ARTIKEL PENELITIAN
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN ASI
EKLUSIF DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS MERAL
KABUPATEN KARIMUN PROVINSI KEPULAUAN RIAU
TAHUN 2018
Darlaini Mustafa(1), Ibrahim(2)
Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Batam
Jl. Abulyatama No. 5 Batam 29464
(
[email protected], 081267356791)
ABSTRACT
Exclusive breastfeeding deals with breast milk feeding for the baby aged 1 day to 6 months
old with no additional or complementary foods or drinks, except drugs, vitamins and
minerals. The activity of exclusive breastfeeding done by the postpartum mothers in Riau
Islands Province is quite small compared to the national realizations. Meral is noted to be the
region with lowest percentage of infants’ exclusive breast feeding among other regions in
Karimun in 2016 by the percentage of only 14.53%. The purpose of this study is to
investigate the correlation of knowledge levels of postpartum mothers and their attitudes
toward the exclusive breastfeeding for their baby particularly. This research used analytic
survey method with cross sectional approach at the working area of Meral Health Center of
Karimun conducted in April-June 2018.Thepopulation in this research 377 mothers and
sample of 79 respondents selected by quota sampling technique with questionnaire
instrument. The result of bivariate analysis using chi square with p value 0.004 (0.004<0.05)
and p value 0.007 (0.007<0.05). The conclusion that there is a significant correlation between
mother’s knowledge levels to do exclusive breastfeeding. Conversely, it is also confirmed
that there is a significant correlation between their attitudes and exclusive breastfeeding for
their baby. Therefore, it is hoped all parties to be more concerned about the importance of
exclusive breastfeeding and to support the newborn mothers’ to do the exclusive
breastfeeding for their baby.
PENDAHULUAN (35,2%) dan kurang dari 1 jam (inisiasi
menyusui dini) sebesar 34,5%. (Profil
World Health Organization (WHO) dan Kesehatan Indonesia, 2015).
United Nations Childrens Fund (UNICEF)
merekomendasikan agar ibu menyusui Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi
bayinya saat satu jam pertama setelah Kepulauan Riau tahun 2016, Pemberian
melahirkan dan melanjutkan hingga usia 6 ASI ekslusif menunjukkan peningkatan
(enam) bulan pertama kehidupan bayi tetapi masih jauh di bawah target nasional
(WHO, 2016). (80%) dan masih rendah dibandingkan
pencapaian nasional (54%). Trend cakupan
ASI ekslusif berdasarkan Peraturan pemberian ASI ekslusif di Provinsi
Pemerintah (PP) Nomor 33 tahun 2012 Kepulauan Riau dari tahun 2014 sebesar
adalah ASI yang diberikan kepada bayi 31,74%, tahun 2015 sebesar 41,70% dan
sejak dilahirkan selama 6 bulan tanpa tahun 2016 sebesar 41,91%.
menambahkan dan/atau mengganti dengan
makanan atau minuman lain (kecuali obat, Persentase jumlah bayi yang yang
vitamin dan mineral). Menurut Riskesdas diberikan ASI ekslusif menurut
2013, proses mulai menyusui terbanyak Kecamatan di Kabupaten Karimun tahun
terjadi pada 1-6 jm setelah kelahiran 2016 yang terendah adalah di Kecamatan
Universitas Batam | 41
Kebidanan. Volume 09, Nomor 02, April 2019 |ISSN 2087-7239
Meral sebesar 14,53%. Dari hasil ASI eklusif pada bayinya dan 31
wawancara pendahuluan dengan pengelola responden (39,2%) memberikan ASI
program gizi Puskesmas Meral, menurut ekslusif pada bayinya.
hasil Analisa evaluasi kinerja yang
dilakukan, diketahui bahwa sebagian besar Hubungan Pengetahuan Responden
dari ibu menyusui di wilayah kerja Dengan Pemberian ASI Ekslusif
Puskesmas Meral masih memiliki
pengetahuan yang rendah tentang ASI Berdasarkan hasil analisis terhadap 79
ekslusif dan sebagian lagi bersikap acuh responden, diperoleh hasil bahwa dari 11
terhadap pentingnya pemberian ASI responden yang memiliki pengetahuan
ekslusif (Puskesmas Meral, 2017). rendah tentang pemberian ASI ekslusif, 11
responden (13,9%) tidak memberikan ASI
METODE PENELITIAN ekslusif dan tidak ada responden yang
memberikan ASI ekslusif (0%), sedangkan
Penelitian ini merupakan penelitian dalam dari 68 responden yang memiliki
bentuk survei analitik dengan desain pengetahuan tinggi, 37 responden (46,8%)
penelitian cross sectional study. Metode tidak memberikan ASI ekslusif dan 31
yang digunakan adalah quota sampling responden (39,2%) memberikan ASI
dan diperoleh 79 responden sebagai ekslusif.
sampel. Pengumpulan data menggunakan
kuesioner dan dilaksanakan dari bulan Dari uji statistik chi squarediperoleh p
April – Juni 2018. value= 0,004 yang berarti nilai p value
lebih kecil dari 0.,05 (0,004<0,05).
HASIL PENELITIAN Dengan demikian Ho ditolak, hal ini
menunjukkan bahwa ada hubungan antara
Distribusi Tingkat Pengetahuan pengetahuan responden dengan pemberian
Responden Tentang ASI Ekslusif ASI ekslusif di wilayah kerja UPT
Puskesmas Meral Kabupaten Karimun
Dari hasil analisa univariat diketahui Tahun 2018.
bahwa dari 79 responden, 11 responden
(13,9%) memiliki pengetahuan rendah Hubungan Sikap Responden dengan
tentang pemberian ASI ekslusif dan 68 Pemberian ASI Ekslusif
responden (86,1%) memiliki pengetahuan
tinggi tentang pemberian ASI Ekslusif. Berdasarkan hasil analisis terhadap 79
responden, diketahui bahwa dari 10
Distribusi Sikap Responden terhadap responden yang memiliki sikap negatif, 10
Pemberian ASI Ekslusif responden (12,7%) tidak memberikan ASI
ekslusif dan tidak ada responden
Dari hasil Analisa univariat diketahui yangmemberikan ASI ekslusif (0%),
bahwa dari 79 responden yang diteliti, sedangkan dari 69 responden yang
sebanyak 10 responden (12,7%) memiliki memiliki sikap positif, 38 responden
sikap negatif dan 69 responden (87,3%) (48,1%) tidak memberikan ASI ekslusif
yang memiliki sikap positif terhadap dan 31 responden (39,2%) memberikan
pemberian ASI ekslusif. ASI ekslusif.
Distribusi Pemberian ASI Ekslusif Hasil uji statistik chi squarediperoleh p
value= 0,007 yang berarti nilai p value
Berdasarkan hasil analisis univariat lebih kecil dari 0.,05 (0,007<0,05).
diketahui bahwa dari 79 responden, Dengan demikian Ho ditolak, hal ini
48responden (60,8%) tidak memberikan menunjukkan bahwa ada hubungan antara
Universitas Batam | 42
Kebidanan. Volume 09, Nomor 02, April 2019 |ISSN 2087-7239
sikap respondendengan pemberian ASI sesuai dengan kebutuhan bayi pada masa
ekslusif di wilayah kerja UPT Puskesmas pertumbuhan. Berdasarkan hal tersebut,
Meral Kabupaten Karimun Tahun 2018. peneliti menyimpulkan bahwa mayoritas
responden memiliki perhatian dan kasih
PEMBAHASAN sayang yang tinggi terhadap anaknya.
Pengetahuan Responden tentang ASI Sikap Responden dalam Pemberian ASI
Ekslusif Ekslusif
Berdasarkan hasil analisa univariat Berdasarkan hasil analisa univariat
diketahui bahwadari 79 responden, 11 diketahui bahwadari 79 responden, 10
responden (13,9%) memiliki pengetahuan responden (12,7%) memiliki sikap negatif
rendah tentang pemberian ASI ekslusif dan dan 69 responden (87,3%) memiliki sikap
68 responden (86,1%) memiliki positif dalam pemberian ASI ekslusif.
pengetahuan tinggi tentang pemberian ASI
ekslusif. Sikap merupakan salah satu domain dari
perilaku bersama pengetahuan dan
Menurut Notoatmodjo (2010), tindakan (Notoatmodjo, 2010), dengan
pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh tingginya tingkat pengetahuan seseorang
faktor internal dan faktor eksternal. Faktor maka akan meningkatkan kemungkinan
internal yaitu pendidikan, minat, sikap yang timbul akan menjadi posittif.
pengalaman dan usia, sedangkan faktor Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti
eksternal yaitu ekonomi, informasi dan menyimpulkan sikap positif responden
kebudayaan/lingkungan. Oleh karena itu dalam penelitian ini dipengaruhi oleh
dapat ditarik kesimpulan bahwa tingginya pengetahuan responden yang tinggi. Hal
tingkat pengetahuan responden bukan ini diperkuat dengan usia responden yang
hanya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan mayoritas lebih dewasa sehingga
responden yang mayoritas SMP (59,5%), pengalaman yang diperoleh lebih banyak
tetapi dipengaruhi oleh faktor internal dan dibandingkan responden dengan usia yang
faktor eksternal lainnya antara lain usia lebih muda.
dan pengalaman.
Berdasarkan hasil analisis pernyataan
Penelitian ini sejalan dengan penelitian sikap, mayoritas responden memiliki sikap
yang dilakukan oleh Lestari (2013) dengan positif pada pernyataan nomor 10
judul hubungan tingkat pengetahuan (menyusui secara ekslusif dapat
tentang ASI ekslusif dan paritas ibu memberikan nutrisi yang cukup bagi bayi).
menyusui dengan pemberian ASI ekslusif Hal ini menunjukkan sikap responden
di Puskesmas Sewon II Bantul tahun 2013, yang sangat peduli dengan kebutuhan gizi
dimana diperoleh hasil dari 60 responden bayinya dan tidak ingin bayinya
yang diteliti, mayoritas memiliki tingkat kekurangan nutrisi. Kondisi sosial
pengetahuan tinggi (61,6%) tentang ASI dimasyarakat yang cenderung ingin anak-
ekslusif. anaknya terlihat gemuk dan sehat juga
meningkatkan potensi ibu untuk mencari
Berdasarkan hasil analisis pertanyaan tahu dan mencari cara agar anak-anaknya
pengetahuan, mayoritas responden dapat terlihat sehat dan tidak kekurangan nutrisi.
menjawab dengan benar pertanyaan nomor
7 (ASI diberikan pada bayi dimanapun dan Pemberian ASI Ekslusif
kapanpun saat bayi membutuhkan) dan
pertanyaan nomor 21 (ASI merupakan Berdasarkan hasil analisa univariat
nutrisi yang paling tepat untuk bayi karena diketahui bahwadari 79 responden, 48
Universitas Batam | 43
Kebidanan. Volume 09, Nomor 02, April 2019 |ISSN 2087-7239
responden (60,8%) tidak memberikan ASI (0,004<0,05). Dengan demikian Ho
ekslusif pada bayinya dan 31 responden ditolak, hal ini menunjukkan bahwa ada
(39,2%) memberikan ASI ekslusif pada hubungan antara pengetahuan responden
bayinya. dengan pemberian ASI ekslusif di wilayah
kerja UPT Puskesmas Meral Kabupaten
Menurut Wahyuningsih (2012), pemberian Karimun Tahun 2018.
ASI ekslusif dipengaruhi oleh faktor
internal dan faktor eksternal. Faktor Mayoritas ibu dalam penelitian ini berusia
internal meliputi tingkat pendidikan, 26-35 tahun (64,6%), dimana dari segi
pengetahuan, sikap, psikologis, fisik dan umur, tingkat kematangan dan kekuatan
faktor emosional. Sementara faktor seseorang akan lebih matang dalam
eksternal meliputi dukungan berfikir. Hal ini akan memudahkan ibu
suami/keluarga, sosial budaya, lingkungan, dalam menerima informasi karena mereka
promosi dan informasi. Setiap faktor sudah lebih matang dalam berfikir.
memiliki peran masing-masing dalam Seringnya mereka berinteraksi dengan
mempengaruhi perilaku pemberian ASI kader kesehatan akan semakin
ekslusif. meningkatkan kesempatan memperoleh
informasi tentang kesehatan.
Berdasarkann hasil analisis pernyataan
sikap, dimana diketahui dari 79 responden Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti
yang diteliti, sebanyak 46 responden setuju menyimpulkan bahwa pengetahuan sangat
jika menyusui dapat mengurangi rasa mempengaruhi perilaku ibu dalam
percaya diri ibu. Doktrin yang berkembang memberikan ASI ekslusif pada bayinya
di masyarakat tentang hal tersebut menjadi secara baik dan benar, hal ini terjadi
penyebab timbulnya anggapan bahwa karena mereka mengetahui bahwa ASI
menyususi dapat mengurangi bentuk tubuh ekslusif dapat memberikan manfaat bagi
yang ideal sehingga mayoritas ibu ragu bayi dan dirinya, gencarnya promosi susu
untuk memberikan ASI ekslusif pada formula dan anggapan tentang adanya
bayinya. perubahan bentuk tubuh jika memberikan
ASI ekslusif pada bayi dapat menyebabkan
Hubungan Pengetahuan Responden rendahnya angka pemberian ASI ekslusif.
Dengan Pemberian ASI Ekslusif Tetapi secara keseluruhan pengetahuan
memiliki hubungan terhadap perilaku
Analisis mengenai hubungan pengetahuan pemberian ASI ekslusif di wilayah kerja
responden dengan pemberian ASI Ekslusif UPT Puskesmas Meral Kabupaten
diperoleh hasil bahwa dari 11 responden Karimun tahun 2018.
yang memiliki pengetahuan rendah tentang
pemberian ASI ekslusif, 11 responden Hubungan Sikap Responden Dengan
(13,9%) tidak memberikan ASI ekslusif Pemberian ASI Ekslusif
dan tidak ada responden yang memberikan
ASI ekslusif (0%), sedangkan dari 68 Analisis mengenai hubungan sikap
responden yang memiliki pengetahuan responden dengan pemberian ASI Ekslusif
tinggi, 37 responden (46,8%) tidak diperoleh hasil bahwadari 10 responden
memberikan ASI ekslusif dan 31 yang memiliki sikap negatif, 10 responden
responden (39,2%) memberikan ASI (12,7%) tidak memberikan ASI ekslusif
ekslusif. dan tidak ada responden yang memberikan
ASI ekslusif (0%), sedangkan dari 69
Berdasarkan hasil uji statistikchi responden yang memiliki sikap positif, 38
squarediperoleh p value= 0,004 yang responden (48,1%) tidak memberikan ASI
berarti nilai p value lebih kecil dari 0,05
Universitas Batam | 44
Kebidanan. Volume 09, Nomor 02, April 2019 |ISSN 2087-7239
ekslusif dan 31 responden (39,2%) PuskesmasMeralKabupatenKarimunta
memberikan ASI ekslusif. hun 2018 dengan nilai p = 0,007.
Berdasarkan hasil uji statistik chi square SARAN
diperoleh p value= 0,007 yang berarti nilai
p value lebih kecil dari 0,05 (0,007<0,05). Diharapkan dukungan dan peran serta dari
Dengan demikian Ho ditolak, hal ini 1. Responden
menunjukkan bahwa ada hubungan antara 2. Tempat Penelitian
sikap ibu dengan pemberian ASI ekslusif 3. Institusi Pendidikan
di wilayah kerja UPT Puskesmas Meral 4. Peneliti Selanjutnya
Kabupaten Karimun Tahun 2018.
DAFTAR PUSTAKA
Berdasarkan hasil analisis pernyataan
sikap, diperoleh hasil bahwa sebagian Ambarwati (2010).Asuhan Kebidanan
besar ibu setuju jika menyusui secara Nifas. Jakarta :Indeks.
ekslusif dapat memberikan nutrisi yang
cukup bagi bayi (pertanyaan 10).Walaupun Azwar,S (2013). Sikap Manusia Teori dan
demikian, masih ditemukan juga ibu yang Pengukurannya. Yogyakarta :Pustaka
merasa kasihan jika bayinya menangis dan Pelajar.
beranggapan bahwa tangisan tersebut
karena bayi merasa kurang puas jika hanya Dewi dkk (2010). Perilaku Manusia.
diberikan ASI saja. Yogyakarta : Qudsi Media.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti menarik Dinkes Kabupaten Karimun. (2017). Profil
kesimpulan bahwa sikap positif yang Kesehatan Kabupaten Karimun Tahun
ditunjukkan oleh responden karena 2016. Karimun.
pengalaman responden serta usia
responden yang telah dewasa dan dapat Dinkes Provinsi Kepulauan Riau. (2017).
membedakan mana yang baik dana mana Profil Kesehatan Provinsi Kepulauan
yang buruk bagi bayi dan dirinya. Oleh Riau Tahun 2016. Tanjungpinang.
karena itu, sikap merupakan hal utama
dalam menentukan perilakui seseorang Gustarina (2013). Hubungan Perilaku
untuk bertindak atau melakukan suatu hal Masyarakat dan Kondisi Fisik Rumah
yang menjadi keinginannya. dengan Kejadian TB Paru di RW 02
Kelurahan Sungai Lakam Barat
KESIMPULAN Kecamatan Karimun Kabupaten
Karimun Tahun 2013. Kepulauan
1. Mayoritas responden memiliki Riau.
pengetahuan tinggi (86,1%), sikap
positif (87,3%) dan tidak memberikan Hartatik (2010).Hubungan Pengethuan
ASI Ekslusif (60,8%). dan Sikap Ibu dengan Pemberian ASI
2. Ada hubungan pengetahuan ibu Ekslusif di Kelurahan Gunung Pati
dengan pemberian ASI ekslusif di Kota Semarang Tahun 2009. Jawa
wilayah kerja UPT Puskesmas Meral Tengah.
Kabupaten Karimun tahun 2018
dengan nilai p = 0,004. Helen (2017). Hubungan Pengetahuan dan
3. Ada hubungan sikap ibu dengan Sikap Ibu Hamil dengan Kepatuhan
pemberian ASI ekslusif di Ibu Melaksanakan Imunisasi Tetanus
wilayahkerja UPT Toxoid di Wilayah Kerja Puskesmas
Universitas Batam | 45
Kebidanan. Volume 09, Nomor 02, April 2019 |ISSN 2087-7239
Meral Kabupaten Karimun Tahun
2017. Karimun. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun
2012. Pemberian ASI Ekslusif. Jakarta.
Ilhami (2015). Hubungan Tingkat
Pengetahuan Ibu Tentang ASI Ekslusif Purwanti (2012).Hubungan antara
dengan Tindakan Pemberian ASI Pngetahuan dan Sikap Ibu Menyusui
Ekslusif di Puskesmas Kartasura. dengan Pemberian ASI Ekslusif.
Surakarta. Universitas Sam Ratulangi. Manado.
Kemenkes (2016). Profil Kesehatan Puskesmas Meral (2017). Profil Kesehatan
Indonesia Tahun 2015. Jakarta. Puskesmas Meral Tahun 2017.
Karimun.
Kemenkes (2017). Survei Sosial Ekonomi
Nasional Tahun 2010. Jakarta. Rachmaniah (2014).Hubungan Tingkat
Pengetahuan Ibu tentang ASI dengan
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Tindakan ASI Ekslusif. Naskah
Indonesia Nomor Publikasi Universitas Muhammadiyah.
450/SK/Menkes/VIII/2004. Pemberian Surakarta.
ASI Secara Ekslusif pada Bayi di
Indonesia. Jakarta. Rahman (2017). Pengetahuan, Sikap dan
Praktik Pemberian ASI Ekslusif di
Lin Su (2011). Antenatal Education and Wilayah Kerja Puskesmas
Postnatal Support Strategies For Jumpandang Baru Kecamatan Tallo
Improving Rates Of Exlusive Breast Kota Makassar. Makassar.
Feeding. Jakarta.
Riset Kesehatan Dasar Kementerian
Maryati (2017). Hubungan Sikap dan Kesehatan Republik Indonesia Tahun
Dukungan Keluarga tentang Metode 2013.
Kontrasepsi Pria dengan Motivasi
Menggunakan Alat Kontrasepsi Pria di Roesli (2008). Hubungan antara Sikap Ibu
Wilayah Kerja Puskesmas Meral dengan Pemberian ASI Ekslusif di
Kabupaten Karimun Tahun 2017. Wilayah Kerja Puskesmas Kedawung
Karimun. II Sragen. Jawa Tengah.
Mutiqurnia (2017). Faktor-Faktor yang Undang-Undang Negara Republik
Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil Indonesia Nomor 36 Tahun 2009.
dalam Mengkonsumsi Tablet Fe di Kesehatan. Jakarta.
Kecamatan Meral Barat Kabupaten
Karimun Tahun 2017. Karimun. WHO Media Centre (2017). Exlusive
Breast Feeding.
Notoatmodjo, S (2012). Ilmu Perilaku. (http://www.who.int.com) Diakses
Jakarta : Rhineka Cipta. tanggal 4 Maret 2018).
Notoatmodjo, S (2010). Kesehatan Wowor dkk (2013). Hubungan
Masyarakat Ilmu Dan Seni. Jakarta : Pengetahuan dan Sikap dengan
Rhineka Cipta. Pemberian ASI Ekslusif pada Ibu
Hamil di Puskesmas Bahu Kota
Notoatmodjo, S (2010). Metodologi Manado. Manado.
Penelitian Kesehatan. Jakarta :
Rhineka Cipta.
Universitas Batam | 46
Kebidanan. Volume 09, Nomor 02, April 2019 |ISSN 2087-7239
Yanuarini dkk (2014).Hubungan
Pengetahuan dengan Sikap Ibu dalam
Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah
Kerja Puskesmas Pranggang
Kabupaten Kediri. Jawa Timur.
Universitas Batam | 47