesawat udara
yang mengalami kecelakaan belum dapat dipindahkan maka
penyelenggara bandar udara secara sepihak dapat segera melakukan
pemindahan sesuai prosedur dan segala akibat serta biaya yang timbul
dibebankan kepada Badan Usaha Angkutan Udara bersangkutan.
8.3. Sumber Daya Personel dan Peralatan Pemindah Pesawat Yang Rusak
Bila peralatan pemindah pesawat yang rusak (salvage) tidak tersedia di
sekitar daerah dimana pesawat udara mengalami kerusakan, maka hal-hal
berikut perlu diperhatikan:
8.3.1. Pemilik peralatan Salvage:
Diparaf Oleh :
Revisi ke 00 Kepala Kantor UPBU
Gewayantana Larantuka
Dibuat Pada : 14 Juni 2022 PAGA MAGDALENA
Penata Tk.1 III/d
NIP: 19641231 198703 2 003
104
Bandar Udara Ngurahrai denpasar bali
8.3.2. Jumlah personel yang berlisensi Salvage:
11 Orang
8.3.3. Jarak dari Ketersediaan Salvage dengan Bandar Gewayantana
larantuka:
800 km
8.3.4. Waktu mendatangkan sampai dilokasi:
8 jam
8.3.5. Prosedur mendatangkan peralatan salvage:
Menggunakan pesawat udara, melalui darat dan laut
8.4. Standar Operasi Prosedur Pemindahan Pesawat Udara Yang Rusak di
Bandar Udara
Bandar Udara Gewayantana Larantuka tidak memiliki peralatan salvage,
sehingga pemindahan pesawat udara yang mengalami kerusakan mengacu
kepada pihak pemilik peralatan salvage yang ditunjuk oleh pihak Badan Usaha
Angkutan Udara dan tetap berkoordinasi dengan pihak Bandara Gewayantana
larantuka
Diparaf Oleh :
Revisi ke 00 Kepala Kantor UPBU
Gewayantana Larantuka
Dibuat Pada : 14 Juni 2022 PAGA MAGDALENA
Penata Tk.1 III/d
NIP: 19641231 198703 2 003
105
8.5. Evaluasi
Setelah bandar udara sudah beroperasi normal, maka penyelenggara
bandar udara akan mengundang anggota komite untuk mengevaluasi
hambatan-hambatan yang ditemukan selama penanggulangan keadaan darurat
dengan memperhatikan isi dokumen rencana penanggulangan keadaan
darurat/airport emergency plan.
Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan maka bila diperlukan lakukan
amandemen/perubahan terhadap isi Dokumen Rencana Penanggulangan
Keadaan Darurat sehingga selalu dalam kondisi terakhir.
Diparaf Oleh :
Revisi ke 00 Kepala Kantor UPBU
Gewayantana Larantuka
Dibuat Pada : 14 Juni 2022 PAGA MAGDALENA
Penata Tk.1 III/d
NIP: 19641231 198703 2 003
106
BAB IX
PRINSIP FAKTOR-FAKTOR KEMANUSIAAN (HUMAN FACTORS) DALAM
RENCANA PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT BANDAR UDARA
9.1. Umum
Faktor kemanusiaan (human factors) memfokuskan pada manusia dan
hubungannya dengan lingkungan, peralatan, prosedur, dan dengan manusia
lainnya. Penerapan human factors bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja
seseorang secara sistematis, seringkali diintegrasikan dalam suatu kerangka
sistem untuk keselamatan dan efisiensi.
Konsep SHEL pada faktor kemanusiaan (human factors) dikembangkan oleh
Edwards pada tahun 1972, menggunakan diagram model yang dikembangkan
oleh Hawkins pada tahun 1975. Konsep SHEL tersebut digambarkan sebagai
berikut:
1. S – Software, merupakan perlambang dari perangkat lunak seperti
rencana kerja, prosedur, dokumentasi, simbologi, dan sebagainya .
2. H – Hardware, merupakan perlambang dari perangkat keras seperti
mesin, kendaraan, dan sebagainya.
3. E – Environment, merupakan perlambang dari lingkungan. Lingkungan
dibagi menjadi lingkungan internal (contohnya tempat kerja) dan
eksternal (lingkungan tempat kerja tersebut berada, misalkan tempat
bekerja adalah di fire station maka lingkungan eksternalnya adalah
bandar udara). dan
4. L – Liveware, merupakan perlambang dari manusia.
Diparaf Oleh :
Revisi ke 00 Kepala Kantor UPBU
Gewayantana Larantuka
Dibuat Pada : 14 Juni 2022 PAGA MAGDALENA
Penata Tk.1 III/d
NIP: 19641231 198703 2 003
107
9.2. Tujuan penerapan faktor-faktor kemanusiaan (human factors) dalam
penanggulangan keadaan darurat bandar udara
Tujuan penerapan prinsip-prinsip faktor kemanusiaan (human factors) dalam
dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat bandar udara (Airport
Emergency Plan Document) untuk memastikan respon yang optimum oleh
setiap unit/instansi yang terlibat dalam penanggulangan keadaan darurat. Hal-
hal pada prinsip-prinsip faktor kemanusiaan (human factors) hendaknya
menyertakan:
1. Efektifitas kinerja seseorang pada penanggulangan keadaan darurat
bandar udara, sebagai contoh beban kerja, kapabilitas, fungsi, batasan
lingkungan, kinerja tim dibandingkan dengan kerja perseorangan;
2. Efektifitas pelatihan.
Diparaf Oleh :
Revisi ke 00 Kepala Kantor UPBU
Gewayantana Larantuka
Dibuat Pada : 14 Juni 2022 PAGA MAGDALENA
Penata Tk.1 III/d
NIP: 19641231 198703 2 003
108
3. Penempatan pegawai (staffing) termasuk jumlah, tingkat keahlian, dan
struktur organisasi.
4. Seleksi personel. dan
5. Aspek kesehatan dan keselamatan, sebagai contoh barang-barang
berbahaya, sistem keselamatan, dan kelengkapan alat pelindung.
9.3. Penerapan Faktor Kemanusiaan (Human Factors) dalam Rencana
Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara
Penanggulangan keadaan darurat tidak lepas dari faktor kemanusiaan (human
factors), maka terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian dalam
pelaksanaan penanggulangan keadaan darurat, yaitu:
1. Untuk melihat kemampuan sesungguhnya dari Bandar Udara dalam
menghadapi keadaan darurat maka sesuai dengan ketentuan ICAO dalam
Annex 14, Volume I, Aerodromes, setiap Bandar Udara wajib
melaksanakan latihan penanggulangan keadaan darurat.
Latihan penanggulangan keadaan darurat hendaknya nampak nyata,
maka penting bagi setiap orang yang terlibat dalam latihan
penanggulangan keadaan darurat menganggap bahwa latihan tersebut
merupakan kondisi penanggulangan keadaan darurat sesungguhnya.
Maka penting bagi komite penanggulangan keadaan darurat untuk
melaksanakan latihan secara rutin dan berkala serta melakukan evaluasi
setelah pelaksanaan latihan tersebut untuk mengetahui kekurangan yang
harus diperbaiki.
Diparaf Oleh :
Revisi ke 00 Kepala Kantor UPBU
Gewayantana Larantuka
Dibuat Pada : 14 Juni 2022 PAGA MAGDALENA
Penata Tk.1 III/d
NIP: 19641231 198703 2 003
109
2. Setiap personel yang tergabung dalam komite penanggulangan keadaan
darurat hendaknya mengenal Bandar Udara, sehingga pada setiap
latihan penanggulangan keadaan darurat perlu diberikan pengenalan
terhadap bandar udara misalnya dengan memberikan materi familiarisasi
bandar udara (airport familiarization) dan pemberian petunjuk arah yang
memadai dengan demikian setiap personel bantuan yang menuju lokasi
penanggulangan keadaan darurat di bandar udara dapat mencapai lokasi
penanggulangan keadaan darurat dengan tepat dan cepat (Faktor
Liveware dengan Environment).
3. Pada dasarnya operasi penanggulangan keadaan darurat terkait dengan
fungsi komando, koordinasi, dan komunikasi. Sehingga selain mengenali
bandar udara, maka setiap anggota komite haruslah mengerti atas tugas
dan tanggung jawabnya di dalam komite penanggulangan keadaan
darurat (Faktor Liveware dengan Software).
4. Komando dan koordinasi pada komite penanggulangan keadaan darurat
merupakan merupakan hal yang dilatih dalam operasi penanggulangan
keadaan darurat. Koordinasi hanya bisa diperoleh dengan komunikasi
yang efektif diantara unit/instansi yang tergabung dalam komite
penanggulangan keadaan darurat bandar udara. (Faktor Liveware dengan
Liveware)
Diparaf Oleh :
Revisi ke 00 Kepala Kantor UPBU
Gewayantana Larantuka
Dibuat Pada : 14 Juni 2022 PAGA MAGDALENA
Penata Tk.1 III/d
NIP: 19641231 198703 2 003
110
5. Setiap personel yang melaksanakan operasi penanggulangan keadaan
darurat merupakan personel yang telah terlatih dan mengenal dengan
baik setiap peralatan yang dimiliki dan bagaimana memfungsikannya,
sebagai contoh personel PKP-PK mengerti bagaimana mengoperasikan
kendaraan foam tender, dan seterusnya. (Faktor Liveware dengan
Hardware)
6. Sangatlah penting bahwa unit/instansi yang tergabung dalam komite
penanggulangan keadaan darurat bandar udarafamiliar dengan berbagai
konfigurasi yang berbeda dari pesawat udara, kemampuan lembaga yang
hadir, peralatan, dan sistem komunikasi.
7. Setelah kejadian kecelakaan pesawat udara seringkali diperlukan untuk
menyediakan pelayanan perawatan psikologi bagi personel, staf
unit/instansi, dan penumpang pesawat udara untuk membantu kondisi
kejiwaan dan tingkat stress yang dialami penumpang maupun penolong.
8. Faktor kelelahan (fatigue) merupakan faktor kemanusiaan (human factor)
yang secara langsung mempengaruhi kinerja manusia ketika melakukan
operasi penanggulangan keadaan darurat oleh karena itu on scene
commander harus peka dalam membaca situasi dan kondisi di lapangan.
Diparaf Oleh :
Revisi ke 00 Kepala Kantor UPBU
Gewayantana Larantuka
Dibuat Pada : 14 Juni 2022 PAGA MAGDALENA
Penata Tk.1 III/d
NIP: 19641231 198703 2 003
111
APPENDIX
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
112
Appendix 1
DATA UPBU GEWAYANTANA-LARANTUKA
1. Nama UPBU : UPBU Gewayantana-Larantuka
2. Alamat UPBU : Jl. Soekarno hata No. 77 Ds. Tiwatobi.
Kec. Ile Mandiri, KabFlotim
3. Telepon UPBU : 08113838959
4. E-mail UPBU : bandaragwt@[Link]
5. Nama Kabupaten/Kota : Larantuka, Flores Timur
6. Nama Provinsi : Nusa Tenggara Timur
7. Jam Operasi : 07.00 – 16.00 WITA (23.00 – 08.00 UTC)
8. Kemampuan Landasan : PCN 18FCYT
9. Pelayanan Lalu Lintas Udara : AFIS
10. Kategori UPBU Untuk PKP-PK : Kategori 5
11. Koordinat : 8°16’30’’S -123°00’00’’E
12. Elevasi : 3.5M/9.84 FEET
13. Jarak Dari Pusat Kota : 7 Km arah utara.
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
113
Appendix2
CONTOH SURAT KESANGGUPAN DUKUNGAN
Nama Instansi : Perusahaan Penerbangan
Alamat Instansi :
Telepon kantor :
Mengacu pada Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat
UPBU Kelas III Gewayantana-Larantuka, (Dokument Airport Emergency Plan)
beserta prosedur dan instruksi yang tertuang pada dokumen ini, kami
menyatakan sanggup untuk mendukung dalam penanggulangan keadaan
darurat di UPBU Kelas III Gewayantana-Larantuka dan wilayah sekitarnya,
sebagaimana tertera dalam prosedur dan akan melaksanakan dengan penuh
kesadaran dan tanggung jawab sesuai yang tertera di dalamnya.
Larantuka, 22 November 2022
Instansi
Tanda tangan
Nama jelas
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
114
Appendix 3.a
GRID MAP UPBU KELAS III
GEWAYANTANA-LARANTUKA
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
115
116
Appendix 3.b
BATAS PAGAR UPBU KELAS III
GEWAYANTANA-LARANTUKA
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
117
118
Appendix 3.c
DENAH GEDUNG DAN FASILITAS PENTING
DI UPBU KELAS III GEWAYANTANA-
LARANTUKA
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
119
120
Appendix 3.d
GRID MAP SEKITAR UPBU GEWAYANTANA-
LARANTUKA SAMPAI RADIUS 5 NM (±8KM)
DARI TITIK REFERENSI UPBU
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
121
122
Appendix 3.e
INFORMASI TIPE PESAWAT UDARA YANG BEROPERASI DI UPBU
GEWAYANTANA-LARANTUKA
Aircraft Side Fuel SDT Wing Lengh Heigh
MTOW
Type Elevation Capacity Seating Pax Span t t
ATR 21.766 24,57 22,67 7,75
5000Kg 72 Seat
72 – 500 Kg m m m
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
123
Appendix 3.f
LOKASI PUSAT INFORMASI TIAP
TERMINAL
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
124
125
Appendix 3.g
BATAS DAERAH TANGGUNG JAWAB PENUH
PKP-PK
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
126
127
Appendix 3.h
BATAS ISOLATED PARKING AREA DAN
DAERAH APRON
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
128
129
Appendix,4
Formulir Registrasi Oleh Operator Pesawat Udara Untuk Evakuasi Bila Terjadi
Keadaan Darurat (Registrar’s Form By Operator Aircraft For Evacuation When
Emergency)
FORMULIR REGISTRASI PENUMPANG
Penumpang
Nama :
Alamat :
Nomor Telepon :
Akomodasi/Nama Hotel :
Nomor Penerbangan :
Transportasi setelah penerbangan :
72 jam kedepan Dapat dihubungi di nomor Yang dapat dikontak
Nama :
Hubungan :
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
130
Appendix.5
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
131
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
132
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
133
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
134
Appendix 6
TAG UNTUK KORBAN KECELAKAAN PESAWAT UDARA
Halaman depan Halaman Belakang
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
135
Appendix 7
LOKASI KECELAKAAN, COLECTION AREA, TRIAGE Dan CARE AREA
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
136
Appendix 8
LOKASI TRIAGE AND MEDICAL CARE AREA BILA TERJADI KECELAKAAN
DI DARAT
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
137
Appendix 9
CONTOH LOKASI TRIAGE AND MEDICAL CARE AREA BILA TERJADI
KECELAKAAN DI PERAIRAN
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
138
Appendix 10
10.1. Appendix
10.1.1. Sumber Daya Pendukung Unit PKP-PK
1. Kategori UPBU untuk PKP-PK : Kategori 5
2. Telepon/Fax : 081239087576
3. Jumlah Personel PKP-PK : 15 Orang
4. Sertifikat Kompetensi Basic PKP-PK : 3 orang
5. Sertifikat Kompetensi Junior PKP-PK : 4 orang
6. Sertifikat Kompetensi Senior PKP-PK : 1 orang
7. Non Sertifikat Kompetensi : 7 orang
8. Sertifikat Kompetensi Teknisi
Perawatan Kendaraan PKP-PK :-
10.1.2. Kendaraan PKP-PK
A. Foam Tender Tipe IV Merk Mercedes Benz
a. Callsign :F1
b. Kapasitas tangki air : 4.000 liter
c. Kapasitas tangki foam : 480 liter
d. Kapasitas tangki kimia kering : 250 kg
B. Foam Tender Tipe V Merk Hino
a. Callsign :F2
b. Kapasitas tangki air : 2.500 liter
c. Kapasitas tangki foam : 300 liter
C. Ambulance Merek Mitshubhisi L 300
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
139
Callsign :A1
D. Kendaraan Ambulance Merk inova
Callsign :A2
E. Kendaraan Comando Car Merek Strada
Callsingn : CC
10.1.3. Peralatan Penunjang
A. Handy Talky : 4 buah
B. Breathing Apparatus Set : 8 buah
C. Baju tahan api : 4 buah
D. Baju tahan panas : 4 buah
E. Jumlah tandu : 4 buah
10.1.4. Cadangan Pemadam
A. Cadangan Pemadam Utama
Air : 15.000 liter
Foam AFFF : 1.600 liter
B. Cadangan Pemadam Pelengkap
DCP : 1000 kg
10.2. Sumber Daya Pendukung Lain
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
140
10.2.1. BPBD Kab. Flotim
A. Telepon/Fax : (0518) 6076811
B. Radio Frekuensi : 13.545,00 KHz (HF)
C. TX : 159.300 MHz (VHF)
D. Rx : 154.300 Mhz
E. Total Personel : 12 orang
Kendaraan
A. Truck Personel (Isuzu) : 1 Unit
B. Mobil Rescue D-Max Double Cabin (Isuzu) : 1 Unit
C. Mobil Rescue D-Max Box (Isuzu) : 1 Unit
D. Perahu karet : 2 unit
a) Kapasitas : 6 orang
b) Motor Tempel : 2 unit (-25PK dan -40PK)
E. Peralatan Selam : 2 set
F. Rigid Inflatable Boat : 1 Unit
a) Kapasitas : 13 Orang
b) Mesin : 200 PK 2 Unit
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
141
10.3. Sumber Daya Pendukung Bidang Medis
10.3.1. RumahSakit Umum Daerah Kab. Flotim
Sumber Daya Pendukung Bidang Medis
A. Petugas medis
a. Petugas operasi : 14 orang
b. Petugas anastasi :4 orang
c. Dokter : 24 orang
d. Perawat : 144 orang
e. Asisten Dokter :-
B. Fasilitas Rumah sakit
a. Tempat tidur : 105 buah
b. Tempat tidur darurat :-
c. Ruang jenasah : 1 kapasitas
d. Body bags : -
e. Jumlah tandu : 10 buah
C. Fasilitas Pendukung Keadaan Darurat
a. Ambulance : 2 buah
b. Kendaraan darurat lain :-
D. Jalur Hubungan Telepon Emergency
a. Hotline : 0383 - 21836
b. Gawat darurat : 0383 – 21287
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
142
10.3.2. Puskesmas Waimana
A. Fasilitas Puskesmas
a. Tempat tidur : 3 buah
b. Tempat tidur darurat : 1 buah
c. Ruang jenazah :-
d. Body bags :-
e. Jumlah tandu : 1 buah
B. Fasilitas Pendukung Keadaan Darurat
a. Ambulance : 1 buah
b. Kendaraan darurat lain : Tabung oksigen 2 buah
C. Jalur Hubungan Telepon Emergency
a. Hotline : 081337899153
b. Gawat darurat : 085205678385
c. Jarak dari UPBU : 3 km
10.3.3. Puskesmas Pembantu Delang
A. Fasilitas Puskesmas Pembantu Delang
a. Tempat tidur : 1 buah
b. Tempat tidur darurat : - buah
c. Ruang jenasah : - kapasitas
d. Body bags :-
e. Jumlah tandu :-
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
143
f. Petugas Operasi :-
g. Petugas Anatesi :-
h. Dokter :-
i. Perawat : 3 orang
j. Asisten Dokter :-
B. Fasilitas Pendukung Keadaan Darurat
a. Ambulance :-
b. Kendaraan darurat lain :-
C. Jalur Hubungan Telepon Emergency
a. Hotline : 081238998083
b. Gawat darurat : 081239240416
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
144
Appendix 11
CONTOH LEMBARAN CATATAN PERUBAHAN DOKUMEN RENCANA
PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT
GEWAYANTANA-LARANTUKA
Ketua Komite
AIRPORT EMERGENCY PLAN
Telepon:
PERUBAHAN DAN KOREKSI Fax:
Proposal untuk perubahan atau penambahan isi dari Dokumen
Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat UPBU Gewayantana-
Larantuka, harus dimasukan di bawah ini dan diteruskan kealamat
diatas.
Perubahan berikut diusulkan untuk Rencana Amandemen Dokumen
Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat
Tanda Tangan : .............................................
Nama : .............................................
Nama Instansi : .............................................
Tanggal : .............................................
Revisi ke 00 Diparaf Oleh:
Kepala Kantor UPBU Kelas III
Dibuat Pada 22 November 2022 Gewayantana-Larantuka-
Larantuka
PAGA MAGDALENA
Penata Tk. I III/d
NIP. 19641231 198703 2 003
NOTA KESEPAKATAN
KOORDINASI OPERASIONAL
Letter of Operational Coordination Agreement
(LOCA)
Nomor : UM.002/003.1/68.1/III/GWT-2021
antara
PERUM LEMBAGA PENYELENGGARA PELAYANAN
NAVIGASI PENERBANGAN INDONESIA (LPPNPI)
UNIT PELAYANAN NAVIGASI PENERBANGAN
LARANTUKA
dengan
KANTOR UPBU KELAS III
BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA
BERLAKU MULAI
MARET 2021
DAFTAR ISI
TOPIK HALAMAN
SAMPUL 1
DAFTAR ISI 2
CHECKLIST FOR EFFECTIVE DATE 4
I. PENDAHULUAN 5
II. MAKSUD DAN TUJUAN 5
III. RUANG LINGKUP 5
IV. DASAR HUKUM 5
V. DEFINISI 8
VI. KEWENANGAN 12
VII. PROSEDUR KOORDINASI 12
1. Koordinasi Pelayanan Navigasi Penerbangan Pada Kondisi
12
Normal dan Kondisi Abnormal
2. Koordinasi Pelayanan Navigasi Penerbangan pada VVIP
13
Movement dan Event-Event Khusus
3. Koordinasi Slot Time dan Kapasitas Bandar Udara 14
4. Koordinasi Joint Investigation Terhadap Incident dan Accident
15
Pesawat Udara di Bandar Udara
5. Koordinasi Perijinan Extend dan Advance Operating Hours 15
6. Koordinasi Pelaksanaan Kalibrasi 16
7. Koordinasi Pergerakan Pesawat, Orang dan Kendaraan di
17
Movement Area serta Alokasi Parkir Pesawat Udara
8. Koordinasi Mengenai Kawasan Keselamatan Operasi
Penerbangan (KKOP) dan Pengawasan terhadap Obstacle 18
(Obstacle Control)
9. Koordinasi Penanganan Serangan Burung (Bird Strike) dan
Bahaya Hewan Liar (Wildlife Hazards) serta Gangguan Layang- 19
layang, Balon, Laser, Kembang Api dan Lain-lain yang Sejenis
10. Koordinasi Rencana dan Pelaksanaan Penanggulangan
Keadaan Darurat Bandar Udara/Airport Emergency Plan (AEP),
Airport Safety lnspection, Airport Security Programme (ASP) 21
dan Pedoman Pengoperasian Bandar Udara/Aerodrome Manual
(AM)
Page 2 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
11. Koordinasi Identifikasi Hazard di Movement Area 23
12. Koordinasi Operasional Listrik Bandara 23
13. Koordinasi Operasional Airfield Lighting System 24
14. Koordinasi Pertukaran Data dan lnformasi 25
15. Koordinasi Pelayanan Informasi Aeronautika dan Aeronautical
25
Information Publication (AIP)
16. Koordinasi Penerbitan NOTAM 26
VIII. FORCE MAJEURE 27
IX. TINDAK LANJUT 27
X. PENYIMPANGAN 28
XI. PENUTUP 28
LEMBAR PENGESAHAN 29
LAMPIRAN : DAFTAR NOMOR TELEPON 30
Page 3 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Checklist for Effective Date
Agreement Page Issue Date
Amandemen Pertama:
1. Perubahan Struktur Organiasi, Unit
LARANTUKA & UPBU GEWAYANTANA -
LARANTUKA
2. Penyesuasian Pelayanan Aeronautika dan
NOTAM
3. Penyesuaian Pelaksanaan 5-25
Penangulangan Keadaan Darurat, Airport
Emergency Plan (AEP)
4. Penyampaian abnormal situation melalui
[Link]
5. Dasar Hukum
Page 4 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
I. PENDAHULUAN 1. Nota Kesepahaman Operasional ini didasarkan
pada tugas dan tanggung jawab Unit
Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana
Larantuka dengan Unit Pelayanan Navigasi
Penerbangan Larantuka guna menghasilkan
informasi yang berkualitas, cukup, terkini guna
kepentingan keamanan dan keselamatan di
Bandar Udara Gewayantana
2. Kesepakatan bersama ini dimaksdukan sebagai
pedoman pelaksanaan koordinasi antara Unit
Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana
Larantuka dengan Unit Pelayanan Navigasi
Penerbangan Larantuka dalam rangka pencapaian
pelayanan Navigasi penerbangan dan
keselamatan,keamanan penerbangan yang teratur
dan efisien
3. Kantor UPBU Kelas III Bandar Udara Gewayantana
Larantuka, dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bandar
Udara, yang selanjutnya disebut BANDARA
GEWAYANTANA dan Perusahaan Umum (Perum)
Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi
Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Unit Pelayanan
Navigasi Penerbangan LARANTUKA, dalam hal ini
diwakili oleh Kepala Unit Larantuka, yang selanjutnya
disebut AIRNAV LKA, secara bersama-sama disebut
sebagai PARA PIHAK.
1. LOCA ini dimaksudkan sebagai pedoman
II. MAKSUD DAN
pelaksanaan koordinasi operasional penerbangan
TUJUAN
antara BANDARA GEWAYANTANA dengan AIRNAV
LKA;
2. Tujuan LOCA ini adalah untuk menciptakan sinergi
dalam rangka meningkatkan pelayanan navigasi
penerbangan dan jasa kebandarudaraan sebagai
penunjang keselamatan dan keamanan penerbangan
di Bandar Udara Gewayantana Larantuka.
Kegiatan operasional penerbangan di Bandar Udara
III. RUANG LINGKUP
Gewayantana Larantuka terkait dengan pelayanan
navigasi penerbangan dan jasa kebandarudaraan.
IV. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang
Penerbangan;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001 tentang
Keselamatan dan Keamanan Penerbangan;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang
Kebandarudaraan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2012 tentang
Page 5 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Perusahaan Umum (Perum) Lembaga
Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan
Indonesia;
5. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 22 Tahun
2009 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan
Sipil Bagian 175 (Civil Aviation Safety Regulation Part
175) tentang Aeronautical Information Service;
6. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 24 Tahun
2009 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan
Sipil Bagian 139 (Civil Aviation Safety Regulation Part
139) tentang Bandar Udara (Aerodrome);
7. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 11 Tahun
2009 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan
Sipil Bagian 172 (Civil Aviation Safety Regulation Part
172) tentang Air Traffic Services Providers;
8. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 14 Tahun
2009 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan
Sipil Bagian 170 (Civil Aviation Safety Regulation Part
170) tentang Peraturan Lalu Lintas Udara;
9. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 20 Tahun
2009 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan
Sipil tentang Sistem Manajemen Keselamatan;
10. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 11 Tahun
2010 jo PM 69 Tahun 2013 tentang Tatanan
Kebandarudaraan Nasional:
11. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 57 Tahun
2011 tentang Peraturan Penerbangan Sipil Bagian
171 (Civil Aviation Safety Regulation Part 171)
Penyelenggara Pelayanan Telekomunikasi
Penerbangan (Aeronautical Telecommunication
Service Providers);
12. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 74 Tahun
2013 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
Perhubungan Nomor KM 24 Tahun 2009 tentang
Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian
139 (Civil Aviation Safety Regulations Part 139)
tentang Bandar Udara (Aerodrome);
13. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 31 Tahun
2013 tentang Program Keamanan Penerbangan
Nasional;
14. Peraturan Menteri Pehubungan Nomor PM 90 Tahun
2013 tentang Keselamatan Pengangkutan Barang
Berbahaya dengan Pesawat Udara;
15. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 6 Tahun
2014 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan
Sipil Bagian 830 (Civil Aviation Safety Regulation Part
830) tentang Pemberitahuan dan Pelaporan
Kecelakaan dan Kejadian Serius Pesawat Udara Sipil
serta Prosedur Investigasi Kecelakaan dan Kejadian
Serius Pesawat Udara Sipil;
16. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Page 6 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nomor SKEP/100/XI/I985 tentang Peraturan dan Tata
Tertib Bandar Udara;
17. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Nomor SKEP/284/X/1999 tentang Standar Kinerja
Operasional Bandar Udara Yang Terkait Dengan
Tingkat Pelayanan (Level Of Service) Di Bandar
Udara Sebagai Dasar Kebijakan Pentarifan Jasa
Kebandarudaraan;
18. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Nomor SKEP/77/VI/2005 tentang Persyaratan Teknis
Pengoperasian Fasilitas Teknik Bandar Udara;
19. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Nomor SKEP/223/X/2009 tentang Petunjuk dan Tata
Cara Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan
(Safety Management System) Operasi Bandar Udara,
Bagian 139-01 (Advisory Circular 139-01, Airport
Safety Management System);
20. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Nomor SKEP/42/lll/2010 tentang Petunjuk dan Tata
Cara Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil
Bagian 139-03 Manajemen Bahaya Hewan Liar Di
Bandar Udara dan Sekitarnya (Advisory Circular
CASR 139-03, Wildlife Hazard Management On Or ln
The Vicinity of An Aerodrome);
21. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Nomor SKEP/2770/Xll/2010 tentang Petunjuk dan
Tata Cara Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil
Bagian 138-08, Standar Pembuatan Buku Pedoman
Pengoperasian Bandar Udara (Advisory Circular
CASR Part 138-08, Aerodrome Manual);
22. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Nomor SKEP/301/V/2011 tentang Petunjuk dan Tata
Cara Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil 139-
10 (Advisory Circular CASR Part 139-10), Rencana
Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara;
23. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Nomor KP. 420 Tahun 2011 tentang Persyaratan
Standar Teknis dan Operasional Peraturan
Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 (Manual
of Standard CASR Part 139) Volume lV, Pelayanan
Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan
Pemadam Kebakaran (PKP-PK);
24. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Nomor KP 116 Tahun 2013 tentang Pemindahan
Pesawat Udara Yang Rusak di Bandar Udara;
25. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Nomor KP 6 Tahun 2014 tentang Tata Cara
Pengaturan Slot Time;
26. Nota Kesepakatan antara Direktorat Jenderal
Perhubungan Udara dan Perum Lembaga
Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan
Page 7 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Indonesia tanggal 14 November 2014 tentang
Penyelenggaraan Pelayanan Navigasi Penerbangan
di Indonesia Nomor: HK.201/2/17/[Link].2014,
Nomor: PJJ 13.01/00/LPPNPI/II/2014/001
27. Annex 2, Rules of The Air
28. Annex 3, Meteorological Service For International Air
Navigation
29. Annex 9, Facilitation
30. Annex 10, Aeronautical Telecommunications
31. Annex 11, Air Traffic Services
32. Annex 13, Aircraft Accident and Incident Investigation
33. Annex L4, Aerodrome
34. Annex 15, Aeronautical Information Services
35. Annex 17, Security
36. Annex 19, Safety Management
37. Pedoman Pengoperasian Bandar udara (Aerodrome
Manual) Bandar Udara GEWAYANTANA
LARANTUKA.
38. LOCA antara Perum LPPNPI Pusat Informasi
Aeronautika Unit Pelayanan Informasi Aeronautika
Wilayah Denpasar dengan Kantor Unit
Penyelenggara Bandar Udara Gewayantana
Larantuka
39. Dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat
Bandar Udara GEWAYANTANA - LARANTUKA
(GEWAYANTANA - LARANTUKA Airport Emergency
Plan Document)
V. DEFINISI 1. KKP adalah Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan
dan Pelayanan Darurat UPBU Gewayantana
Larantuka.
2. PKP-PK adalah personel Pelayanan Pertolongan
Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran
Bandar Udara Gewayantana Larantuka yang sedang
bertugas.
3. Aircrew adalah petugas maskapai (pilot, co-pilot, flight
attendant, teknisi, flight operation officer, dan lain-lain)
yang bertugas on board di pesawat udara.
4. Petugas Apron adalah personel Apron Movement
Control Bandar Udara yang sedang bertugas.
5. AVSEC adalah personel Aviation Security, Airport
Security Section Bandar Udara Gewayantana
Larantuka yang sedang bertugas.
6. Aeronautical Message adalah pesan dan/atau data
penerbangan yang berupa jadwal penerbangan, berita
cuaca dan berita lain yang berhubungan dengan dunia
penerbangan.
7. Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau
perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan
Page 8 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas
landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang,
dan tempat perpindahan intra dan atar moda
transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas
keselamatan dan keamanan penerbangan, serta
fasilitas pokok dan fasilitas penumpang.
8. Block-On adalah kondisi saat ganjal roda dipasang
pada pesawat udara.
9. Block-Off adalah kondisi saat pesawat udara
meninggalkan parking stand (baik dengan tractor
assisted (push-back) maupun self manouvering).
10. Daerah Manuver (Manouvering Area) adalah bagian
dari bandar udara yang digunakan untuk tinggal landas
(take off), mendarat dan bergerak di landas penghubung
(taxiing) oleh pesawat udara, kecuali apron (apron tidak
termasuk daerah manuver).
11. Daerah Pergerakan (Movement Area) adalah bagian
bandar udara yang dipergunakan untuk lepas landas,
mendarat dan bergerak (taxiing) oleh pesawat udara,
yang terdiri dari daerah manuver dan apron.
12. Penanggulangan Keadaan Darurat (Airport
Emergency Plan/AEP) adalah dokumen pelayanan
untuk menyelamatkan jiwa dan harta dari kejadian
dan/atau kecelakaan pesawat udara di bandar udara
dan sekitarnya sampai radius 5 NM (± 8 km) dari titik
referensi bandar udara, serta menyelamatkan jiwa dan
harta dari kejadian, kecelakaan dan/atau kebakaran
fasilitas di bandar udara.
13. Fasilitas dan Peralatan Bandar Udara adalah semua
fasilitas dan peralatan baik di dalam maupun di luar
batas-batas bandar udara, yang dibangun atau
dipasang (diinstalasi) dan dipelihara untuk tujuan
melayani kedatangan, keberangkatan dan permukaan
pergerakan pesawat udara, termasuk pelayanan darat
pesawat udara.
14. Hazard adalah kondisi, obyek atau kegiatan yang
berpotensi menimbulkan cedera kepada personel,
kerusakan perlengkapan atau struktur, kerugian material
atau berkurangnya kemampuan untuk melaksanakan
satu fungsi.
15. Hewan Liar adalah hewan yang berada di wilayah
operasi bandar udara yang mengganggu atau
berpotensi menimbulkan bahaya terhadap
pengoperasian pesawat udara.
16. Kapasitas Bandara adalah kapasitas yang tersedia di
bandara terhadap kebutuhan pengguna jasa selama
periode waktu tertentu terdiri dari kapasitas runway,
kapasitas apron dan kapasitas terminal.
17. Keadaan Darurat adalah suatu keadaan yang
membahayakan keselamatan penerbangan sipil yang
melibatkan pesawat udara (seperti kecelakaan pesawat
Page 9 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
udara, masalah atau gangguan pada pesawat udara
sedang terbang, gangguan tindakan melawan hukum
terhadap pesawat udara, ancaman bom terhadap
pesawat udara, keadaan yang membahayakan
keselamatan pesawat udara di darat, siaga cuaca dan
lain-lain) maupun tanpa melibatkan pesawat udara
(seperti ancaman bom terhadap gedung di bandar
udara dan kebakaran gedung di bandar udara) dan
diprediksi dapat mengakibatkan korban jiwa serta harta
benda.
18. Keamanan Penerbangan adalah suatu keadaan yang
memberikan perlindungan kepada penerbangan dari
tindakan melawan hukum melalui keterpaduan
pemanfaatan sumber daya manusia, fasilitas dan
prosedur.
19. Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang
berkaitan dengan penyelenggaraan bandar udara dan
kegiatan lainnya dalam melaksanakan fungsi
keselamatan, keamanan, kelancaran dan ketertiban
arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargo
dan/atau pos, tempat perpindahan intra dan/atau antar
moda serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi
nasional dan daerah.
20. Kecelakaan (Accident) adalah peristiwa
pengoperasian pesawat udara yang mengakibatkan
kerusakan berat pada peralatan atau fasilitas yang
digunakan dan/atau korban jiwa atau luka serius.
21. Keselamatan Penerbangan adalah suatu keadaan
terpenuhinya persyaratan keselamatan dalam
pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar
udara, angkutan udara, navigasi penerbangan, serta
fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya.
22. Kejadian Serius (Serious Accident) adalah kondisi
pengoperasian pesawat udara hampir terjadinya
kecelakaan.
23. Kejadian (lncident) adalah suatu peristiwa selain
kecelakaan (Accident) yang berhubungan dengan
pengoperasian pesawat udara yang mempengaruhi
atau dapat mempengaruhi keselamatan operasi
pesawat udara.
24. Kondisi normal adalah kondisi operasional
penerbangan yang berjalan selamat, aman dan lancar.
25. Kondisi abnormal adalah kondisi yang berpotensi
mengganggu keselamatan, keamanan dan kelancaran
operasional penerbangan seperti cuaca di bawah
minimal, kabut asap, terjadinya abu vulkanik gunung
berapi dan lainnya yang sejenis.
26. Obstacle adalah objek benda tetap (permanen atau
sementara) dan objek benda bergerak, atau bagian dari
keduanya, yang terletak pada suatu wilayah yang
digunakan untuk pergerakan pesawat udara di
Page 10 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
permukaan atau yang ketinggiannya melebihi
permukaan tertentu yang dimaksudkan untuk menjaga
keselamatan pesawat udara yang sedang dalam
penerbangan (inflight).
27. Obstacle Limitation Surface adalah rangkaian
permukaan yang membentuk ruang udara di dan sekitar
operasi bandar udara, yang harus bebas dari obstacle
agar operasi pesawat udara dapat dilaksanakan dengan
selamat dan untuk mencegah bandar udara menjadi
tidak dapat dioperasikan karena adanya obstacle yang
tumbuh di sekitar bandar udara.
28. Operator Tower adalah petugas Air Traffic Services
(ATS) AIRNAV LKA yang sedang bertugas di Menara
Pengawas.
29. Penerbangan adalah satu kesatuan sistem yang terdiri
atas pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara,
Bandar Udara, angkutan udara, navigasi penerbangan,
keselamatan dan keamanan, lingkungan hidup, serta
fasilitas umum lainnya.
30. Pedoman Pengoperasian Bandar Udara (Aerodrome
Manual) adalah dokumen yang terdiri dari data dan
informasi operasional, prosedur pengoperasian dan
prosedur perawatan fasilitas bandar udara termasuk
semua perubahannya yang telah disetujui oleh
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
31. Penyelengggara Bandar Udara (Aerodrome
Operator) adalah Pemerintah, Pemerintah Daerah dan
Badan Hukum Indonesia pemegang sertifikat atau
register bandar udara yang dikeluarkan oleh Direktur
Jenderal.
32. Pesawat Udara adalah setiap mesin atau alat yang
dapat terbang di atmosfir karena daya angkat dari reaksi
udara, tetapi bukan karena reaksi udara terhadap
permukaan bumi yang digunakan untuk penerbangan.
33. Personel Bandar Udara adalah personel yang terkait
langsung dengan pengoperasian dan/atau
pemeliharaan fasilitas dan peralatan Bandar udara.
34. Program Keamanan Bandar Udara (Airport Security
Programme) adalah dokumen tertulis yang memuat
prosedur dan langkah-langkah serta persyaratan yang
wajib dilaksanakan oleh Unit Penyelenggara Bandar
Udara dan Badan Usaha Bandar Udara untuk
memenuhi ketentuan yang terkait dengan operasi
penerbangan di Indonesia.
35. Safety Management System adalah suatu sistem
untuk manajemen keselamatan pada bandar udara
yang meliputi struktur organisasi, tanggung jawab,
prosedur, proses danperaturan dalam melaksanakan
kebijakan keselamatan bandar udara oleh
penyelenggara bandar udara, yang melaksanakan
pengawasan keselamatan, dan pengoperasian bandar
Page 11 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
udara.
36. Serangan Burung adalah suatu kumpulan burung yang
berada pada area bandar udara yang dapat
menyebabkan kemungkinan bahaya atau resiko yang
signifikan bagi pengoperasian pesawat udara dalam
melakukan kegiatan operasi penerbangan diwilayah
bandar udara.
37. Sisi Udara (Air side) adalah bagian dari bandar udara
dan segala fasilitas penunjang merupakan daerah
bukan publik.
Kewenangan BANDARA GEWAYANTANA:
VI. KEWENANGAN
Menyediakan Pelayanan Jasa Kebandarudaraan dan
Pelayanan Jasa terkait bandar udara di Bandar Udara
Gewayantana Larantuka.
Kewenangan AIRNAV LKA :
Menyediakan Pelayanan Navigasi Penerbangan di
Bandar Udara Gewayantana Larantuka meliputi :
1. Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan (Air Traffic
Services/ATS) ;
2. Pelayanan Telekomunikasi Penerbangan (Aeronautical
Telecomunication Services/ COM)
VII. PROSEDUR KOORDINASI
1. Koordinasi Pelayanan Navigasi Penerbangan Pada Kondisi Normal dan
Kondisi Abnormal
BANDARA GEWAYANTANA & AIRNAV LKA :
1. Mendapatkan informasi terkait kondisi cuaca di bawah
minimal, kabut asap dan terjadinya abu vulkanik
gunung berapi;
Hak & Kewajiban
2. Bersama-sama turut menjaga keselamatan, kelancaran
dan keteraturan penerbangan pada kondisi normal dan
abnormal (cuaca di bawah minimal, kabut asap dan
terjadinya abu vulkanik gunung berapi dan sejenisnya).
BANDARA GEWAYANTANA melaksanakan hal-hal
dibawah ini :
1. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai
dengan prosedur;
2. Menerima dan mengolah informasi perkiraan waktu
kedatangan dan keberangkatan pesawat melalui
Prosedur Koordinasi
Petugas AIRNAV LKA;
3. Menerima informasi terkait kondisi abnormal dan
melakukan koordinasi kepada pihak terkait di bandar
udara melalui KKP;
4. Menutup dan membuka bandar udara berdasarkan
koordinasi dengan AIRNAV LKA terkait kondisi
abnormal;
Page 12 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
5. Menyampaikan secepatnya rencana penutupan satu
bagian dari daerah movement di bandar udara kepada
AIRNAV LKA;
6. Menyampaikan secepatnya rencana pembukaan
kembali suatu bagian dari daerah movement di bandar
udara kepada AIRNAV LKA;
AIRNAV LKA melaksanakan hal-hal di bawah ini :
1. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai
dengan prosedur;
2. Menyampaikan informasi perkiraan waktu kedatangan
pesawat melalui Hand Talky (HT) kepada Petugas
Terminal/AVSEC;
3. Menyampaikan informasi perkiraan waktu
keberangkatan pesawat pada kondisi abnormal melalui
Hand Talky (HT) kepada Petugas Bandara/AVSEC;
4. Menyampaikan informasi mengenai kondisi cuaca
dibawah minimal dan waktu perkiraan masa berlaku
melalui Hand Talky(HT) dan Handphone kepada KKP;
5. Segera menyampaikan informasi jika terdapat
abnormal dan memberikan masukan terkait penutupan
bandar udara jika membahayakan keselamatan
navigasi penerbangan.
6. Melaporkan abnormal situation melalui
[Link]
2. Koordinasi Pelayanan Navigasi Penerbangan pada VVIP Movement dan
Event-Event Khusus
BANDARA GEWAYANTANA & AIRNAV LKA :
1. Mendapatkan informasi terkait penerbangan VVIP dan
event-event khusus.
Hak & Kewajiban
2. Bersama-sama menjaga keselamatan, kelancaran dan
keteraturan penerbangan pada penerbangan VVIP dan
event-event khusus.
BANDARA GEWAYANTANA melaksanakan hal-hal
dibawah ini :
1. Menerima dan mengolah informasi perkiraan waktu
kedatangan dan keberangkatan pesawat melalui
PetugasTerminal ;
2. Melakukan pertukaran informasi terkait penerbangan
Prosedur Koordinasi
VVIP dan event-event khusus dengan AIRNAV LKA
dan melakukan koordinasi kepada pihak terkait di
bandar udara melalui KKP;
3. Menutup dan membuka bandar udara berdasarkan
koordinasi dengan AIRNAV LKA terkait penerbangan
VVIP dan event-event khusus lainnya.
Page 13 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
AIRNAV LKA melaksanakan hal-hal dibawah ini :
1. Menyampaikan dan mengolah informasi perkiraan waktu
kedatangan dan keberangkatan pesawat melalui Hand
Talky(HT) kepada Petugas Terminal;
2. Melakukan pertukaran informasi terkait penerbangan
VVIP dan event-event khusus melalui Hand Talky(HT)
kepada KKP;
3. Menutup dan membuka bandar udara berdasarkan
keputusan hasil koordinasi dengan BANDARA
GEWAYANTANA terkait penerbangan VVIP dan event-
event khusus lainnya.
3. Koordinasi Slot Time dan Kapasitas Bandar Udara
BANDARA GEWAYANTANA & AIRNAV LKA:
1. Bersama-sama melakukan proses evaluasi dan update
terhadap Notice Airport Capacity (NAC) :
a. Air Space Capacity (AIRNAV LKA)
b. Runway Capacity (AIRNAV LKA)
c. Apron Capacity (BANDARA GEWAYANTANA )
d. Terminal Capacity (BANDARA GEWAYANTANA)
Hak & Kewajiban 2. Bersama-sama melakukan evaluasi permohonan Slot
Time dengan dasar analisa jawaban/persetujuan
menggunakan NAC;
3. Jawaban permohonan Slot Time ditandatangani
Kepala Unit Penyelenggara BANDARA
GEWAYANTANA setelah berkoordinasi dengan Kepala
Unit AIRNAV LKA;
BANDARA GEWAYANTANA melaksanakan hal-hal di
bawah ini :
1. Menginformasikan data-data terkait Terminal Capacity
dan Apron Capacity kepada AIRNAV LKA;
2. Membuat konsep surat jawaban setelah mengevaluasi
permohonan slot time dari operator angkutan udara,
instansi atau pihak lain dengan dasar analisa
jawaban/persetujuan menggunakan Apron Capacity
dan Terminal Capacity;
3. Menunggu Jawaban Slot Time dari AIRNAV LKA
Prosedur Koordinasi
terkait permohonan Slot time;
4. Menerbitkan surat Persetujuan jawaban slot time
kepada pemohon (operator angkutan udara, instansi
atau pihak lain) setelah mendapatkan persetujuan
kedua -duanya;
AIRNAV LKA melaksanakan hal-hal dibawah ini :
1. Menginformasikan data-data terkait Air Space Capacity
dan Runway Capacity kepada BANDARA
GEWAYANTANA ;
2. Menerima konsep surat jawaban slot time, kemudian
Page 14 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
mengevaluasinya dengan dasar analisa menggunakan
Air Space Capacity dan Runway Capacity;
3. Membuat surat jawaban slot time terkait permintaan
slot time dari Pemohon (operator angkutan udara,
instansi atau pihak lain) dan Pemohon segera
menyerahkan surat persetujuan Slot Time tersebut
kepada pihak BANDARA GEWAYANTANA untuk di
tindaklanjuti
4. Koordinasi Joint Investigation Terhadap Incident dan Accident Pesawat
Udara di Bandar Udara
BANDARA GEWAYANTANA & AIRNAV LKA:
Hak & Kewajiban Bersama-sama turut berkontribusi aktif dalam investigasi
Incident dan Accident pesawat udara di bandar udara.
BANDARA GEWAYANTANA & AIRNAV LKA:
- Membentuk tim untuk melakukan joint investigation jika
terdapat indikasi kontribusi incident dan accident dari
Prosedur Koordinasi kedua belah pihak di bandar udara.
- AIRNAV LKA Melaporkan Incident dan Accident
situation melalui [Link]
5. Koordinasi Perijinan Extend dan Advance Operating Hours di Bandar Udara
BANDARA GEWAYANTANA memiliki hak dan
kewajiban untuk:
1. Memberikan atau mendapatkan informasi permohonan
dan perijinan extend dan advance dari Pemohon
2. Bersama-sama AIRNAV LKA melakukan koordinasi
terkait permintaan tesebut untuk mendukung peningkatan
pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan melalui
perijinan Extend dan Advance dengan tetap
mengutamakan keselamatan penerbangan.
Hak & Kewajiban AIRNAV LKA memiliki hak & kewajiban untuk :
1. Memberikan atau mendapatkan informasi permohonan
dan perijinan extend dan advance dari Pemohon
2. Bersama-sama BANDARA GEWAYANTANA melakukan
koordinasi terkait permintaan tesebut untuk mendukung
peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa
penerbangan melalui perijinan Extend dan Advance
dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.
Page 15 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
BANDARA GEWAYANTANA & AIRNAV LKA
melaksanakan hal-hal
dibawah ini:
1. Bersama-sama menyepakati permohonan ijin extend
operating hours pengoperasian pelayanan navigasi
penerbangan (ATS operation) selambat-lambatnya 2 jam
sebelum operating hour berakhir atau 1 jam sebelum
pesawat berangkat dari bandara asal.
a. Extend operating hours untuk pesawat yang berangkat
dihitung hingga pesawat mencapai Point of No Return
(PNR);
b. Extend operating hours pesawat yang datang dihitung
hingga pesawat pada posisi Block-on.
Prosedur Koordinasi 2. Bersama-sama menyepakati permohonan ijin advance
operating hours pengoperasian pelayanan navigasi
penerbangan (ATS operation) selambat-lambatnya 2 jam
sebelum jam operating hour berakhir
a. Advance operating hours untuk pesawat yang
berangkat dihitung ketika pesawat pada posisi block-
off/request start push-back.
b. Advance operating hours pesawat yang datang
dihitung mulai pada saat pesawat melakukan contact
pertama kali di ATS unit.
6. Koordinasi Pelaksanaan Kalibrasi
BANDARA GEWAYANTANA:
1. Melakukan jadwal pelaksanaan kalibrasi terhadap
fasilitas PAPI.
2. Menjaga performance fasilitas PAPI untuk meningkatkan
keselamatan penerbangan berdasarkan peraturan yang
berlaku.
AIRNAV LKA:
Hak & Kewajiban 1. Menyampaikan jika Fasilitas PAPI tidak berfungsi kepada
pihak BANDARA GEWAYANTANA
2. Menyampaikan kepada Pihak BANDARA
GEWAYANTANA jika Fasilitas PAPI tidak presisi/tepat
atau mendapat komplain dr pesawat dengan di dukung
Debriefing Form yang telah di tanda tanganin oleh Pilot
3. Menjaga performance fasilitas penunjang navigasi
penerbangan untuk meningkatkan keselamatan
penerbangan berdasarkan peraturan yang berlaku
BANDARA GEWAYANTANA melaksanakan hal-hal
dibawah ini:
Prosedur Koordinasi 1. Menginformasikan rencana pelaksanaan kalibrasi
terhadap fasilitas PAPI;
2. Menyampaikan hasil kalibrasi fasilitas PAPI;
Page 16 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
3. Menyampaikan informasi terkait fasilitas PAPI yang telah
melewati batas waktu kalibrasi;
4. Bersama-sama AIRNAV LKA melaksanakan kalibrasi jika
jadwal pelaksanaan kalibrasi fasilitas PAPI dan fasilitas
penunjang navigasi bersamaan.
AIRNAV LKA melaksanakan hal-hal dibawah ini :
1. Melaksanakan pelaksanaan kalibrasi terhadap fasilitas
navigasi penerbangan;
2. Menyampaikan hasil dari pelaksanaan kalibrasi fasilitas
navigasi penerbangan;
3. Menyampaikan informasi terkait fasilitas navigasi
penerbangan yang telah melewati batas waktu kalibrasi;
4. Bersama-sama BANDARA GEWAYANTANA
melaksanakan kalibrasi jika jadwal pelaksanaan kalibrasi
fasilitas penunjang navigasi dan fasilitas PAPI
bersamaan.
5. Menyampaikan penerbitan NOTAM untuk kegiatan
kalibrasi.
7. Koordinasi Pergerakan Pesawat, Orang dan Kendaraan di Movement Area
serta Alokasi Parkir Pesawat Udara
BANDARA LKA memiliki hak dan kewajiban untuk:
1. Mengatur serta mengawasi pergerakan kendaraan,
peralatan atau orang di Apron;
2. Mengatur atau menentukan alokasi parking stand
pesawat di Apron;
3. Menjamin keamanan dan keselamatan pergerakan
pesawat di Apron.
AIRNAV LKA memiliki hak & kewajiban untuk:
Hak & Kewajiban 1. Memberikan informasi yang dibutuhkan untuk keamanan
dan kenyamanan dalam pergerakkan pesawat,
kendaraan atau orang di Manouvering Area;
2. Mengatur dan menyampaikan pergerakkan pesawat yang
melakukan reposisi dari Apron ke lokasi lain di
Manoeuvring Area;
3. Memberikan instruksi rute menuju Parking stand kepada
pesawat
4. Memberikan instruksi taxi route menuju Runway in Use
dan/atau ke suatu lokasi Manoeuvring Area.
BANDARA GEWAYANTANA melaksanakan hal-hal di
bawah ini :
1. Menerima Estimate Time of Arrival (ETA) dari AIRNAV
Prosedur Koordinasi LKA;
2. Menyampaikan alokasi Parking Stand setiap pesawat
yang akan datang (arrival) kepada AIRNAV LKA
(unit Tower) sekurang-kurangnya 20 menit, dan/atau
perubahannya sekurang-kurangnya 5 menit sebelum
Page 17 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
pesawat diperkirakan mendarat (ETA);
3. Pada kondisi tertentu perubahan alokasi parkir terkait
dengan kapasitas apron dapat diberikan sampai dengan
pesawat mendarat sebelum masuk apron;
4. Memberitahu AIRNAV LKA sebelum pelaksanaan:
a. Rencana pemindahan parking stand (reposisi)
pesawat.
b. Rencana pemindahan pesawat dari Apron ke lokasi
lain yang melalui Manoeuvring Area.
c. Rencana pergerakkan kendaraan, atau barang, atau
orang yang akan melalui Manoeuvring Area.
d. Rencana pesawat yang akan melakukan running
engine di apron atau di Manouvering Area.
5. Menginformasikan setiap hal yang dapat mengganggu
kelancaran tugas dan pelayanan keselamatan
penerbangan di Movement Area melalui HT;
6. Memandu pesawat udara yang tidak memiliki perwakilan
dan/atau ground handling sampai dengan parking stand
yang telah ditetapkan;
7. Menginformasikan rencana dan pelaksanaan
pemeliharaan movement area.
AIRNAV LKA melaksanakan hal-hal di bawah ini :
1. Menyampaikan ETA pesawat yang akan menggunakan
apron segera setelah mendapat informasi atau sekurang-
kurangnya 10 menit sebelum pesawat mendarat;
2. Menginformasikan perkiraan waktu rencana pergerakkan
pesawat, kendaraan atau orang di Manoeuvring Area;
3. Mengatur jalur pergerakkan pesawat, kendaraan atau
orang yang harus dilalui di Manoeuvring Area;
4. Memberi ijin pesawat untuk melakukan running engine
pada lokasi yang telah ditentukan BANDARA
GEWAYANTANA;
5. Menginformasikan apabila ada keberatan pilot (pesawat)
tentang alokasi parking stand;
6. Menginformasikan setiap hal yang dapat menganggu
kelancaran tugas dan pelayanan keselamatan
penerbangan di Movement Area;
7. Segera menginformasikan apabila ada pesawat
RTA/RTB untuk pengaturan/alokasi parking stand.
8. Koordinasi mengenai Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP)
dan Pengawasan Terhadap Obstacle (Obstacle Control)
BANDARA GEWAYANTANA & AIRNAV LKA:
1. Membuat dan memastikan bahwa kawasan keselamatan
Operasi Penerbangan (KKOP) untuk bandar udara telah
Hak & Kewajiban dibuat dan update
2. Memastikan tersedianya data obstacle yang dibutuhkan.
3. Melakukan pemantauan obstacle dalam KKOP sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
Page 18 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
4. Menerima informasi secara rinci tentang lokasi dan
ketinggian obstacle.
BANDARA GEWAYANTANA melaksanakan hal-hal
dibawah ini:
1. Menerima dan menyampaikan secepatnya informasi
semua objek (benda) yang ketinggiannya melewati
Obstacle Limitation Surface (OLS) secara rinci tentang
lokasi dan ketinggian serta keberadaan benda-benda
penghalang, keadaan yang membahayakan atau setiap
peristiwa di atau dekat bandar udara yang bisa
mempengaruhi keselamatan penerbangan;
2. Bersama-sama AIRNAV LKA melakukan pendataan,
survey dan perhitungan secara prosedural jika terdapat
bangunan tinggi yang melebihi OLS;
3. Memberi rekomendasi terhadap bangunan yang mungkin
mengganggu Obstacle Limitation Surface (OLS) di
Bandar Udara GEWAYANTANA LARANTUKA atas
referensi hasil survey dan perhitungan oleh tim survey
obstacle Bandar Udara GEWAYANTANA LARANTUKA
berkoordinasi dengan Pihak Pemerintah Daerah dan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Prosedur Koordinasi
AIRNAV LKA melaksanakan hal-hal di bawah ini :
1. Menerima dan menyampaikan informasi mengenai
semua objek (benda) yang ketinggiannya melewati
Obstacle Limitation Surface (OLS);
2. Memberikan masukan terkait kajian aeronautika pada
Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan;
3. Bersama-sama BANDARA GEWAYANTANA melakukan
pendataan, survey dan perhitungan secara prosedural
jika terdapat bangunan tinggi yang melebihi OLS;
4. Melakukan penyampaian tentang jenis / sifat dan lokasi
obstacle, tentang adanya tambahan baru obstacle atau
tentang pembongkaran obstacle untuk mendapatkan
penanganan, ataupun amandemen terhadap publikasi
dalam AIP melalui petugas AIS kepada Direktorat
Jenderal Perhubungan Udara;
5. Mempublikasikan melalui NOTAM bila gangguan tersebut
diperhitungkan menjadi halangan, termasuk declared
distance yang akan diubah.
9. Koordinasi Penanganan Serangan Burung (Bird Strike) & Bahaya Hewan
Liar (Wildlife Hazards) serta Gangguan Layang-Layang, Balon, Laser,
Kembang Api, dan Lain-Lain yang Sejenis
BANDARA GEWAYANTANA & AIRNAV LKA memiliki hak
Hak & Kewajiban dan kewajiban:
1. Menerima dan menyampaikan informasi terkait Serangan
Burung (Bird strike) dan Bahaya Hewan Liar (Wildlife
Page 19 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Hazards), serta gangguan layang-layang, balon, laser,
kembang api dan lain-lain yang sejenis;
2. Bertanggung jawab atas pelaksanaan pengawasan dan
pengendalian terhadap Serangan Burung (Bird strike)
dan Bahaya Hewan Liar (Wildlife Hazards), serta
gangguan layang-layang, balon, laser, kembang api dan
lain-lain yang sejenis;
3. Melakukan pengawasan penanganan Serangan Burung
(Bird strike) dan Bahaya Hewan Liar (Wildlife Hazards),
serta gangguan layang-layang, balon, laser, kembang api
dan lain-lain yang sejenis guna meningkatkan
keselamatan penerbangan.
BANDARA GEWAYANTANA melakukan hal-hal sebagai
berikut:
1. Menerima dan menyampaikan informasi potensi atas
kemungkinan kejadian Serangan Burung (Bird strike)
dan Bahaya Hewan Liar (Wildlife Hazards), serta
gangguan layang-layang, balon, laser, kembang api
dan lain-lain yang sejenis berdasarkan identifikasi unit
kerja atau personel bandar udara dari/kepada operator
Tower (ATS);
2. Mendapatkan laporan kejadian tertulis Serangan
Burung (Bird strike) dan Bahaya Hewan Liar (Wildlife
Hazards), serta gangguan layang-layang, balon, laser,
kembang api dan lain-lain yang sejenis;
3. Menginformasikan kegiatan penanganan, pencegahan,
pengawasan dan pengendalian Serangan Burung (Bird
strike) dan Bahaya Hewan Liar (Wildlife Hazards),
serta gangguan layang-layang, balon, laser, kembang
api dan lain-lain yang sejenis.
Prosedur Koordinasi
AIRNAV LKA melakukan hal hal sebagai berikut:
1. Menerima dan menyampaikan informasi kejadian
Serangan Burung (Bird strike) dan Bahaya Hewan Liar
(Wildlife Hazards), serta gangguan layang-layang, balon,
laser, kembang api dan lain-lain yang sejenis dari/kepada
KKP atau Petugas Bandara Gewayantana;
2. Menyampaikan laporan kejadian tertulis Serangan
Burung (Bird strike) dan Bahaya Hewan Liar (Wildlife
Hazards), serta gangguan layang-layang, balon, laser,
kembang api dan lain-lain yang sejenis;
3. Memberikan masukan terkait kegiatan penanganan,
pencegahan, pengawasan dan pengendalian Serangan
Burung (Bird strike) dan Bahaya Hewan Liar (Wildlife
Hazards), serta gangguan layang-layang, balon, laser,
kembang api dan lain-lain yang sejenis.
4. Melaporkan abnormal situation melalui
[Link]
Page 20 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
10. Koordinasi Rencana dan Pelaksanaan Penanggulangan Keadaan Darurat
Bandar Udara / Airport Emergency Plan (AEP), Airport Safety Inspection,
Airport Security Programme (ASP) dan Pedoman Pengoperasian Bandar
Udara / Aerodrome Manual (AM)
Hak & Kewajiban BANDARA GEWAYANTANA :
1. Menyiapkan Dokumen Airport Emergency Plan, Airport
Security Programme dan Aerodrome Manual sesuai
peraturan;
2. Bersama AIRNAV LKA melaksanakan Airport Emergency
Plan, Airport Safety lnspection, Airport Security
Programme dan Aerodrome Manual sesuai peraturan.
Hak & Kewajiban Hak & Kewajiban AIRNAV LKA :
1. Memberikan masukan dalam penyusunan dokumen
Airport Emergency Plan, Airport Safety lnspection, Airport
Security Programme dan Aerodrome Manual sesuai
peraturan;
2. Bersama BANDARA GEWAYANTANA melaksanakan
Airport Emergency Plan, Airport Safety lnspection, Airport
Security Programme dan Aerodrome Manual sesuai
peraturan.
BANDARA GEWAYANTANA melaksanakan hal-hal
dibawah ini:
A. Terkait Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara
(Airport Emergency Plan) :
1. Melakukan proses koordinasi dan komunikasi dengan
AIRNAV LKA terkait Penanggulangan Keadaan
Darurat Bandar Udara;
2. Memberikan informasi terhadap pelaksanaan latihan
penanggulangan keadaan darurat;
3. Melakukan koordinasi dalam peninjauan Airport
Emergency Plan;
4. Mendapatkan informasi tingkatan siaga emergency
dan perkembangan kondisi emergency;
Prosedur Koordinasi 5. Menginformasikan akses jalan yang akan dilewati jika
terjadi incident maupun accident serta gangguan
terhadap keselamatan penerbangan;
6. Menginformasikan berakhirnya kondisi emergency.
B. Terkait Airport Safety Inspection
1. Menginformasikan mengenai jadwal pelaksanaan
kepada AIRNAV LKA melalui HT;
2. Memberikan informasi mengenai hasil pelaksanaan
Airport Safety Inspection (Runway dan Taxiway) dan
atau bilamana ada perubahan yang terjadi pada
kondisi fisik bandar udara yang direncanakan baik
bersifat sementara atau tetap yang dapat
mempengaruhi keselamatan pesawat udara kepada
AIRNAV LKA melalui HT;
Page 21 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
3. Menetapkan dan menginformasikan kesiapan
penggunaan runway.
C. Terkait Airport Security Programme
1. Menerima dan menyampaikan informasi ancaman
dan gangguan keamanan dari/kepada AIRNAV LKA;
2. Mengambil tindakan terhadap segala informasi
ancaman dan gangguan keamanan penerbangan;
3. Melaksanakan pengamanan wilayah bandar udara
dari ancaman dan gangguan melawan hukum;
4. Membantu melakukan pengamanan terhadap fasilitas
navigasi penerbangan.
D. Terkait Aerodrome Manual :
1. Melakukan proses koordinasi dan komunikasi dengan
AIRNAV LKA terkait Aerodrome Manual;
2. Melakukan koordinasi dalam peninjauan Aerodrome
Manual.
AIRNAV LKA melaksanakan hal-hal dibawah ini:
A. Terkait Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara
(Airport Emergency Plan):
1. Melakukan proses koordinasi dan komunikasi
dengan BANDARA GEWAYANTANA terkait
Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara;
2. Mendapatkan informasi terhadap pelaksanaan
latihan penanggulangan keadaan darurat
3. Melakukan koordinasi dalam peninjauan Airport
Emergency Plan (AEP);
4. Menentukan tingkatan siaga emergency dan
memberikan informasi terkait kondisi emergency
dan perkembangannya;
5. Memberikan akses jalan yang akan dilewati pada
movement area jika terjadi incident maupun
accident serta gangguan terhadap keselamatan
penerbangan;
6. Mendapatkan informasi berakhirnya kondisi
emergency;
7. Mengatur jalur pergerakkan pesawat menuju
isolated parking position.
B. Terkait Airport Safety lnspection
1. Menginformasikan permintaan Airport Safety
Inspection (Runway dan Taxiway) jika dibutuhkan
kepada BANDARA GEWAYANTANA ;
2. Mendapatkan informasi dari hasil pelaksanaan
Airport Safety lnspection (Runway dan Taxiway).
C. Terkait Airport Security Programme (ASP)
Segera menyampaikan informasi awal dan
perkembangannya jika terdapat gangguan keamanan di
Page 22 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
bandar udara dan di pesawat udara kepada BANDARA
GEWAYANTANA.
D. Terkait Aerodrome Manual
1. Melakukan proses koordinasi dan komunikasi dengan
BANDARA GEWAYANTANA terkait Aerodrome
Manual;
2. Melakukan koordinasi dalam peninjauan Aerodrome
Manual.
11. Koordinasi Identifikasi Hazard di Movement Area
Hak & Kewajiban BANDARA GEWAYANTANA:
1. Memberikan informasi terkait Hazard di Movement Area;
2. Mendapatkan laporan terkait Hazard di Movement Area;
3. Memiliki sistem manajemen yang meliputi pelaporan,
analisa, investigasi, umpan balik, mitigasi resiko serta
pelaksanaan rekomendasi dengan tepat untuk mengelola
bahaya (hazard).
Hak & Kewajiban AIRNAV LKA:
Hak & Kewajiban
1. Mendapatkan informasi dan laporan terkait hazard/
bahaya di Movement Area.
2. Memiliki sistem manajemen yang meliputi pelaporan,
analisa, investigasi, umpan balik, mitigasi resiko serta
pelaksanaan rekomendasi dengan tepat untuk mengelola
bahaya (hazard).
3. Melaporkan Hazard situation melalui
[Link]
1. BANDARA GEWAYANTANA Memberikan informasi
terkait Hazard di Movement Area kepada AIRNAV LKA
melalui HT;
2. Bersama-sama dengan AIRNAV LKA membentuk suatu
tim bersama untuk identifikasi hazard di Movement Area.
AIRNAV LKA
Prosedur Koordinasi
1. Mendapatkan informasi terkait Hazard di Movement Area
dari BANDARA GEWAYANTANA melalui HT.
2. Membentuk suatu tim bersama untuk identifikasi hazard
di Movement Area.
3. Melaporkan Hazard situation melalui
[Link]
12. Koordinasi Operasional Listrik Bandara
Hak & Kewajiban BANDARA GEWAYANTANA & AIRNAV LKA:
Page 23 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
1. Memberikan kesiapan Airfield Lighting System dan
Supply Listrik Bandara guna untuk kelancaran
operasional Penerbangan
2. Mengoperasikan Airfield Lighting System secara efektif
dan efisien.
BANDARA GEWAYANTANA melaksanakan hal-hal
dibawah ini:
1. Memberikan Supply Listrik PLN dan Genset ke UPBU
GEWAYANTANA dan Airnav LARANTUKA
2. Mengoperasian Genset bila mengalami Pemadaman
Listrik di bandara dan Unit LARANTUKA
Prosedur Koordinasi
AIRNAV LKA melaksanakan hal-hal dibawah ini :
1. Memberikan kompensasi kebandara mengenai
pembayaran lstrik setiap bulan sesuai kesepakatan
2. Siap Memberikan bantuan teknisi jika peralatan rusak
di bandara sesuai ketentuan yang berlaku .
13. Koordinasi Operasional Airfield Lighting System
Hak & Kewajiban BANDARA GEWAYANTANA:
1. Menyediakan kesiapan Airfield Lighting System.
2. Menyampaikan informasi jika ada kerusakan di
Airfield Lighting System
3. Mengoperasikan Airfield Lighting System secara
efektif dan efisien.
Hak & Kewajiban Hak & Kewajiban AIRNAV LKA :
4. Menyampaikan informasi jika terjadi gangguan
Airfield Lighting System di Desk Control;
5. Mengoperasikan Airfield Lighting System secara
efektif dan efisien.
6. Menyampaikan ke Bandara GEWAYANTANA jika
Airfield Lighting System tidak bisa di control/di
hidupkan di desk yang berada di cabin Tower
BANDARA GEWAYANTANA melaksanakan hal-hal
dibawah ini:
Menyampaikan rencana pemeliharaan dan perbaikan
kepada AIRNAV LKA melalui HT.
AIRNAV LKA melaksanakan hal-hal dibawah ini :
Prosedur Koordinasi 1. Melakukan koordinasi dan memberikan informasi secara
lengkap kepada penyelenggara bandar udara
Gewayantana Larantuka apabila terdapat fasilitas atau
peralatan yang mengalami gangguan melalui HT.
2. Menyampaikan informasi hasil random check terhadap
fasilitas PAPI, minimal 3 laporan normal dari Pilot in
Commandkepada BANDARA GEWAYANTANA melalui
Page 24 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Personil Airpport Equipment.
3. Mengoperasikan Airfield Lighting System.
14. Koordinasi Pertukaran Data & Informasi
BANDARA GEWAYANTANA & AIRNAV LKA:
Bersama-sama memastikan kemudahan akses dan
Hak & Kewajiban
terintegrasinya data penerbangan antar system sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
BANDARA GEWAYANTANA melaksanakan hal-hal di
bawah ini:
1. Menerima informasi data operasional penerbangan;
2. Memberikan informasi waktu block on dan block off
pesawat di Apron.
Prosedur Koordinasi
AIRNAV LKA melaksanakan hal-hal di bawah ini:
1. Memberikan informasi data operasional penerbangan
terkait dengan Aeronautical Message;
2. Menerima informasi waktu block on dan block off
pesawat di Apron.
15. Koordinasi Pelayanan Informasi Aeronautika dan Aeronautical Information
Publication (AIP)
BANDARA GEWAYANTANA memiliki hak dan kewajiban:
1. Selalu mengupdate AIP jika ada perubahan di sisi udara
ataupun disisi darat yang permanen;
2. Melakukan Updating terkait perubahan fasilitas,
pelayanan bandar udara baik yang major maupun minor
untuk menunjang keselamatan, keteraturan dan efisiensi
operasi penerbangan
3. Melakukan Updating sesuai Prosedur mengacu pada
LOCA antara Perum LPPNPI Pusat Informasi
Aeronautika, Unit Pelayanan Informasi Aeronautika
Wilayah Denpasar dengan Unit Pelayanan Bandar Udara
Hak & Kewajiban
Gewayantana Larantuka.
AIRNAV LKA memiliki hak dan kewajiban :
1. Melakukan Updating sesuai Prosedur mengacu pada
LOCA antara Perum LPPNPI Pusat Informasi
Aeronautika Unit Pelayanan Informasi Aeronautika
Wilayah Denpasar dengan Unit Pelayanan Navigasi
Penerbangan Larantuka.
2. Meneruskan dan mengolah raw data terkait perubahan
fasilitas, pelayanan Bandar Udara kepada PIA Denpasar
untuk proses publikasi dalam amandemen AIP.
Page 25 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
BANDARA GEWAYANTANA melaksanakan hal-hal di
bawah ini :
1. Mendapatkan informasi aeronautika yang mencukupi,
akurat, tepat waktu dan terkini yang menunjang
keselamatan, keteraturan dan efisiensi operasi
penerbangan;
2. Melakukan Updating terkait perubahan fasilitas,
pelayanan bandar udara baik yang major maupun minor
untuk menunjang keselamatan, keteraturan dan efisiensi
operasi penerbangan
3. Melakukan Updating sesuai Prosedur mengacu pada
LOCA antara Perum LPPNPI Pusat Informasi
Aeronautika Unit Pelayanan Informasi Aeronautika
Prosedur Koordinasi Wilayah Denpasar dengn Unit Pelayanan Bandar
Udara Gewayantana Larantuka.
AIRNAV LKA melaksanakan hal-hal di bawah ini:
1. Memberikan atau mengingatkan ke Bandar Udara jika
ada informasi aeronautika yang kurang akurat, tepat dan
terkini terkait fasilitas bandar udara guna menunjang
keselamatan, keteraturan dan efisiensi operasi
penerbangan;
2. Meneruskan dan mengolah raw data terkait perubahan
fasilitas pelayanan Bandar Udara kepada PIA Denpasar
untuk proses publikasi dalam amandemen AIP dan
menginformasikan kembali kepada BANDARA
GEWAYANTANA.
16. Koordinasi Penerbitan NOTAM
BANDARA GEWAYANTANA & AIRNAV LKA :
1. Berhak mendapatkan informasi terkait adanya
perubahan dari kondisi fisik bandar udara, Kawasan
Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), atau
setiap perubahan yang dapat mempengaruhi
keselamatan operasi penerbangan, dan hal lain yang
Hak & Kewajiban mewajibkan untuk menerbitkan NOTAM;
2. Bersama-sama wajib turut menjaga keselamatan,
kelancaran dan keteraturan operasi penerbangan di
dan atau menuju bandar udara sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
3. Melaksanakan penerbitan NOTAM sesuai dengan
LOCA yang berlaku
BANDARA GEWAYANTANA melaksanakan hal-hal
dibawah ini :
Prosedur Koordinasi 1. Pada kondisi normal melaksanakan tugas dan
tanggung jawab sesuai dengan prosedur;
2. Menyampaikan atau menerima setiap informasi terkait
Page 26 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
dengan kondisi yang mewajibkan penerbitan /
perubahan NOTAM yang berhubungan dengan
keselamatan dan pekerjaan di manuvering area.
3. Menyediakan raw data perubahan fasilitas bandar
udara yang wajib di terbitkan NOTAM.
4. Melakukan Koordinasi dengan AIRNAV LKA jika ada
pekerjaan/Work In Progress yang berada di
manuvering area terkait jam pelaksanan tersebut.
AIRNAV LKA melaksanakan hal-hal dibawah ini :
1. Pada kondisi normal melaksanakan tugas dan
tanggung jawab sesuai dengan prosedur.
2. Menyampaikan NOTAM kepada pihak BANDARA
GEWAYANTANA jika NOTAM sudah terbit.
3. Mengingatkan pihak BANDARA GEWAYANTANA jika
masa berlaku NOTAM segera Habis .
4. Mengajukan permohonan penerbitan, pencabutan dan
penyampaian NOTAM.
VIII. FORCE 1. Kegagalan para pihak melaksanakan kewajiban
MAJEURE berdasarkan perjanjian ini tidak dianggap sebagai
kelalaian atau pelanggaran perjanjian apabila kegagalan
tersebut disebabkan oleh force majeure;
2. Yang dimaksud dengan force majeure dalam perjanjian
ini adalah keadaan tidak terduga yang terjadi di luar
kekuasaan para pihak, termasuk pada kebakaran,
perang, pemogokan, sabotase, epidemi, huru-hara
akibat politik dan bencana alam, tetapi hanya dalam
batas dimana keadaan tersebut secara langsung dan
substansial mempengaruhi kemampuan pihak yang
terkena untuk melaksanakan kewajibannya sesuai
dengan perjanjian ini;
3. Bila terjadi force majeure, maka pihak yang mengalami
wajib memberitahukan kepada pihak yang lainnya
secara tertulis dengan bukti-bukti dan konfirmasi tertulis
dari instansi yang berwenang dimana telah terjadi force
majeure;
Hal-hal yang menyangkut rinci atau belum cukup diatur pada
IX. TINDAK LANJUT ruang lingkup Nota Kesepakatan Koordinasi akan diatur
melalui Standard Operating Procedure (SOP) atau Prosedur
Mutu antar unit pada masing-masing Pihak dengan tidak
bertentangan pada ketentuan Nota Kesepakatan Koordinasi
ini.
Page 27 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
X. PENYIMPANGAN Penyimpangan dari nota kesepakatan ini hanya dapat
dilakukan atas pertimbangan keselamatan dan keamanan
penerbangan dan telah diketahui mendapat persetujuan
pimpinan BANDARA GEWAYANTANA dan AIRNAV LKA.
XI. PENUTUP 1. Nota Kesepahaman ini akan berlaku sejak
ditandatanganin oleh kedua belah pihak
2. Hal-hal lain yang belum tercantum dalam Nota
Kesepakatan Koordinasi ini harus dikoordinasikan
dengan sebaik-baiknya dengan tetap mengutamakan
keselamatan dan keamanan penerbangan.
3. Nota Kesepakatan Koordinasi ini akan dievaluasi
setiap 3 (Tiga) tahun sejak ditandatanganin dan dapat
di evaluasi jika salah satu pihak mengajukan
perubahan
Page 28 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
LEMBAR PENGESAHAN
DITETAPKAN DI : LARANTUKA
TANGGAL : 01 MARET 2021
Menyetujui Menyetujui
KEPALA UNIT LARANTUKA KEPALA KANTOR UPBU KELAS III
BANDAR UDARA GEWAYANTANA
LARANTUKA
MOCHAMAD GUSTRIANDA PAGA MAGDALENA
ASN84083 NIP. 19641231 198703 2 003
Page 29 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
LAMPIRAN A
NOMOR TELEPON KOORDINASI
BANDARA GEWAYANTANA
NAMA JABATAN TELEPON
PAGA KEPALA UPBU 081239932234
MAGDALENA
MARSIA PRADA KEPALA TATA USAHA 081339366549
NAMA
MARKUS RIHI KEPALA SUB SEKSI 0852392421559
TUGU, [Link] TEKNIK,OPERASI,KEAMANAN
DAN PELAYANAN DARURAT
PAULUS M. KANIT AVSEC 081338917064
TAUHO
EKNASUS M. KAPOKSI 081282878777
TAUHO
WILHELMUS LISTRIK 082145026922
SENG
FRANS A. PKP-PK 081239087576
KALAN PATI
Unit Operasional BMKG 081339076013
Page 30 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
AIRNAV LARANTUKA
NAMA JABATAN TELEPON
AIRNAV UNIT KANTOR AIRNAV UNIT 03832551517
LARANTUKA LARANTUKA
MOCHAMAD KEPALA UNIT /OPERATION 081239868801
GUSTRIANDA
YOHANES AERONAUTICAL 082144291071
MOLAN HAMA COMMUNICATION OFFICER
NOVIAR AERONAUTICAL 081236855944
TRIANSYAH COMMUNICATION OFFICER
JALU TEKNISI PENUNJANG 081330423742
PANGESTU
DOLLY S TEKNISI NAVIGASI 081236786387
NAINGGOLAN
Page 31 of 31
Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
Nota Kesepakatan Bandara GEWAYANTANA - AirNav LKA
(STANDARD OPERATING PROCEDURE)
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA
KANTOR UPBU Kelas III GEWAYANTANA – LARANTUKA
Jl. Soekarno no 77
UNIT LISTRIK
TAHUN 2022
i
DAFTAR ISI
BAB I .............................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
1.1. Maksud dan Tujuan ............................................................................................ 1
1.2. Tanggung Jawab ................................................................................................. 1
BAB II ............................................................................................................................. 2
ATURAN PERUNDANG-UNDANGAN..................................................................... 2
2.1. Perundangan, Standard dan Referensi Teknis .................................................... 2
2.2. Inspeksi Teknis ................................................................................................... 2
BAB III ........................................................................................................................... 3
PENGOPERASIAN ...................................................................................................... 3
3.1. Sistem PLN – Genset 100 kVA .......................................................................... 3
3.2. Sistem PLN – Genset 50 kVA ............................................................................ 4
3.3. Generator Set 100 kVA plus ACOS (Automatic Change Over Switch) ............. 4
3.4. Generator Set 50 kVA plus ACOS (Automatic Change Over Switch) .............. 7
3.5. Panel LVMDP I................................................................................................. 10
3.6. Panel LVMDP II ............................................................................................... 10
3.7. AFL (Airfield Lighting System) ....................................................................... 10
3.8. Sistem Pelaporan Kegagalan ............................................................................. 15
BAB IV ......................................................................................................................... 17
FASILITAS VISUAL AIDS BANDAR UDARA GEWAYANTANA.................... 17
4.1. Inventaris Fasilitas Visual Aids. ....................................................................... 17
BAB V ........................................................................................................................... 18
PEMELIHARAAN FASILITAS LISTRIK .............................................................. 18
5.1. Tingkat Pemeliharaan untuk fasilitas Listrik .................................................... 18
BAB VI ......................................................................................................................... 20
PENUTUP .................................................................................................................... 20
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Maksud dan Tujuan
Maksud dibuatnya SOP fasilitas peralatan listrik ini sebagai salah satu kelengkapan
SOP Bandar Udara Gewayantana Larantuka dalam rangka melaksanakan kegiatan operasi
keamanan dan keselamatan penerbangan
Tujuan dari prosedur ini adalah merinci rancangan inspeksi dan pemeliharaan
peralatan untuk mencegah peralatan berfungsi tidak sesuai standar, mencegah terjadinya
kegagalan operasi, mencegah terjadinya kerusakan peralatan yang lebih besar, menjamin
ketersediaan peralatan (Availability), menjamin kehandalan operasional peralatan,
memperpendek waktu, memperpanjang umur operasi peralatan, mengurangi biaya perbaikan,
meningkatkan dukungan langsung dan tidak langsung terhadap keamanan dan keselamatan
penerbangan.
1.2. Tanggung Jawab
Kepala Bandar Udara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas listrik bandar
udara.
Pimpinan Teknisi Listrik :
- Bertanggung jawab memastikan bahwa perawatan yang benar dan inspeksi teknis terhadap
peralatan, sesuai dengan standard dan persyaratan manual book peralatan dimaksud.
- Bertanggung jawab dalam menjalankan inspeksi visual terhadap peralatan untuk
memantau serviceability dan melaporkan adanya kerusakan yang ditemukan dapat
mendelegasikan tugas ini secara harian kepada Teknisi Listrik.
- Bertanggung jawab dalam menjalankan inspeksi visual terhadap peralatan serta memantau
serviceability dan melaporkan adanya kerusakan yang ditemukan kepada ````
Teknisi Listrik.
- Bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan pencatatan inspeksi dan pemeliharaan
keseluruhan sistem fasilitas visual aids, sistem pembangkitan dan jaringan distribusi listrik
bandar udara.
1
BAB II
ATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
2.1. Perundangan, Standard dan Referensi Teknis
Undang-Undang Penerbangan No. 1 Tahun 2009 Pasal 219 Ayat 3 ICAO Doc.
9137-AN/898 part 9 mensyaratkan penyediaan dan pemeliharaan sebuah sistem fasilitas
visual aids yang tepat untuk wilayah pergerakan sehingga memungkinkan adanya operasi
pada malam hari/cuaca buruk.
Standard DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA yang relevan bagi
fasilitas listrik bandar udara adalah CASR Part 139.35, juga merinci bahwa fasilitas
pembangkit listrik dan jaringan distribusi listrik bandar udara yang selalu harus siap dalam
memberikan suplai listrik bagi seluruh oparasi fasilitas bandar udara.
Standard internasional serta praktek yang direkomendasi untuk dapat dipergunakan
dalam aktifitas ini dirinci dalam ICAO Annex 14, Aerodrome Design Manual Part 4 and
Part 5.
Standard DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA yang relevan
untuk pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik penerbangan ditetapkan dalam Keputusan
DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA No. SKEP 157/IX/2003 dan
SKEP 81/VI/2005 tentang Petunjuk Teknis Pengoperasian Peralatan Fasilitas
Elektronika dan Listrik Penerbangan serta Guide manual peralatan.
2.2. Inspeksi Teknis
Teknisi Listrik Bandara melaksanakan Maintenance Schedules dan membuat Visual Aids
Logbooks dan membuat jaringan distribusi listrik untuk fasilitas pembangkit serta Generator
Logbooks yang menunjukkan rincian inspeksi dan pemeliharaan teknis rutin yang dilakukan.
Dokumen tersebut dipegang dan disimpan oleh Pimpoksi Listrik di ruang teknisi dan
workshop kelistrikan.
2
BAB III
PENGOPERASIAN
3.1. Sistem PLN – Genset 100 kVA
Bandar Udara Gewayantana memiliki catu daya utama dari PLN dengan daya
langganan sebesar 130 kVA di back-up oleh genset 100 kVA dan 50 kVA. Apabila catu daya
PLN padam (Black Out) maka secara otomatis genset 100 Kva dan atau 50 kVA akan
mengambil alih beban seluruh bandara, hingga saat ini beban full load operation pada
bandara sebesar 50 kVA (50% load of genset 100 kVA) sementara genset 50 kVA hanya akan
operasi pada saat genset 100 kVA dalam kondisi perawatan.
Berikut SOP dari system PLN – Genset 100 kVA:
a. Sebelum jam operasi dimulai petugas mengecek kesiapan genset dengan mengecek kran
solar, oli, kekencangan baut-baut pada accu, level air accu, jika ditemukan kotoran maka
dilakukan pembersihan.
b. Bersihkan ruangan genset dari debu dan lain-lain yang sehingga udara yang diserap oleh
generator pada saat operasi bersih dari debu dan material lainnya.
c. Lakukan pemanasan genset (warming up) setiap 5-10 menit setiap harinya melalui panel
ACOS 100 kVA. Hal ini penting dilakukan karena untuk mengantisipasi apabila terjadi
kegagalan dalam operasi genset sehingga petugas dapat mengambil langkah-langkah
perbaikan.
d. Pada saat warming up genset cek, pada modul DEEPSEA genset informasi mengenai
pressure, temperature, system pendinginan pada engine sementara untuk generator cek
tegangan tiap fasa dan antar fasa, frekuensi.
e. Apabila PLN black out maka secara otomatis genset 100 kVA akan ON, 10 detik
kemudian genset akan ON dan system akan diambil alih oleh genset. Pastikan handle
pada ON ke genset 100 kVA dan ke genset 50 kVA Off. ACOS 250 A pada panel
LVMDP 1 bisa disetting secara otomatis maupun manual jika disetting secara otomatis
maka ACOS akan membaca catu daya utama (I) sebagai prioritas dan catu daya cadangan
(II). Untuk ACOS 250 A pada panel LVMDP 1 catu daya utama bersumber dari genset
100 kVA sementara catu daya cadangan bersumber dari genset 50 kVA. Untuk ACOS
250 A apabila dipilih secara manual cukup dengan menggerakkan menggunakan selector
switch ke posisi manual dan ACOS akan bekerja secara manual. Hal yang sama juga
berlaku pada panel LVMDP 2. Cara ini / system ini dipilih apabila terjadi kegagalan pada
3
jalur genset 100 kVA maka genset 50 kVA dapat mengambil alih beban jalur genset 100
kVA dan secara wiring distribusi (lihat gambar wiring distribusi) tidak akan terjadi
tabrakan distribusi listrik antara genset 100 kVA dan genset 50 kVA. Karena pada system
kelistrikan bandar udara Gewayantana - Larantuka tidak terdapat system sinkronisasi
genset.
3.2. Sistem PLN – Genset 50 kVA
System ini dipilih apabila sewaktu-waktu genset 100 kVA dalam perawatan atau
dalam kondisi terburuk yakni kegagalan operasi. Beban yang akan dipikul oleh genset 50
kVA adalah semua beban listrik bandara.
Berikut SOP langkah-langkah yang diambil pada saat genset 50 kVA operasi :
a. Pastikan kondisi genset 50 kVA dalam kondisi siap dengan mengecek kran solar, oli,
kekencangan baut accu, level air accu dan radiator sebelum jam operasi bandara.
b. Lakukan pemanasan genset 5-10 menit setiap harinya untuk memastikan kondisi genset
siap. Hal ini juga berlaku meskipun kondisi genset 100 kVA normal.
c. Pastikan handle pada ON ke genset 50 kVA dan ke genset 100 kVA Off. ACOS 250 A
pada panel LVMDP 2 bisa disetting secara otomatis maupun manual jika disetting secara
otomatis maka ACOS akan membaca catu daya cadangan (II).
3.3. Generator Set 100 kVA plus ACOS (Automatic Change Over Switch)
Generator Set merupakan alat yang mengubah dari energi putar menjadi energi listrik.
Genset yang terpasang di Bandar Udara Gewayantana- larantuka sebesar 100 kVA open type
continue, dengan besaran mesin 1500 rpm (Goshen Power) dan generator 50 kVA (Perkins).
Adapun SOP genset sebagai berikut :
a. Auto
i. Cek kran solar, oli, kekencangan baut-baut accu, level air accu dan air radiator
ii. Cek relay-relay, MCB 2 A pada panel ACOS, MCB ini berfungsi sebagai pengaman
ACB PLN dan Genset, pastikan sudah ON semua.
iii. Posisikan selector switch pada posisi genset 100 A.
iv. Pada panel ACOS, posisikan selector switch pada posisi Auto
v. Pastikan pada panel Deepsea genset pastikan pada posisi Auto.
vi. Tekan tombol Auto pada panel ACOS 100 kVA modul Deepsea.
4
vii. Apabila ada gangguan pada genset atau PLN off maka alarm akan berbunyi, langkah
yang diambil adalah menekan tombol HORN OFF dilanjutkan dengan menekan
tombol RESET.
b. Manual
i. Cek kran solar, oli, kekencangan baut-baut accu, level air accu dan air radiator.
ii. Pada modul panel ACOS, tekan tombol manual pada posisi Man.
iii. OFF-kan MCCB yang menuju ke beban terlebih dahulu
iv. OFF-kan MCCB outgoing pada panel incoming PLN
v. ON-kan genset melalui panel DEEPSEA, kemudian tunggu 10 detik lalu tekan tombol
push buttom ON Genset pada panel ACOS dan naikkan MCCB beban satu-persatu
vi. Untuk memutus beban dari genset maka OFF-kan MCCB satu-persatu, kemudian
tekan push buttom OFF Genset, tunggu sekitar 2 menit untuk proses cooling down dan
OFF kan genset pada panel DEEPSEA Genset
c. Perawatan Panel ACOS
i. Melaksanakan kegiatan pembersihan panel ACOS dengan menggunakan kuas
ii. Melaksanakan pengecekan pada sambungan-sambungan terminal kontrol panel, beri
cairan berupa WD 40 apabila ditemukan terminal yang karat
iii. Melaksnakan pengecekan fuse, MCB, Batteray, lampu penerangan Panel dan sirene
iv. Mengukur nilai grounding system pada panel ACOS, pastikan nilai tahanan maximal
2 ohm
d. Perawatan genset
i. Melakukan penggantian oli mesin setiap 50 jam operasi
Pastikan genset, modul genset dan modul ACOS dalam posisi off
Tempatkan wadah penampung oli yang akan diganti tepat dibawah genset
Buka baut mesin dengan menggunakan kunci ring/pas
Saat oli mesin keluar, buka penutup tempat mengisi oli disisi atas mesin agar
udara dapat masuk dan mempermudah oli bekas dapat turun/keluar dari mesin
Setelah oli bekas habis, tutup baut menggunakan kunci ring/pas
Isi oli yang baru sebanyak 13 liter untuk genset 100 kVA kemudian tutup kembali
penutup oli pada mesin
Gunakan oli jenis Mediteran S SAE-40 SX
ii. Melakukan penggantian air radiator setiap 3 bulan
Pastikan kondisi genset, modul genset dan modul ACOS dalam posisi OFF
5
Simpan wadah penampung air radiator bekas tepat dibawah posisi radiator mesin
Buka penutup air radiator yang ada tepat dibawah radiator mesin
Buka penutup bagian atas radiator agar udara bisa masuk dan mempermudah
keluarnya air radiator bekas
Setelah selesai, tutup kembali penutup radiator bagian bawah dan mulai mengisi
radiator yang baru
iii. Melakukan penggantian filter solar setiap 2 kali penggantian oli mesin
Pastikan posisi genset, modul genset dan modul ACOS dalam posisi off
Tutup stop kran pipa solar yang menuju genset
Tempatkan wadah penampung solar tepat dibawah filter solar
Buka koneksi kabel sensor yang ada dibawah filter solar
Gunakan kunci filter yang telah disediakan oleh pabrik genset lalu putar secara
perlahan kearah kiri
Keluarkan filter solar yang lama kemudian ambil filter solar yang baru lalu isi
dengan solar
Putar secara perlahan menggunakan kunci filter genset kearah kanan hingga
maksimal
Pompa keluar udara yang ada sepanjang pipa solar sambil membuka stop kran
pipa solar, pompa terus hingga saat menekan pompa sangat keras lalu kunci
pompa tersebut dengan cara menekan hingga maksimal tahan dan putar kearah
kanan
iv. Melakukan penggantian filter oli genset
Pastikan posisi genset, modul genset dan modul ACOS dalam posisi OFF
Siapkan wadah penampung oli bekas yang ada dalam filter
Buka tap oli genset menggunakan kunci L dan oli akan mulai keluar dari filter
Buka penutup oli genset, angkat filter lama dan lepaskan dari dudukannya
Pasang filter yang baru, pasang filter pada dudukannya dan tutup penutup filter
Lakukan penggantian filter oli pada saat penggantian oli mesin yang baru
v. Melakukan penggantian filter udara setiap setahun sekali
Pastikan posisi genset, modul genset dan modul ACOS dalam posisi OFF
Buka penguci filter genset
Lepaskan filter udara dari dudukannya lalu angkat
6
Ambil filter udara yang baru lalu ganti
Pasang kembali filter udara pada dudukannya lalu tutup rumah filter
Apabila di sekitar genset ada aktifitas pekerjaaan jalan raya atau bagunan yang
menghasilkan debu maka penggantiannya 6 bulan sekali
e. Warming Up
Untuk warming up genset dapat dilakukan dengan dua metode yakni melalui modul
DEEPSEA pada genset dan modul DEEPSEA pada panel ACOS. Jika melalui modul
DEEPSEA ACOS tekan tombol yang bertanda telapak tangan kemudian tekan tombol
hijau berlogo huruf I, apabila mematikan cukup menekan tombol merah berlogo O. Jika
warming up dilakukan pada panel DEEPSEA genset maka tekan tombol MANUAL lalu
tekan tombol START, untuk mematikan proses warming up cukup tekan tombol merah
(0). Proses warming up genset dilakukan setiap 5-10 menit/hari.
3.4. Generator Set 50 kVA plus ACOS (Automatic Change Over Switch)
Generator Set merupakan alat yang mengubah dari energi putar menjadi energi listrik.
Genset yang terpasang di Bandar Udara Gewayantana - Larantuka sebesar 50 kVA open type
continue, dan generator 50 kVA (Perkins).
Adapun SOP genset sebagai berikut :
a. Auto
i. Cek MCB 2 A pada panel ACOS, MCB ini berfungsi sebagai pengaman MCCB PLN
dan Genset, pastikan sudah ON semua
ii. Posisikan selector switch pada posisi genset 50 A.
iii. Pada panel ACOS, posisikan selector switch pada posisi Auto.
iv. Tekan tombol Auto pada panel ACOS 50 kVA modul Woodward
v. Apabila ada gangguan pada genset maka alarm akan berbunyi, langkah yang diambil
adalah menekan tombol HORN dilanjutkan dengan menekan tombol 0
b. Manual
i. Pada panel ACOS, posisikan selector switch pada posisi Man.
ii. OFF-kan MCCB yang menuju ke beban terlebih dahulu
iii. OFF-kan MCCB outgoing pada panel incoming PLN
iv. ON-kan genset melalui panel DEEPSEA, kemudian tunggu 10 detik lalu tekan tombol
push buttom ON Genset pada panel ACOS dan naikkan MCCB beban satu-persatu
7
v. Untuk memutus beban dari genset maka OFF-kan MCCB satu-persatu, kemudian
tekan push buttom OFF Genset, tunggu sekitar 2-4 menit untuk proses cooling down
dan OFF kan genset pada panel DEEPSEA Genset
c. Perawatan Panel ACOS
a. Melaksanakan kegiatan pembersihan panel ACOS dengan menggunakan kuas
b. Melaksanakan pengecekan pada sambungan-sambungan terminal kontrol panel, beri
cairan berupa WD 40 apabila ditemukan terminal yang karat
c. Melaksnakan pengecekan fuse, MCB, Batteray, lampu penerangan Panel dan sirene
d. Mengukur nilai grounding system pada panel ACOS, pastikan nilai tahanan maximal
2 ohm
d. Perawatan genset
i. Melakukan penggantian oli mesin setiap 50 jam operasi
Pastikan genset, modul genset dan modul ACOS dalam posisi off
Tempatkan wadah penampung oli yang akan diganti tepat dibawah genset
Buka baut mesin dengan menggunakan kunci ring/pas
Saat oli mesin keluar, buka penutup tempat mengisi oli disisi atas mesin agar
udara dapat masuk dan mempermudah oli bekas dapat turun/keluar dari mesin
Setelah oli bekas habis, tutup baut menggunakan kunci ring/pas
Isi oli yang baru sebanyak 7 liter, kemudian tutup kembali penutup oli pada mesin
Gunakan oli jenis Mediteran S SAE-40 SX
ii. Melakukan penggantian air radiator setiap 3 bulan
Pastikan kondisi genset, modul genset dan modul ACOS dalam posisi OFF
Simpan wadah penampung air radiator bekas tepat dibawah posisi radiator mesin
Buka penutup air radiator yang ada tepat dibawah radiator mesin
Buka penutup bagian atas radiator agar udara bisa masuk dan mempermudah
keluarnya air radiator bekas
Setelah selesai, tutup kembali penutup radiator bagian bawah dan mulai mengisi
radiator yang baru
iii. Melakukan penggantian filter solar setiap 2 kali penggantian oli mesin
Pastikan posisi genset, modul genset dan modul ACOS dalam posisi off
Tutup stop kran pipa solar yang menuju genset
Tempatkan wadah penampung solar tepat dibawah filter solar
Buka koneksi kabel sensor yang ada dibawah filter solar
8
Gunakan kunci filter yang telah disediakan oleh pabrik genset lalu putar secara
perlahan kearah kiri
Keluarkan filter solar yang lama kemudian ambil filter solar yang baru lalu isi
dengan solar
Putar secara perlahan menggunakan kunci filter genset kearah kanan hingga
maksimal
Pompa keluar udara yang ada sepanjang pipa solar sambil membuka stop kran
pipa solar, pompa terus hingga saat menekan pompa sangat keras lalu kunci
pompa tersebut dengan cara menekan hingga maksimal tahan dan putar kearah
kanan
iv. Melakukan penggantian filter oli genset
Pastikan posisi genset, modul genset dan modul ACOS dalam posisi OFF
Siapkan wadah penampung oli bekas yang ada dalam filter
Buka tap oli genset menggunakan kunci L dan oli akan mulai keluar dari filter
Buka penutup oli genset, angkat filter lama dan lepaskan dari dudukannya
Pasang filter yang baru, pasang filter pada dudukannya dan tutup penutup filter
Lakukan penggantian filter oli pada saat penggantian oli mesin yang baru
v. Melakukan penggantian filter udara setiap setahun sekali
Pastikan posisi genset, modul genset dan modul ACOS dalam posisi OFF
Buka penguci filter genset
Lepaskan filter udara dari dudukannya lalu angkat
Ambil filter udara yang baru lalu ganti
Pasang kembali filter udara pada dudukannya lalu tutup rumah filter
Apabila di sekitar genset ada aktifitas pekerjaaan jalan raya atau bagunan yang
menghasilkan debu maka penggantiannya 6 bulan sekali
vi. Warming Up
Untuk warming up genset dapat dilakukan dengan dua metode yakni melalui
modul DEEPSEA pada genset dan modul DEEPSEA pada panel ACOS. Jika melalui
modul DEEPSEA tekan tombol yang bertanda telapak tangan kemudian tekan tombol
hijau berlogo huruf I, apabila mematikan cukup menekan tombol merah berlogo O. Jika
warming up dilakukan pada panel DEEPSEA maka tekan tombol MANUAL lalu tekan
dan tahan tombol START selama 3-4 detik, untuk mematikan proses warming up cukup
tekan tombol merah ( 0 ). Proses warming up genset dilakukan setiap 5-10 menit/hari.
9
3.5. Panel LVMDP I
Pada panel LVMDP I dipasang ACOS 250 A dengan system otomatis maupun
manual, Berikut SOP pada panel LVMDP I :
Jalur PLN-Genset 100 kva
1. Pastikan relay-relay, MCB pada posisi ON semua
2. Jika pada posisi Auto ACOS 250 A maka cukup menggeser menggunakan selector
switch pada ACOS ke posisi Auto maka ACOS akan bekerja secara Auto yakni
ACOS akan mendeteksi catu daya utama dan catu daya cadangan
3. Jika pada posisi Manual maka cukup menggeser ACOS menggunakan selector
switch kearah Manual
3.6. Panel LVMDP II
Pada panel LVMDP I dipasang ACOS 250 A dengan system otomatis maupun
manual,
Berikut SOP pada panel LVMDP II :
Jalur PLN-Genset 50 kva
1. Pastikan catu daya cadangan dari genset 50 kva ON
2. Jika pada posisi Auto ACOS 250 A maka cukup menggeser menggunakan selector
pada ACOS ke posisi Auto maka ACOS akan bekerja secara Auto yakni ACOS
akan mendeteksi catu daya utama dan catu daya cadangan
3. Jika pada posisi Manual maka cukup menggeser ACOS menggunakan selector
Switch kearah Manual.
3.7. AFL (Airfield Lighting System)
3.7.1 PAPI
PAPI (Precission Approach Path Indicator) adalah salah satu alat pendaratan visual
yang berfungsi memandu pesawat udara yang akan mendarat dengan memberikan sudut
pendaratan yang tepat kepada pesawat udara tersebut. Bandar Udara Gewayantana memiliki
PAPI 1 sisi pada 1 ujung, data on slope adalah 3º runway 28 (data terlampir) dengan jarak
dari threshold adalah sejauh 208 meter from threshold. Pengoperasian lampu PAPI dilakukan
oleh CCR. Daya lampu PAPI adalah 3X150 watt sebanyak 3 lampu/box. Jarak lampu dengan
tepian runway 9,7 meter dan jarak antar box lampu 6 meter.
a. Pemeriksaan berkala
i. Pemeriksaan secara visual apakah lampu PAPI tiap box menyala ataukah tidak
10
ii. Cek kekencangan baut grounding pada tiap box PAPI
iii. Cek kebersihan kaca pada tiap box PAPI
iv. Bersihkan kaca dari debu yang menempel pada kaca tiap box PAPI dengan
menggunakan kain lap yang di basahi.
v. Bersihkan ruang dalam box PAPI dari kotoran hewan seperti cecak dll.
vi. Cek trafo pada bak kontrol tiap-tiap box PAPI, pastikan isolasi tiap sambungan aman.
vii. Bersihkan area sekitar box PAPI 1 meter2 apabila terdapat benda/obtacle di depan box
PAPI
b. Pemeriksaan 6 bulan
i. Melaksanakan ground check untuk mengukur apakah terdapat pergeseran ketinggian
box PAPI.
ii. Catat hasil pengukuran kemudian analisa kembali dengan data pengukuran
sebelumnya.
iii. Melakukan pemeriksaan sudut PAPI dengan meminta bantuan pihak ATC untuk
berkomunikasi dengan beberapa pilot untuk mengecek glide slope pada PAPI yang
kemudian diisi pada briefing form.
3.7.2 Runway Light
Runway light berfungsi sebagai rambu penerangan landas pacu, terdiri dari lampu-
lampu yang dipasang pada jarak tertentu di tepi kiri dan kanan landas pacu untuk memberi
tuntunan kepada penerbang pada pendaratan dan tinggal landas pesawat terbang disiang hari
pada saat cuaca buruk atau berkabut serta pada saat malam hari. Lampu runway yang
digunakan di Bandar Udara Gewayantana adalah type REH (Runway Edge High Intensity)
RTO 25 Frengible dengan daya masing-masing lampu 150 watt. Jarak masing-masing lampu
adalah 60 meter dan dipasang 1.5 meter dari tepian runway sesuai aturan MOS 139, dengan
konfigurasi penempatan lampu yellow/clear 300 meter from threshold. Jumlah lampu runway
adalah 55 Unit dengan rincian 20 lampu yellow/clear dan 30 lampu clear/clear,.
Pengoperasian lampu REH melalui CCR.
A. Pemeriksaan berkala
1. Menghidukan lampu runway setelah jam penerbangan selesai
2. Periksa secara visual apakah terdapat lampu yang mati/redup
3. Apabila lampu mati cek bulp, kabel, koneksi kabel secondary, koneksi two pole plug
11
4. Apabila lampu redup cek posisi gelas kaca apakah pada posisi yang tepat dengan arah
panah menuju runway, kemudian cek trafonya.
5. Bersihkan gelas kaca pada lampu runway menggunakan kain lap yang dibasahi
6. Bersihkan rumput/obstacle sekitar lampu runway
7. Cek kelurusan antar lampu runway dengan menyalakan terlebih dahulu menghidupkan
lampu runway
8. Apabila terdapat lampu yang mati/redup, OFF kan lampu runway terlebih dahulu
kemudian lakukan langkah-langkah perbaikan.
9. Cek trafo pada bak trafo apakah terdapat suara bising yang dihasilkan oleh trafo, apabila
ada lakukan penggantian.
3.7.3 Threshold Light
Threshold light berfungsi sebagai penanda ujung runway. Konfigurasi lampu threshold di
Bandar Udara Gewayantana adalah 707 Bidirectional dengan jumlah lampu pada runway 10
adalah 16 lampu dengan rincian 6 red lamps dan 10 green lamps sedangkan pada runway 28
jumlah lampu adalah 16 lampu dengan rincian 6 red lamps dan 10 green lamps dipasang
dengan jarak 1.5 meter depan ujung runway dan 1,5 meter samping ujung runway dengan
jarak antar lampu 2,4 meter dikedua sisi.
A. Pemeriksaan berkala
1. Menghidupkan lampu threshold setelah jam penerbangan selesai
2. Periksa secara visual apakah terdapat lampu yang mati/redup
3. Apabila lampu mati/redup cek bulp, kabel, koneksi kabel secondary, koneksi two pole
plug
4. Cek sudut kemiringan lampu threshold apakah sudah sesuai atau belum.
5. Bersihkan gelas kaca pada lampu threshold dengan menggunakan kain lap yang
dibasahi
6. Bersihkan rumput/obstacle sekitar lampu threshold
7. Cek trafo pada bak trafo apakah terdapat suara bising yang dihasilkan oleh trafo,
apabila ada lakukan penggantian.
12
3.7.4 Taxi Apron Light
Taxi Apron Light berfungsi sebagai lampu penanda batas pinggir Taxi Way dan
Apron. Jenis lampu Taxiway Apron di bandar udara Gewayantana adalah LED 10 watt blue
colour sebanyak 28 unit lampu, dengan jarak masing-masing lampu 30 meter.
SOP Taxi Apron Light sebagai berikut :
a. Pemeriksaan berkala
i. Menghidupkan taxi apron light setelah jam penerbangan selesai
ii. Periksa secara visual apakah terdapat lampu yang mati/redup
iii. Apabila lampu mati/redup cek bulp, kabel, koneksi kabel secondary, koneksi two pole
plug
iv. Bersihkan gelas kaca pada taxi apron light dengan menggunakan kain lap yang
dibasahi
v. Bersihkan rumput/obstacle sekitar taxi apron light
vi. Cek trafo pada bak trafo apakah terdapat suara bising yang dihasilkan oleh trafo,
apabila ada lakukan penggantian.
3.7.5 Turning Light
Turning Light adalah Lampu tanda tempat perputaran pesawat di ujung Run Way
yang berjumlah 5 buah dengan jarak antara lampu 30 meter.
Adapun SOP Turning Light sebagai berikut :
i. Menghidukan Turnimg Light setelah jam penerbangan selesai
ii. Periksa secara visual apakah terdapat lampu yang mati/redup
iii. Apabila lampu mati/redup cek bulp, kabel, koneksi kabel secondary, koneksi two pole
plug
iv. Bersihkan rumput/obstacle sekitar Taxi Guidance Sign
v. Bersihkan gelas kaca pada lampu Turning Light dengan menggunakan kain lap yang
dibasahi
vi. Cek trafo pada bak trafo apakah terdapat suara bising yang dihasilkan oleh trafo,
apabila ada lakukan penggantian.
3.7.6 CCR ( Constant Current Regulator )
CCR berfungsi sebagai swicth untuk menghidupkan dan mematikan lampu AFL ,
CCR yang terpasang di Bandar Udara Gewayantana Larantuka type MCRE6B021000E12
dengan POWER 10 kVA, IOUT 6,6 A, VOUT 1515V untuk CCR Runway, Power 7,5 Kva,
13
iout 6,6a, Vout 1136V untuk CCR Taxi, Power 4 kVA, Iout 6,6 A, Vout 606V untuk CCR
PAPI
Adapun SOP CCR sebagai berikut :
i. ON kan CB yang ada di dalam Panel
ii. Posisikan selektor switch pada posisi manual
iii. Masukan “ Fuse” untuk menghidupkan dan tarik “ fuse” untuk mematikan CCR.
iv. Tekan “Local” untuk mengoprasikan CCR via lokal dan tekan tombol “Remote”
jika ingin mengoprasikan CCR via Control Desk.
( DISPLAY : Remote – Local – Menu )
v. Mengoprasikan CCR via lokal
Tekan ( Menu – Menu – Start – Select ) – Tekan ( Down – Select ) pada posisi circuit
1 atau 2 “ Toggle “ ( Circuit Off – On ) – “Accept” Kemudian tekan “ Back “ sampai
posisi awal.
vi. Untuk menaikkan brightness lampu tekan “ Step up “ dan untuk menurunkan
brightness lampu “ Step Down” sampai CCR off.
vii. Untuk monitoring Input/Output Current & Voltage tekan “ Menu” kemudian
“ down” atau “up” untuk meihat Input/Output.
viii. Untuk trobelshooting melalui display Error Message, tekan “ start “ display
( Down – Up – Start – Back ) tekan selesct pada posisi “ View Erros Massage “ maka
display akan menampilkan semua Error yang terjadi pada CCR.
3.7.7 Flood Light
Flood Light berfungsi sebagai lampu penerangan apron. Flood Light yang terpasang
di Bandar Udara Gewayantana Larantuka Terdapat 2 titik flood light dengan tiang ganda
masing-masing berjarak 70 meter, berjumlah lampu 18 unit yang terbagi dalam dua type
simmetry T-400 W 12 buah dan Halolite 500 W 6 buah.
Adapun SOP Flood Light sebagai berikut :
i. ON kan MCB utama
ii. Pastikan posisi MCB bypass dalam posisi OFF
iii. Naikan MCB lampu satu persatu
iv. Jika ingin mematikan OFF kan MCB lampu satu persatu
3.7.8 Sirene
14
Sirene merupakan alat penghasil suara yang berfungsi sebagai penanda pesawat akan
tinggal landas maupun lepas landas dan apabila terdapat ganguan disekitar area runway dan
runway strip yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Adapun SOP sirene sebagai berikut :
1. Pastikan kabel power terhubung dengan baik
2. Putar ke arah kanan toggle swtich maka sirene akan menyala
3. Apabila sirene tidak menyala cek tegangan input pada sirene apakah sudah ON
4. Lepas kabel power pada terminal sirene
5. Buka penutup sirene dengan menggunakan kunci ring/pas lalu bersihkan body sirene
dengan kain lap kering atau semacamnya.
6. Bongkar body sirene lalu kemudia cek Brush-nya apakah masih banyak ataukah sudah
menipis, apabila sudah menipis lakukan penggantian
7. Cek kapasitor apakah masih baik
8. Cek lilitan-lilitan rotor maupu stator sirene
9. Bersihkan area sekitar rotor dan stator sirene dari abu yang dihasilkan oleh arang
menggunakan kain lap kering
10. Beri gemuk atau semacamnya pada ujung rotor pertemuan ujung rotor dengan dudukan
rotor pada body sirene
11. Kemudian pasang kembali body sirene
3.8. Sistem Pelaporan Kegagalan
Respons berikut dibutuhkan jika diidentifikasi adanya kegagalan fasilitas atau peralatan
dengan kategori sebagai berikut :
3.8.1. Kegagalan Kategori 1
a. Mengindikasikan bahwa kegagalan menyebabkan terganggunya operasi atau peralatan;
b. Kegagalan peralatan kategori 1 terjadi jika peralatan utama dari peralatan cadangan
berada pada kondisi gagal;
c. Tindakan perbaikan yang dilakukan oleh petugas operasional paling tidak 8 jam setelah
kegagalan terjadi.
3.8.2. Kegagalan Kategori 2
15
a. Mengindikasikan bahwa kegagalan menyebabkan rendahnya kinerja peralatan tapi tidak
mengganggu serviceability/kemampuan peralatan;
b. Terjadi jika peralatan pembangkit yang dijalankan mengalami penurunan atau tidak
stabilnya frekuensi;
c. Tindakan perbaikan yang dilakukan oleh petugas operasional paling tidak 24 jam setelah
kegagalan terjadi.
3.8.3. Kegagalan Kategori 3
a. Kegagalan terjadi pada peralatan pendukung tapi tidak mempengaruhi kinerja/tingkat
pelayanan, namun jika tidak diperbaiki kondisi akan berubah menjadi kegagalan kategori
1 atau kategori 2;
b. Tindakan perbaikan yang dilakukan oleh petugas operasional paling tidak 72 jam setelah
kegagalan terjadi.
c. Petugas operasional siap sedia 24 jam.
16
BAB IV
FASILITAS VISUAL AIDS BANDAR UDARA GEWAYANTANA
4.1. Inventaris Fasilitas Existing Visual aids UPBU Gewayantana, Larantuka.
Invetaris fasilitas listrik bandar udara dapat dilihat pada Tabel Faasilitas Penerangan Bandara
berikut. Rincian RUNWAY dan Approach bersama dengan Precision Approach Path
Indicator system (PAPI) seperti yang disyaratkan untuk publikasi oleh AIS, ditetapkan di Part
3 Aeronautical Information.
a. Fasilitas Existing visual aids Bandar Udara Gewayantana, Larantuka.
No Product Lamp
Location Type Remarks
. of capacity
1. PAPI 28 - ADB 3 x 150 W
6x500W,
2 Apron Flood Light Monopole Phillips
12x400 W
3 Obstacle light - - - -
4 Rotating beacon - - - -
5 Runway Edge Light RTO 25 ADB 28x150 W
6. Threshold Light RTO 25 ADB 20x150 W
Taxiway dan Apron
7. LED Honeywell 28 x 10 W
Light
8. Turning Light RTO25 ATG 5 x 150 W
9. R/w End Light RTO 25 ADB 12x150 W
17
BAB V
PEMELIHARAAN FASILITAS LISTRIK
5.1. Tingkat Pemeliharaan untuk fasilitas Listrik
Berdasarkan tingkat kesulitan terdiri dari :
5.1.1. Pemeliharaan level 1
Pemeliharaan level 1 adalah pemeliharaan preventif yang diterapkan secara periodik
dengan kegiatan sebagai berikut (mengacu pada Electronic and Electrical Procedures):
a. Pembersihan ruang;
b. Pembersihan peralatan, unit/bagian dari peralatan atau modul peralatan;
c. Pengecekan peralatan, unit/bagian dari peralatan atau modul peralatan;
d. Pengecekan meter ukuran dan lampu indikator;
e. Pengukuran dan pencatatan penggunaan listrik, elektronik, mekanik, lampu,
panas, kimia, dan radiasi;
f. Merubah/menambah air pendingin, bahan bakar, oli, gemuk, air murni;
g. Merubah lampu indikator, komponen keselamatan dan komponen pembuangan
lainnya.
5.1.2. Pemeliharaan level 2
a. Pemeliharaan preventif yang diterapkan secara periodik:
1) Pengujian peralatan, unit atau bagian;
2) Pengamatan penampakan dan target;
3) Pengecekan output peralatan, unit atau bagian.
b. Pemeliharaan korektif pada peralatan yang mengalami kegagalan minor sebagai
berikut:
1) Analisis kegagalan;
2) Penetapan parameter peralatan;
3) Mengubah dan seting unit/bagian/cadangan modul peralatan.
18
5.1.3. Pemeliharaan level 3
Tindakan ini digolongkan sebagai pemeliharaan korektif (perbaikan) dan akan
dilakukan pada saat terjadi malfungsi yang tidak dapat diatasi oleh Pemeliharaan
Level 2. Diterapkan sebagai berikut:
a. Analisis kegagalan;
b. Perbaikan dan seting unit/bagian/peralatan module yang mengalami
masalah/kegagalan;
5.1.4. Pemeliharaan level 4
Tindakan pemeliharaan korektif terutama dilakukan melalui penggantian komponen.
Tindakan ini diambil jika peralatan mengalami malfungsi/masalah/kegagalan besar,
sebagai berikut:
a. Analisis kegagalan;
b. Perbaikan perangkat lunak;
c. Perbaikan dan setting unit/bagian/peralatan modul yang mengalami
masalah/kegagalan yang rumit;
d. Modifikasi dan setting unit/bagian/peralatan modul;
e. Rekondisi dan overhaul peralatan.
5.1.5. Pemeliharaan Darurat.
Pada saat terjadi malfungsi pada fasilitas, suatu tindakan inspeksi dan
perbaikan/pemeliharaan harus dilakukan Teknisi Listrik untuk fasilitas visual aids dan
untuk fasilitas Pembangkit dan jaringan distribusi listrik dilaporkan kepada Pimpoksi
Listrik. Jika suatu perbaikan atau pemeliharaan ternyata memakan waktu lama dan
mempengaruhi keselamatan penerbangan, maka sebuah NOTAM harus diumumkan
secara resmi.
19
BAB VI
PENUTUP
6.1. Apabila dalam pelaksanaan sistem dan prosedur inspeksi tidak sesuai lagi dengan kondisi dan
keadaan dilapangan, maka akan diadakan penyempurnaan sebagai mana mestinya.
6.2. Hal-hal yang belum diatur dalam sistem dan prosedur pelaksanaan inspeksi ini akan diatur
tersendiri.
Ditetapkan di : Larantuka
Pada Tanggal : Januari 2022
KEPALA UNIT TEKNIK LISTRIK KEPALA BANDAR UDARA
GEWAYANTANA
WILHELMUS SENG PAGA MAGDALENA
Pengatur Muda Tk.I (II/b) Penata Tk.I (III/d)
NIP. 19801112 201012 1 001 NIP. 19641231 198703 2 003
20
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA
KANTOR UNIT PENYELENGGARA BANDAR UDARA KELAS III
GEWAYANTANA - LARANTUKA
JL. Soekarno-Hatta No. 77 FAX : ( 0383 ) 21001 Kawat :
TELP : ( 0383 ) 2325469 [Link] :
STANDARD OPERATING PROSEDURE (SOP)
PENEMPATAN PESAWAT UDARA
UPBU KELAS III GEWAYANTANA - LARANTUKA
1. TUJUAN
Instruksi kerja ini bertujuan dibuat untuk menjamin keselamatan dan ketepatan alokasi
pesawat sehingga apron dapat digunakan secara efektif dan efisien.
2. RUANG LINGKUP
Instruksi kerja ini berlaku mulai dari memeriksa dan menyesuaikan jadwal kedatangan
pesawat harian sampai dengan mendistribusikan rencana parkir pesawat udara di UPBU
Kelas III Gewayantana – Larantuka.
3. PELAKSANA
Unit Bangunan dan Landasan
4. PERALATAN
a. Handy Talky;
b. Rompi;
c. Form Plotting Parkir Harian.
5. BAHAN / MATERIAL
a. Daily Flight Schedule;
b. Surat pemberitahuan dari Airlines atau Ground Handling;
c. Slot Time.
6. RINCIAN INSTRUKSI
6.1 Pada saat pengisian kolom parking stand harus memperhatikan Kapasitas parking stand
sebagai berikut :
6.1.1 Unit Penyelenggara Bandara Udara Gewayantana – Larantuka memiliki Apron
dengan memiliki kapasitas 3 (tiga) parking stand;
6.1.2 Penggunaan Parking Stand memperhitungkan arah angin dalam untuk pemilihan penggunan
Taxiway A atau Taxiway B.
6.1.3 Pergerakan 1 pesawat C208 dan/atau ATR 72- 500/600 dapat menggunakan salah satu dari
tiga parking stand yg tersedia. Pemilihan dan penggunaan parking stand memperhitungkan
waktu tempuh pesawat susulan yang akan menggunakan parking stand sisanya.
6.1.4 Apabila terdapat pergerakan 2 pesawat dalam 1 waktu jenis ATR-72/500, maka pesawat
yang pertama dapat menggunakan parking stand nomor 1 (satu) dan pesawat kedua dapar
menggunakan parking stand nomor 3 (tiga).
6.1.5 Jika terdapat pesawat C208 dapat menggunakan 3 (tiga) parking stand yang ada.
Gambar 1
Apron UPBU Gewayantana - Larantuka
B A
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA
KANTOR UNIT PENYELENGGARA BANDAR UDARA KELAS III
GEWAYANTANA - LARANTUKA
JL. Soekarno-Hatta No. 77 FAX : ( 0383 ) 21001 Kawat :
TELP : ( 0383 ) 2325469 [Link] :
E-mail : bandaragwt@[Link] Telex :
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR
UNIT PENYELENGGARA BANDAR UDARA GEWAYANTANA - LARANTUKA
NOMOR : KP.004/40/282/XI/GWT-2022
TENTANG
PENUNJUKAN KELOMPOK KERJA KESELAMATAN
BANDAR UDARA GEWAYANTANA – LARANTUKA
Membaca : Undang – undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan
Menimbang :Bahwa dalam rangka memenuhi ketentuan sertifikasi bandar udara
Gewayantana – Larantuka, yaitu mulai melakukan SMS (Safety Management
System) maka perlu ditunjuk atau diangkat kelompok kerja keselamatan
(safety officer) Bandar Udara Gewayantana – Larantuka.
Mengingat :
1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2009 tentang
Penerbangan, Bagian Keempat – Sistem Manajemen Keselamatan
Penyedia Jasa Penerbangan;
2. Peraturan Pemerintah No.3 Tahun 2011 tentang Keamanan dan
Keselamatan Penerbangan;
3. PM 62 Tahun 2017 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil
Bagian 19 tentang Sistem Manajemen Keselamatan;
4. PM 95 Tahun 2021 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil
Bagian 139, tentang Bandar Udara (Aerodrome).
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : Keputusan Kepala Bandar Udara Gewayantana – Larantuka tentang
Pembentukan Kelompok Kerja Keselamatan (Safety Officer) Bandar Udara
Gewayantana – Larantuka.
Pertama : Menunjuk/mengangkat Pegawai yang namanya sebagaimana tercantum
dalam surat keputusan ini, untuk melaksanakan Tugas Pelaksanaan dan
Pengawasan dari Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Operasi
Bandar Udara Gewayantana – Larantuka.
Kedua : Petunjuk / Pengangkatan Petugas Safety Officer dengan tugas sebagai berikut :
a. Bertanggung jawab membuat dokumen Sistem Manajemen Keselamatan
Operasi Bandar Udara serta memberikan panduan dan arahan dalam
melaksanakan sistem manajemen keselamatan;
b. Mereview dan merevisi Sistem Manajemen Keselamatan;
c. Melakukan bimbingan perihal keselamatan pada para pejabat dan pegawai;
d. Menjaga pelaksanaan system pelaporan untuk identifikasi;
e. Monitor kemajuan laporan keselamatan untuk memastikan bahwa setiap
bahaya diproses lebih lanjut;
f. Menyiapkan umpan balik/laporan terkait isu keselamatan;
g. Melaporkan semua kecelakaan dan insiden sesuai dengan persyaratan
peraturan;
h. Mendistribusikan informasi keselamatan yang relevan dan up to date kepada
pegawai dan manajemen;
i. Identifikasi pelatihan keselamatan yang diperlukan sesuai dengan topik
keselamatan.
Ketiga : Surat Keputusan ini berlaku seja tanggal ditetapkan dengan catatan akan
diadakan perubahan pembetulan sebagaimana mestinya bilamana, dikemudian
hari terdapat kekeliruan di dalam penetapan ini.
Ditetapkan di : Larantuka
Pada Tanggal : 01 Juli 2022
KEPALA KANTOR UPBU
GEWAYANTANA - LARANTUKA
PAGA MAGDALENA
Penata Tk.I (III/d)
NIP. 19641231 198703 2 003
Lampiran : Surat Keputusan Kepala Kantor
UPBU Gewayantana – Larantuka
Nomor : KP.004/40/282/XI/GWT-2022
Tanggal : 01 Juli 2022
Daftar : Nama Petugas SO (Safety Officer)
Di Bandar Udara Gewayantana – Larantuka
No. NAMA JABATAN KETERANGAN
1 2 3 4
1 RAHMATUL ADINDA Ketua
NIP. 19970824 202203 2 014
2 JIHAN ISTIQOMAH Anggota
NIP. 19990618 202203 2 011
3 SEKAR INDRIANI Anggota
NIP. 20010523 202210 2 001
KEPALA KANTOR UPBU
GEWAYANTANA - LARANTUKA
PAGA MAGDALENA
Penata Tk.I (III/d)
NIP. 19641231 198703 2 003
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA
KANTOR UNIT PENYELENGGARA BANDAR UDARA KELAS III
GEWAYANTANA - LARANTUKA
JL. Soekarno-Hatta No. 77 FAX : ( 0383 ) 21001 Kawat :
TELP : ( 0383 ) 2325469 [Link] :
E-mail : bandaragwt@[Link] Telex :
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR
UNIT PENYELENGGARA BANDAR UDARA GEWAYANTANA - LARANTUKA
NOMOR : KP.004/41/285/XI/GWT-2022
TENTANG
PENUNJUKAN PETUGAS PENGAWAS DOKUMEN AERODROME MANUAL (AM)
DAN SAFETY MANAGEMENT SYSTEM (SMS)
BANDAR UDARA GEWAYANTANA – LARANTUKA
Membaca : Undang – undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan
Menimbang :Bahwa dalam rangka memenuhi ketentuan sertifikasi bandar udara
Gewayantana – Larantuka, yaitu update dokumen Safety Management System
(SMS) dan Update dokumen Aerodrome Manual (AM) maka perlu ditunjuk
atau diangkat petugas pengawas dokumen SMS dan AM di Bandar Udara
Gewayantana – Larantuka.
Mengingat :
1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2009 tentang
Penerbangan, Bagian Keempat – Sistem Manajemen Keselamatan
Penyedia Jasa Penerbangan;
2. Peraturan Pemerintah No.3 Tahun 2011 tentang Keamanan dan
Keselamatan Penerbangan;
3. PM 62 Tahun 2017 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil
Bagian 19 tentang Sistem Manajemen Keselamatan;
4. PM 95 Tahun 2021 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil
Bagian 139, tentang Bandar Udara (Aerodrome).
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : Keputusan Kepala Bandar Udara Gewayantana – Larantuka tentang
Pembentukan Tim / Petugas Pengawas Dokumen Safety Management System
(SMS) dan Aerodrome Manual (AM) di Bandar Udara Gewayantana –
Larantuka.
Pertama : Menunjuk/mengangkat Pegawai yang namanya sebagaimana tercantum
dalam surat keputusan ini, untuk melaksanakan fungsi, tugas dan tanggung
jawab sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan ini.
Kedua : Mengesahkan Uraian Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab Petugas/Tim
Pengawas Dokumen Safety Management System (SMS) dan Aerodrome
Manual (AM) :
A. Pengawas Safety Management System (SMS)
a. Mereview dan merevisi Sistem Manajemen Keselamatan;
b. Melakukan bimbingan perihal keselamatan pada para pimpinan
manajemen dan pegawai;
c. Menjaga pelaksanaan sistem pelaporan untuk identifikasi hazard;
d. Monitor kemajuan laporan keselamatan untuk memastikan bahwa setiap
bahaya diproses lebih lanjut;
e. Melaporkan semua kecelakaan dan insiden sesuai dengan persyaratan
peraturan;
f. Mendistribusikan informasi keselamatan yang relevan dan up to date
kepada pegawai dan manajemen.
B. Pengawas Aerodrome Manual (AM)
a. Berisikan informasi update tentang lokasi, fasilitas, peralatan, prosedur
operasional, layanan, organisasi dan manajemen dalam memenuhi
persyaratan pengoperasian Bandar Udara;
b. Menjadi referensi yang digunakan oleh karyawan, operator penerbangan,
pemangku kepentingan, konsesioner dalam mengoperasikan dan
mengelola kegiatan dan bisnis di Bandar Udara;
c. Digunakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Otoritas
Bandar Udara dalam melaksanakan audit dan inspeksi yang berkaitan
dengan pengoperasian Bandar Udara.
Ketiga : Surat Keputusan ini berlaku seja tanggal ditetapkan dengan catatan akan
diadakan perubahan pembetulan sebagaimana mestinya bilamana, dikemudian
hari terdapat kekeliruan di dalam penetapan ini.
Ditetapkan di : Larantuka
Pada Tanggal : 01 Juli 2022
KEPALA KANTOR UPBU
GEWAYANTANA - LARANTUKA
PAGA MAGDALENA
Penata Tk.I (III/d)
NIP. 19641231 198703 2 003
Lampiran : Surat Keputusan Kepala Kantor
UPBU Gewayantana – Larantuka
Nomor : KP.004/41/285/XI/GWT-2022
Tanggal : 01 Juli 2022
Daftar : Nama Petugas Pengawas Safety Management System (SMS)
dan Aerodrome Manual (AM)
Di Bandar Udara Gewayantana – Larantuka
No. NAMA JABATAN KETERANGAN
1 2 3 4
1 RAHMATUL ADINDA Ketua
NIP. 19970824 202203 2 014
2 JIHAN ISTIQOMAH Anggota
NIP. 19990618 202203 2 011
3 SEKAR INDRIANI Anggota
NIP. 20010523 202210 2 001
KEPALA KANTOR UPBU
GEWAYANTANA - LARANTUKA
PAGA MAGDALENA
Penata Tk.I (III/d)
NIP. 19641231 198703 2 003